
2 hari Kemudian ~
Waktu memang tidak terasa. Sudah banyak Baste diajarkan pengetahuan baru tentang istana Kerajaan Zalvia. Sosial. sejarah. Dan tata krama di hadapan Raja. Itu semua Sebas ajarkan kepada Baste akan di kemudian hari Baste mengerti apa yang dirinya lakukan kepadanya.
"Cucuku. Kakek mu akan di medan perang. Jika kakek mu kembali kamu harus memperlihatkan kepada Kakek jika kamu berguna untuk Yang Mulia Raja" kata Sebas dengan senyum
"Ayolah kakek. Apa ini yang terakhir untuk mu perang? Tidak bukan. Aku percaya Kekuataan Tentara Bangsa Zalvia kuat sekuat kakek" kata Basfe dengan semangat dan percaya bahwa sang kakek akan kembali.
"Hahaha. Kamu benar. Baiklah. Ayo Ikut bersama kakek kepada Yang Mulia Raja. Beliau Menunggu kita" kata Sebas
Baste pun mengangguk.
2 menit baste & Sebas bersiap diri. Sebas dengan Pakaian Tentara yang super lengkap dan desain baru yang kuat. Dan Baste menggunakan Seragam yang mirip Sebas Gunakan semasa sebagai penasehat.
kemudian Keduanya pun menaiki mobil menuju Istana Kerajaan.
"Lihat lah Nak. Yang Mulia Raja Membawa Kemajuan & Kehormatan bangsa kita. Dulu di zaman Kakek & Ayah mu. waktu dulu untuk ke ibu kota menggunakan Kereta Kuda paling cepat adalah 2 hari. Jika kamu berjalan dari pedesaan tak tersentuh oleh kerajaan mungkin kamu bisa berjalan hingga 5 - 7 hari. akan tetapi Yang Mulia Raja Mempermudah kita semua termasuk menyentuh seluruh wilayah menjadi tersambung dan kembali terawat. Tanpa Yang Mulia Raja Firdaus dengan Kejeniusan dan Kekuataannya sebagai Raja mungkin kita tidak akan berubah" kata Sebas bercerita tentang masa lalu sambil mengendarai Mobil nya.
ini dia mobilnya. Pabrikan Covrlet.
Baste hanya mendengar sambil melihat pemandangan yang begitu sejuk dan banyak anak-anak seusianya yang bermain bebas dan tertawa bersama orang tuanya.
"Kamu merindukan Ayah dan ibu?" kata Sebas yang mengerti keadaan baste.
Baste hanya bisa mengangguk tanpa berkata.
"Ayah Mu adalah pejuang Zalvia. Bayangkan Tanpa semangat Ayah mu. mungkin bangsa asing akan memperbudak dan akan mengeruk kekayaan Alam bangsa kita. Tanpa semangat dan dorongan untuk tetap berdiri. kita tidak bisa seperti ini. Baste. Ayah mu adalah pahlawan Negara. Ibu Mu adalah Panutan bagi setiap Istri di Bangsa kita ini" kata Sebas.
"dan kamu. Kamu adalah yang bersama Yang Mulia Raja. Kamu yang akan melihat bagaimana Raja mengubah Bangsa ini. Aku mau kau yang menjadi saksi dan berbicara kepada pada kami semua di akhirat nanti" kata Sebas
Tak terasa bagi Sebas & baste. Mobil yang membawa mereka kini sudah ada di dermaga dan ternyata disana adalah Yang Mulia Raja. Orang paling menonjol diantara yang lain
Kreeek.
"Ayo Turun. Yang Mulia Raja Ada disana" kata Sebas sambil membuka Pintu Mobil.
Sebas & Baste menuju tempat Yang Mulia Raja Dan langsung membuat hormat ala kstaria umumnya
"Yang Mulia Raja. Saya Sebas & Baste datang menyapa anda. Semoga Tuhan memberi Anda kehidupan yang panjang dan dapat memiliki rakyat yang sejahtera" kata Sebas menundukkan kepala.
Raja Firdaus melihat itu langsung berkata
"bangkitlah sebas dan baste!" Titah Raja Firdaus
Keduanya pun bangkit. saat itulah Raja Firdaus mempegang Pundak Sebas
"Sebas. Aku memberi mu sebuah perintah. Selama Di medan perang. Jangan lah mati dan kembalilah kepada ku. Kerajaan membutuhkan mu" Titah Raja Firdaus.
"Yang Mulia Raja. Hamba mu yang lemah ini akan tetap kuat untuk menghadiri perintah anda. Mohon doa dan restu anda selama saya di medan perang!" kata Sebas menunduk
"aku merestui untuk mu perang. Habisilah musuh-musuh Zalvia dan bebaskan rakyat lokal disana dan kembali lah!" kata Raja Firdaus
...----------------...
...BYE...
...----------------...