Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Kecerdasaan



Doioooor


Dooooor


Suara tembakkan demi Tembakkan terdengar jelas.


DUuuuaaar - Suara Tank menembak.


"Musuh-Musuh!" Teriak Penjaga musuh.


Walaupun kalah jumlah tapi prajurit milik Firdaus tetap menang karena strategis sekaligus persenjataan yang 100 tahun lebih modern.


2 Jam kemudian.


Sebas datang kepada Firdaus yang dikawal oleh 4 prajurit bersenjata dan berwajah garang itu menunggu kepastian perang kecil ini.


"Yang Mulia Raja. Hamba Kembali membawa kabar buruk dan Kabar Baik" Kata Sebas berlutut dihadapan Firdaus


"katakan. Mana yang lebih kau harus katakan untuk Ku" kata Raja Firdaus


"Yang Mulia Raja. Hamba Mu membawa kabar baik. Prajurit Kami telah menguasai istana Kerajaan Tarumannegara dan telah menemukan peta titik lokasi musuh berada. Dan sejumlah 4 peti Emas" kata Sebas dengan tersenyum semeringah


"Simpan 4 peti Emas itu. Karena itu akan sebagai biaya Tarumannegara membayar kita membebaskan istana mereka" kata Raja Firdaus.


Firdaus membutuhkan emas itu untuk membeli alat modern lainnya.


"Yang Mulia Raja. Hamba Mu membawa kabar buruk. Ginu. Anak yang anda ingin selamatkan ternyata telah dibunuh oleh Musuh dan begitu juga pelayan menghianati anda juga ikut terbunuh. Saya menduga bahwa pelayan itu tidak mengerti dengan perintah pelayan itu berikan oleh musuh. dan juga kami menemukan mayat Raja Tarumannegara Asli yang telah membusuk dan kemungkinan sudah meninggal 1 bulan lalu" kata Sebas


Firdaus yang mendengar itu pun menunduk


'Semoga Anda Tenang. Wahai Raja Tarumannegara. Izinkan saya mengambil wilayah anda' Gumam Firdaus sambil mendoakan.


"Ambil seluruh Wilayah Tarumannegara. Kini Wilayah itu berada di kekuasaan Kekaisaran Zalvia!" Titah Firdaus.


"Kami siap melaksanakan Perintah anda. Yang Mulia Raja!" kata sebas dengan tegas!.


$ebas pun kembali ke pasukan yang berada dibawah sana untuk membasmi musuh-musuh yang kemungkinan masih ada sesuai peta mereka tinggalkan.


BRAK


Firdaus terjatuh karena terkejut mendengar suara yang tak pernah ia dengarkan kembali selama 1 bulan ini


"Yang Mulia Raja! Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Prajurit 1 Zalvia Khawatir.


"Tidak-Tidak.. Tidak ada masalah. Lanjutkan saja kewaspadaan kalian!" titah Raja Firdaus.


Para Prajurit hanya keheranan tapi mereka hanya bisa kembali patuh


'Lisc. saya mohon jangan membuat saya kaget dengan kemunculan anda' kata Firdaus


'[Hahaha. Maaf. Baiklah. Apa saja yang tertinggal???. Mari kita lihat. Hmmmmm. Oh Anda sudah menguasai Sumatra dan setengah pulau jawa. Itu hebat!] kata Lisc setelah melihat situasi


'Tidak Hebat. Karena ini seperti cheat saja. Haha. Baiklah. Aku sekarang memiliki 4 peti emas. Apa yang cukup bagi ku membeli sesuatu disana?' kata Firdaus kepada Lisc.


[saya senang anda membeli sesuatu dari saya. Baiklah. Saya Memiliki sebuah ksatria penembak yang berjumlah 4 Ribu pasukan. Dan saya bisa membuat kecerdasaan Rakyat dan Tentara Anda bertambah 30% persen. Yang artinya 30% ilmu mereka akan bertambah tentang Dunia Modern. Mereka akan paham cara membuat Kapal. Kereta. Mobil. Listrik. hanya itu hal modern yang mereka bisa lakukan] kata Lisc


' harga? ' Tanya Firdaus


Firdaus sangat paham bahwa semua itu pasti tidak murah.


[Saya sedang berada mood kesenangan tinggi. Maka cukup berikan saya 3 peti emas saja] kata Lisc


Firdaus yang mendengar itu pun hanya bisa terdiam dan mencoba mengutuk dalam-dalam


'itu masih terbilang mahal!' gumam Firdaus.


Tapi Firdaus pun tak mampu melakukan negosisasi terhadap Lisc yang dikarenakan lisc memiliki kekuataan Dewi dan dirinya tidak.


...----------------...


...BYE...


...----------------...