Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
seorang Raja Tidak meninggalkan Rakyat nya!



Sebas pun mengangguk kagum dengan menjelasan Dari Firdaus


"Singkatnya Kerajaan Zalvia Butuh Kepercayaan Rakyat untuk Rakyat mempercayai Bahwa Raja punya kuasa atas hidup mereka" kata Firdaus


"Sungguh Pemikiran yang luar biasa. Yang Mulia Firdaus. Saya berharap dapat melayani anda dan menemukan hal baru di masa depan bersama anda" kata Sebas menunduk.


Ke esokkan Hariny


Seluruh rakyat telah di kumpulkan di ibu Kota Dan banyak rakyat yang bingung dengan apa yang terjadi


"Yang Mulia Raja & Yang Mulia Pangeran Firdaus Telah Tiba!" Teriak Pengawal Kerajaan


Rakyat yang melihat itu pun sontak menunduk dan bingung dengan apa terjadi saat ini


Aztoth & Firdaus pun turun dan menaiki podium yang dimana dilihat oleh banyak ribuan rakyat zalvia


"Wahai Rakyat Zalvia. Berbanggalah Dan dengarkan Ucapan Yang Mulia Raja Aztoth!" kata Pengawal berteriak


Raja pun maju dan sontak rakyat pun menunduk sujud dan tak ada siapapun yang berani bersinatap dengan seorang Raja


"Siapapun diantara kalian yang bisa menunjukkan Wajah. Maka dia memiliki Jiwa Pemberani!" Teriak lantang Raja Aztoth


Teriakan nya bergema di setiap orang yang mendengar dan banyak dari mereka ketakutan


"SAYA!" Kata Pemuda Itu berkata sambil menunjukkan Wajahnya


Semua rakyat penasaran siapa pemuda itu tapi mereka tetap tidak ada berani menunjukkan wajahnya didepan Raja


"Mengapa Kalian Tidak Berani menunjukkan Wajah kalian! Aku tahu wajah kalian Adalah Anugerah yang Tuhan Untuk negeri ini. Aku perintahkan kalian tunjukkan Wajah kalian !" teriak perintah Raja Aztoth


Ada segilintir orang yang mau menunjukkan wajahnya


Raja Aztoth tersenyum


"Wajah Kalian Adalah cantik dan tampan. Dan bagi ku mereka adalah, anugerah yang pernah beri untuk negeri kita. aku belum melihat wajah tampan & cantik kalian selama aku menjadi Raja kalian. Bangkitlah kalian semua!" Raja Aztoth


Semua orang bangkit dan alangkah terkejutnya Raja melihat wajah rakyatnya yang murni cantik dan tampan layaknya tidak punya dosa


"Wahai Raja ku. Mohon Maaf hamba lancang. Mengapa kami dikumpulkan?" Tanya salah satu rakyat


"Apakah perlu aku memiliki alasan untuk mengumpulkan Rakyat ku sendiri? Kalian Rakyat ku! Kalian adalah yang ku percayai tentang masa depan zalvia yang baik dan maju!" kata Raja Aztoth


"Tapi Aku memberikan kabar buruk untuk kalian!" Teriak Lantang Raja Aztoth


"Negeri sebrang telah dirusak oleh bangsa asing. Bangsa yang kecam dan keji. tapi tak lama lagi bangsa asing itu akan datang ke negeri kita untuk merusak. Apakah kalian mau menjadi Budak mereka?!" Teriak Lantang Raja


"Tidak Yang Mulia Raja! Nyawa & Darah kami untuk Anda & Negeri ini!" serempak Rakyat berkata


"Hahahaha" kata Raja Tertawa


sambil mengangkat pedang ke langit


'Sungguh kasihan diriku ketika di bela oleh Rakyat ku sendiri dalam pertahankan Negeri ini' gumam Raja Dengan menyesal tidak melihat semangat rakyatnya


"Wahai Rakyat Ku. Hari ini. Detik ini. Dengarkan lah sumpah Ku! Aku Bersumpah. Sebagai Raja aku akan berperang dengan rakyat Ku. Kita Tunjukkan Bangsa Asing itu bahwa Bangsa Zalvia Adalah Bangsa yang Kuat. Apakah kalian mau bertarung bersama ku untuk mengusir bangsa asing itu. Rakyat ku?" Teriak Raja


"Kami Bersumpah Untuk bertarung bersama Anda Yang Mulia Raja!" serempak Raja lantang


"Perperanglah dengan Ku Wahai Rakyat Ku. Aku akan bersama kalian. Karena Seorang Raja Tidak akan Meninggalkan Rakyat nya!" kata Raja


"Kami Bersumpah Darah & Hidup Raja & Negeri zalvia!" kata Rakyat bersumpah dengan Lantang


Sementara itu Firdaus menuliskan sesuatu di entah apa itu


"10 Maret 1879" Terlihat Tulisan itu


"Wahai Rakyat Zalvia" Firdaus


...----------------...


...BYE...


...----------------...