Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Eye



"Raja Memberi Perintah untuk kita membasmi musuh di negeri sebrang" kata Firdaus


"Sudah 18 tahun Bangsa asing itu mencoba memasuki tetorial kerajaan kita. dan waktu inilah saat nya kita membalas perbuatan musuh. Apakah ada yang keberatan?" Tanya firdaus


"Tidak Jenderal Firdaus!" serempak prajurit


Semua prajurit tidak akan bisa untuk membantah perintah Raja apalagi didepan mereka adalah putra mahkota sekaligus jenderal yang menciptakan teknologi ini semua


"Ini Rencana kita" kata Firdaus


Firdaus membuat 3 batalion yang berisi setiap batalion miliki 2 ribu pasukan. Dan batalion terakhir akan dianggap pasukan bantuan yang berisi 10 ribu pasukan


Di setiap batalion setidaknya memiliki 100 Tim Medis. 90 Tim Sniper. dan setidaknya ada ribuan Tank dan senjata seperti mortir kecil dan besar yang akan di bawah.


Firdaus memecah 2 batalion kearah utara dan selatan. Karena kedua sisi terdapat prajurit musuh yang berjumlah 3 ribu


"Kalian sudah paham?" Tanya Firdaus


"Kami Paham. Jenderal Firdaus!" jawab serempak


"Hendrik!" firdaus memanggil


"Hendrik siap melaksanakan Tugas. Jenderal!" hendrik dengan suara tegas nan berwibawa


"Hendrik. Kamu akan ku angkat sebagai komandan Batalion ZA 1 untuk disisi utara. Apakah aku bisa mempercayaimu?" Kata Firdaus


"Anda Harus mempercaya saya. Jenderal! Saya akan akan melaksanakan tugas dengan baik dan membawa pulang berita kemenangan!" Kata Hendrik tegas menjawab


"Bagus kembali ke posisi mu" kata Firdaus


"Jesi" Kata Firdaus


Jesi adalah perempuan Pertama di kemiliteran Zalvia. Firdaus menerima jesi karena mengikuti aturan yang telah dibuat Ratu lV untuk memperbolehkan perempuan ikut serta membela kerajaan.


"Jesi. kamu akan ku angkat sebagai Komandan untuk sisi selatan. Apakah kamu siap menanggung darah musuh!?" Tanya Firdaus


"Saya siap. Saya siap mati untuk raja dan bangsa zalvia. Saya siap membawa darah musuh kehadapan Anda!" kata Jesi


"Baiklah. Kembali ke posisi" kata Firdaus.


Firdaus pun melanjutkan rencana tentang senjata apa saja yang perlu dibawa


Setiap batalion akan memiliki senjata MZ4


Sebuah senjata serbu laras panjang dan bisa memuntahkan banyak peluru itu menjadi pilihan pertama firdaus


"Kalian sudah mengerti cara pemakaian senjata?" Tanya Firdaus


"Siap kami mengerti!" kata Mereka serempak


"bagus. Ini adalah list barang bawaan kalian. Operasi ini akan di namai Zalvia Fires untuk menandakan kepada dunia bahwa bangsa Zalvia itu ada di muka bumi. Dan operasi akan dimulai 2 hari lagi. Sebelum 2 hari itu. silahkan bertemulah dengan orang tua. Kerabat. Atau seseorang yang kalian anggap itu keluarga atau kekasih" kata Firdaus


Mereka pun mengangguk


"baiklah. Bubar... Jalan!" titah Firdaus.


Alangkah terkejut nya firdaus mendengar Lisc setelah 18 Tahun


'kemana saja. Kamu lisc? Aku kira kamu menghilang setelah 18 tahun' kata Firdaus terkejut


[Oh ya? Apakah anda terkejut? Hahaha. Jangan takut. Tuan. Saya disini selalu. Bagaimana? Apakah anda mulai beraksi di 2 hari kemudian?] kata Lisc bertanya


'seperti yang diharapakn seorang Dewi. Benar aku akan memulai perperangan tapi aku tidak berharap aku tidak merusak sejarah dunia yang sesungguhnya' firdaus


[Kedatangan mu di dunia itu sudah merusak sejarah dari mulai anda membuka mata. Tapi bukan nya asik? Menjadi pelaku sejarah yang dikemudian hari banyak manusia di masa depan membelajari sejarah anda? Tuan] kata Lisc dengan nada menggoda


Firdaus hanya menghelas nafas


'berhentilah menggoda. aku hanya ingin membebaskan rakyat sumatera saat VOC menjadikan budak mereka. Sungguh tidak ada hal lain atau menjadi pelaku sejarah' kata firdaus menolak


[Hahaha. Itu anggapan pribadi anda Tuan. Tapi berbeda dengan masa depan. Orang-orang di masa depan akan mulai terbuka sama halnya di dunia anda] kata Lisc


'aku setuju akan hal itu. Tapi hey. Aku bisa sedikit berubah hal buruk menjadi baik bukan?. Dan lalu apa kedatangan mu kembali. Lisc? Apakah aku mendapatkan hadiah?' kata firdaus


Tentu kehadiran Lisc sangat membuat firdaus mencurigainya


[seperti yang diharapkan Putra Mahkota Tunggal Zalvia. Setelah 18 Tahun. Kepekaan anda mulai tajam. Baiklah. Aku akan memberi mu hadiah. Yaitu berupa mata yang bisa melihat masa depan. itu sungguh menarik lho!] kata Lisc


'masa depan? Hey bukan kah itu urusan Tuhan yang melakukan hal tersebut?' tanya firdaus heran dan bingung


[aku juga seorang Dewi lho. aku juga termasuk Tuhan yang dianggap oleh manusia umum seperti tuan. baiklah saya harap anda menerima Evil Eye ini] kata Lisc


BAM!


Sekujur tubuh Dan otak milik firdaus seperti kesakitan tapi dirinya tidak bisa mengeluarkan


'Arrggghhhh' dalam hati firdaus terus berteriak kesakitan


kedua matanya mulai gelap


'Sialan sakit' kata Firdaus mengaduh


[Selesai. Sepertinya Mata tersebut cocok dengan mu. Tuan. Selamat!] kata lisc tanpa merasa bersalah


'Dewi Sialan' Gumam Firdaus mengutuki lisc


[Hey. Anda tidak boleh mengutuk seorang Dewi. Itu dilarang. hahaha. Baiklah aku akan pergi. Selamat bersenang-senang. Jenderal Firdaus!] goda Lisc


Firdaus hanya tersenyum mendengar hal tersebut


'Hmm mata ku kembali mulai bisa melihat. Tapi bagaimana aku bisa menggunakan mata ini?' gumam Firdaus bertanya-tanya


Tampaknya Firdaus menyadari kebodohannya adalah tidak bertanya kepada lisc bagaimana cara menggunakan evil eye baru miliknya


...----------------...


...BYE...


...----------------...