Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Kapal



Sebas ...


Seorang Pria bertubuh kekar dan tinggi tapi sayangnya umurnya telah menua. Berumur 57 Tahun tapi sikap dan sifat sama seperti seorang ksatria muda.


"Tuan Sebas. Sepertinya besok malam kita akan bertemu dengan pulau atas yang dimaksud oleh Yang Mulia Raja" kata Supir kapal.


Sebas pun mengangguk


"Sepertinya kita sudah terlalu jauh dari daratan. Baiklah berhentikan kapalnya dan kita istirahat" Titah Sebas berseru


Supir itu mengangguk dan perlahan kapal perang itu berhenti dengan sempurna ditengah laut yang entah mereka tidak ketahui.


"Tuan Sebas. Ada apa? Apakah ada musuh?" Tanya Prajurit yang sudah bersiap dengan Senjata laras panjangnya atau tepat nya Z4(plesetan M4).


"Tidak. Kita Akan beristirahat. Serukan kapal lainnya juga" kata Sebas.


Dooor


Sebuah Pistol berwarna Biru telah dtembak yang berarti yang melihat yang mengerti itu adalah bertanda untuk berhenti berlayar dan beristirahat.


"Berhentikan Kapalnya. Tuan Sebas Menyeru untuk istirahat!" kata Kapten Kapal 1.


begitu juga dengan dua kapal lainnya.


Sebas pun mengatur beberapa orang dalam 2 shift.


"Kita bagi 2 Shift atau tim. ketika suatu kelompok sudah selesai makan maka harus wajib menggantikan posisi kelompok yang berjaga. Ada yang tidak di mengerti?" Kata Sebas memperjelaskan rencana istirahat agar sukses di jalankan.


"Kami mengerti. Tuan Sebas!" kata Para prajurit berseru


Dan setelah melakukan rapat kecil pada akhirnya mereka makan dan beberapa botol bir untuk diminum serta bernanyi-nyanyi.


Datanglah seorang Pria dengan membawa makanan lainnya untuk ke semua orang hingga berakhir dengan satu mangkok untuk miliknya.


"Agza. kamu membagikan makanan cukup banyak. Mengapa tidak kamu makan mangkok itu untuk dirimu?" Tanya Sebas dengan tatapan yang tak mengurangi kesopanan dan ketegasannya.


"Tuan Sebas. Sungguh saya berterimakasih bisa makan bersama anda" kata Agza sambil duduk disamping


Sebas pun mengangguk dan lanjut makan.


Makanan yang lezat dan enak itu Adalah soto mie bakso Dari Solo. Itu lah makanan yang diperkenalkan oleh Raja Firdaus kepada sebas. Katanya Raja Firdaus bahwa bakso memiliki sisi keajaiban yaitu memiliki hati tenang dan tubuh menjadi hangat.


Sebas tersenyum puas ketika mendengar itu.


"Hahaha. Itu buatan Yang Mulia Raja. Beliau Meminta para koki istana membuat sebuah Resep yang bernama Mie Soto Bakso dari Solo. saya sendiri tidak tahu apa itu bakso dan soto. Tapi ketika melihat perumpaan dari makanan ini tapi ketika saya mencicipi makanan itu pertama kali. Saya jatuh cinta dengan makanan tersebut" kata Sebas dengan membanggakan Penemuan Firdaus itu.


Andai Sebas tahu bahwa makanannya itu bukan penemuan dari Firdaus tentu itu akan membuat sebas kecewa.


"Aku tak menyangka Raja Kita memiliki kejeniusan tinggi tentang masakkan. Terimakasih Tuan Sebas mengizinkan saya makan yang seenak ini" kata Agza memuji makanan buatan firdaus dan juga memuji firdaus yang setinggi-tingginya.


"baiklah cepatlah makan lalu berjaga!" Titah Sebas berseru


Agza pun membuat gerakkan hormat yang artinya Titah Sebas dimengerti oleh dirinya.


10 menit kemudian.


"Baiklah. Sepertinya kalian sudah makan. tetap lah berjaga agar diri kalian tidak diluputi ngantuk yang besar! Ingat jangan membuat kalian kehilangan nyawa kare---" ingin sebas menyelesaikan perkataannya tapi ia dikejutkan sebuah teriakan dari bawahan nya yang berada di atas kapal.


"Tuan Sebas!!!! Kita memiliki 2 kapal musuh. Bendera yang mereka gunakan sama seperti dipenjelasan Yang Mulia Raja!" kata Prajurit yang berjaga di atas kapal.


Kapal itu memiliki kecanggihan yang dapat mendeteksi radar kapal dan makhluk lainnya tapi firdaus dan sebas sepakat menambahkan manusia diatas sana sebagai bentuk penjagaan alami apabila Sewaktu teknologi itu mengalami kerusakkan atau sejenisnya.


"Kalian dengar!? cepat ke tempat kalian masing-masing. Agza. Load semua Rudal Kapal dan arahkan ke japal Musuh!" kata Sebas !


"Siap Tuan!" kata Agza dan langsung berlari menuju sebuah ruangan yang dimana tempat itu sebagai ruang kontrol dari bersenjataan kapal.


"Bawahan Ku yang setia Kepada Yang Mulia Raja Firdaus. Siapkan Nyawa dan keberanian kalian untuk kita persembahkan sebagai bukti cinta dan kesetiaan kita kepada bangsa & Raja!" Kata Sebas dengan berpidato bergebu-gebu.


"TEMBAK!"


Agza meluncurkan dua Rudal kearah masing-masing kapal musuh. Rudal itu sangat cepat hingga sasaranya adalah lambung Kapal itu tersebut..


Duuuuuuaaaaar!


Duuuuuuuuaaar!


"Dua Kapal Musuh berhasil Tertembak!" Seru Agza


"cert. Kemudikan kapal mendekat kearah kapal sebelum kapal-kapal itu tenggelam!" Titah Sebas.