Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Perempuan Berani Dari Zalvia!



"Dooor


Dooor


Dooor" suara Tembakkan


Pasukan Aceh yang tersisa di selatan menemukan ksatria kerajaan yang telah diprediksi akan datang 3-5 hari dan kini mereka disambut tembakkan yang melegar


Pemimpin pasukan aceh kini dipimpin oleh Jesi. Perempuan berani milik Zalvia


"Tembakk!" Teriak Jesi


Jesi akan membuktikan bahwa perempuan dapat ikut ambil dari perperangan dan akan meraih prestasi!


Dooor


Dooor


'Senjata apa mereka! kenapa pasukan ku mati ditempat? Dan suara melegar apaan itu!?' Gumam Sang jendral Ksatria. Aaut. Bertanya-tanya kebingungan


"Mundur! Semuanya kembali ke mundur!" Teriak Aaut dengan bahasa siam(thai) tersebut


Pasukan Ksatria kerajaan siam mundur segera dan kini Aaut memasukkan pasukan panah


"" TEMBAK! " Teriak Aaut kepada Pasukan Panahnha


Sswwwiingg


Swyyuuuing


"aarrgghh!" salah satu pasukan aceh menahan luka panah yang terancap


"Musuh menggunakan panah! Mundur!" kata Jesi


Pasukan Regu tembak mundur dan Jesi memasukkan regu tembak yang Yang dilapisi oleh pakaian yang tembus tembak bahkan panah sekalipun!


"siapkan senjata kalian! Pasukan Pelindung!" Titah Jesi


Pasukan Pelindung langsung mengangkat senjata ny


"TEMBAK!" kata Jesi!


Pasukan Pelindung menembak dengan berlari mendekati musuh


Dooor


Dooor


Dooor


"Demi Kejayaan Negeri Aceh. Mati lah kalian!" Teriak salah satu pasukan Pelindung.


"Aaarrgghh!!" teriak sebagian pasukan musuh yang terkena tembak


Aaut yang melihat itu langsung ketar ketir. Panas dingin


Jesi yang melihat itu tersenyum


"hey pasukan aceh! Lihat dan amati bagaimana Pasukan Kebanggaan Zalvia ini menumbang Musuh!" kata Jesi


Jesi Mengambil senjata Sniper tanpa scope dari tas nya dan mengatur(ini itu) hingga siap tembak


DOOOOR


"Aaarrrgggg!!" Teriak Komandan Aaut kesakitan


"B--bagaimana itu bisa!? jarak antara kita dengan komandan musuh sejarak 30 meter dari jangkauan sniper tanpa scope dan musuh bergerak. Bagaimana bisa?" salah satu pasukan aceh yang tidak percaya apa yang ia lihat


"Hahaha. aku tahu kalian tidak percaya tapi itulah yang harus kalian percayai karena kalian yang melihat itu. nah sekarang kalian ikat pasukan musuh dan komandan itu dengan hidup-hidup!" Teriak Jesi


"Ingat! walaupun musuh tumbang bukan berarti kalian melepaskan kewaspadaan!" Kata Jesi Memperingatkan pasukan Aceh


Para Pasukan Regu Tembak pun mengangguk dan semuanya berlari memperiksa setiap musuh yang hidup dengan kewaspadaan yang tinggi!


Jesi dengan kuda putihnya mendekat ke arah Aaut yang terkapar dengan rasa kesakitan di kaki nya


"Ikat dia!" Titah Jesi


Aaut yang melihat bahwa dirinya dikalahkan oleh pasukan yang dipimpin seorang perempuan membuat harga dan martabat seorang jendral ksatria bergejolak dan tidak menerima


"Menjijikkan!" Kata Jesi sambil menatap musuhnya dengan hina


Jesi tahu raut wajah musuhnya itu yang tak terima di kalahkan oleh dirinya tapi musuh itu harus mengakuinya..


"J - S01 telah menyelesaikan tugas. Ganti!" kata Jesi melaporkan tentang tugasnya telah selesai


Pusat pun mendengar tersebut dan memberi perintah untuk menuju ibu kota yang telah ditunggu oleh Arman dan pasukannya


"Tugas Diterima!" kata Jesi


sementara itu


"Pusat memanggil!" talk tolkie milik Arman


"A-B01 disini untuk menerima perintah! Ganti!" kata Arman


"Pusat memberi perintah untuk melaksanakan tugas berikutnya. Tim selatan telah menyelesaikan tugasnya. Giliran kalian. Ledakkan markas ksatria dan buatlah kepanikkan untuk keluarga kerajaan siam. Ganti!" kata Pusat


Arman sekarang mengetahui bahwa tim selatan telah membasmi jendral musuh


"A-B01 Menerima Perintah!" kata Arman


...----------------...


...BYE...


...----------------...