Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Mereka Bukan Musuh!



"Kita memiliki Helikopter! Baste. saya rasa kau tidak perlu khawatir!" kata Raja Firdaus setelah pidato Nasionalisnya sebagai raja.


Baste terkejut jika rajanya telah mempikirkan panjang tentang perjalanan ini


"Mohon Ampuni Hamba yang tidak tahu pemikiran anda. Yang Mulia Raja" kata Baste memohon Ampun


"Hendrik. Siapkan helikopter untuk ku!" Titah Raja Firdaus


Hendrik maju dengan kudanya


"Hendrik melaksanakan perintah anda" kata Hendrik dengan sedikit membungkuk


Firdaus pun mengangguk


"Yahh!!" kata Hendrik memacu kudanya


Hendrik pun menuju sebuah tempat dimana tempat itu sudah ia persiapkan karena firdauslah yang memintanya. Firdaus paham bahwa aceh belum tersentuh oleh aspal dan lautan akan berbahaya tapi dengan helikopter di tahun ini belum di pastikan bisa membahayakan dirinya


Dddrrrrtt


Ddrrrttt.


Sebuah Helikopter Terbang diatas Firdaus serta yang lain dan itu juga membuat Yima & Yama terkejut melihatnya


Yama yang melihat dari atas dan bertanya-tanya tentang benda yang memiliki atasnya selalu perputar-putar tersebut


Dddrrrt


Drrrrrrrtttttt


Firdaus memberi perintah untuk menjauh dari helikopter sejarak 10 meter guna kuda-kuda mereka tidak ketakutan dan mereka juga tidak terbang dengan baling-baling helikopter tersebut


"Yang Mulia Raja! Saya Telah membawa sesuai perintah anda!" Teriak Hendrik mempegang salah satu besi dekat pintu


"Bagus. saya dan baste lalu 4 orang lain masuk dan sisanya membawa kuda-kuda itu kembali!" Titah Raja Firdaus pada bawahannya


"Tuan Yima apa anda ingin bergabung kepada kami?" tanya Baste


"apakah saya diizinkan?" tanya yima


Firdaus yang mendengar itu pun menatap wajah yima dari atas hingga bawah mata kaki


"kau ikut bersama kami. Tidak sopan bagi seorang tamu datang tanpa bertemu penjaga dari tuan rumah tersebut" kata Raja Firdaus


Firdaus tetap menjujung tinggi nilai-nilai kesopanan dan moral agar bawahannya lainnya bisa menunjukkan bahwa kesopanan & moral adalah strata tinggi dalam kehidupan sosial bermasyarakat...


DRAK


Pintu ditutup oleh baste ketika semua berhasil naik.


"Ibu! Benda terbang apa itu?!" Tanya Anak yang bermain di sawah melihat sesuatu perputar-putar di langit..


Ibu dari anak itu yang sedang membajak sawah pun ikut bertanya-tanya tentang apa hal itu..


3 Menit kemudian


Takkk


"PANAHKAN KEARAH MUSUH!" KATA ??


Tapi panah api hingga panah beracun tidak kena karena jarak keduanya jauh


"apa kamu mengenal memimpin pempanah itu?" Tanya Raja Firdaus dengan sedikit teriak


Perlu teriakkan karena suara helikopter yang bising apalagi orang yang dibawah ikut terkena dampaknya


"Yang Mulia Raja. Dia adalah Muhammad Rhin. Dia adalah Pemimpin pepanah yang terkenal tepat sasaran di negeri ini!" kata Yima yang mulai kenal siapa pemimpin pasukan pepanah tersebut


"baiklah. Kalian semua persiapakan senjata dan linduingi Yang Mulia Raja dengan segenap jiwa & nyawa kalian!" kata Baste yang mulai mengerti situasi


Lalu helikopter yang dikendarakan oleh Hendrik itu perlahan turun untuk take off.


Ddddrrrrt


Drrrrttt


Pohon-Pohon dan rerumputan seperti terhempas karena pusaran baling-baling yang tinggi


sreeettt


Yima membuka pintu lalu berkata


"Mereka Bukan Musuh! Mereka adalah Tamu!" kata Yima berteriak..


Rhin yang hendak menembak itu pun langsung menahan orang yang ia kenal


"Yima. Aku tidak tahu kamu berada di tempat benda aneh yang terbang itu! Kamu bilang mereka adalah tamu? Sekiranya tamu berasal darimana mereka?" Tanya Rhin yang curiga..


tanpa diketahui Rhin. Dibalik Tubuh Yima terdapat senjata yang siap ditembakkan mengarah Rhin serta pasukan-pasukannya begitu juga dengan hendrik yang mengarahkan moncong handligun helikopternya kearah pasukan Rhin..


"Tahan tembakkan panah kalian!" teriak ??? tiba-tiba bersuara


...----------------...


...BYE...


...----------------...