
Pagi Hari -
Firdaus sudah melihat siapa saja yang mendalangi penculikkan Ginu yang terdiri dari pelayan yang direkomendasikan oleh hendrik dan Beberapa Tentara Musuh yang berkerja sama dengan orang kuat dari penduduk Lokal.
"Ayo Kita jalan" titah Raja Firdaus dengan yakin
Semua rombongan belakang mengangguk dan mulai berjalan mengikuti Firdaus.
"Yang Mulia Raja!" kata seru sebas menggunakan kuda.
Firdaus & Sebas masih menggunakan Kuda karena kuda masih indentik dengan simbol bangsawan atau sebuah kerajaan.
"Ada apa. Sebas?" Tanya Firdaus
"Yang Mulia Raja. Hamba baru saja mendengar ada beberapa kelompok yang menjadi bandit dan mengincar para saudagar atau bangsawanan. mohon perintah anda" kata Sebas
Sebas ingin menebas siapapun yang menghalangi Raja yang ia kagumi dan selalu ia ikuti sebagai pengikut setia tapi ingin menebas itu hanya sebuah kendala karena dirinya harus patuh dan tunduk atas perintah-perintah Raja.
"Berapa Prajurit yang kamu butuhkan?" Tanya Raja Firdaus tanpa menoleh
"Tidak Perlu. Yang Mulia Raja. Hamba bisa melakukan sendiri
Firdaus yang mendengar itu langsung mengangkat tangan sebagai tanda untuk berhenti
"Denny. Kemarilah" kata Raja Firdaus
Seorang pria berkisar umur 25 tahun dengan kondisi tangan sebelah kanan telah tiada.
"Denny. Hamba yang kecil ini menghadap untuk Yang Mulia Raja" kata Denny dengan berlutut
"Denny. Apa tangan kanan mu berfungsi?" Tanya Raja firdaus
"Yang Mulia Raja. Tangan Hamba selalu berfungsi untuk perpanjang perintah anda" kata Denny dengan kepala menunduk ketanah.
"Denny. Ku Perintahkan kamu untuk menampar Sebas!" Titah Raja Firdaus
Denny yang mendengar itu terkejut dan melihat sebas yang tak kalah terkejut nya dari denny.
PLAK
"Sebas. mengapa kamu diam?" Tanya Raja Firdaus
"saya diam karena saya akan ditampar oleh denny atas perintah anda. Yang Mulia Raja" kata Sebas dengan pipi merah membekas.
"APA Aku menyuruh mu untuk mati tanpa melakukan apapun? Sebas Alfo Decha" Tanya Raja Firdaus dengan menyebut nama lengkap Sebas.
"Tamparan itu adalah bagaikan pisau. Kamu bisa saja membunuh musuh dengan senjata api yang zalvia banggakan. Tapi tidak dengan pisau atau pedang yang bandit mereka miliki. Mereka bisa mendekat dan bergerak bebas menuju mu. Tapi kamu hanya diam dengan memposisikan mata mu mengincar mereka. Apa itu mau mu mati dalam Tanpa perlawanan? Apakah kamu mau nama Zalvia itu tercoreng dan dilecehkan? Jawab aku. Sebas Alfo Decha!" Raja Firdaus dengan marahnya
Kemarahan membuat Sebas sedikit ketakutan
"Pergilah dengan 5 prajurit bersama mu. jika kamu mati dalam kekonyolan yang telah ku sebutkan. Maka aku tidak akan menganggap mu adalah orang kepercayaanKu atau orang kesetiaanKu" kata Raja Firdaus dengan wibawa tegasnya
Sebas Turun dan menuju kuda Firdaus lalu bersujud di tanah
"Yang Mulia Raja Firdaus. Mohon Ampuni Hamba mu yang bodoh ini. Saya sangat memohon belas kasih dan kesempatan anda" kata Sebas bersujud didepan Firdaus.
"Maaf mu tak ku terima jika kamu membawa salah satu bandit itu. Apakah kamu mengerti?" Kata Raja Firdaus dengan tegas.
"Hamba Bodoh & kecil ini akan berusaha menyanggupi permintaan Yang Mulia Raja nan Agung" kata Sebas dengan memuji Firdaus.
"Prajurit!" Teriak Sebas
"Kami Hadir!" serentak jawab Prajurit
"Siapapun. Siapapun diantara 5 kalian yang berani bersama ku untuk melaksanakan perintah yang mulia raja. Maka majulah!" kata Sebas dengan tegas
Sebas tak ingin wibawanya jatuh. Dia harus bersikap tegas!
...----------------...
...BYE...
...----------------...