
BRZ atau disingkat Buruh Rakyat Zalvia adalah komunitas rakyat yang memiliki terkaitan dengan komoditas kehidupan di masyarakat. komunitas ini didirikan oleh istri sebas yang tentunya adalah ibu dari Baste. Hikma. Perempuan berumur 67 tahun tapi wajahnya masih begitu cantik. Hikma menginput setiap golongan petani. Perternak dan Nelayan dan Hikma berada diposisi kerajaan dan Hikma lah adalah sekian dari banyaknya sambungan lidah antara Pemerintah Kerajaan & Rakyat nya
-Istana Kerajaan. Ruang Kantor Pribadi.
"Hikma. saya tahu betapa perjuangan dan gigihnya kamu juga suami kamu. Saya ingin menghargai sebastian. Suami mu dengan penghargaan yang setinggi-tingginya tetapi belum saat saya melakukanya. ada banyak perlu yang kita perbaiki di setiap lini masyarakat zalvia untuk sekarang" kata Raja Firdaus di kursi hitam yang gagahnya
"Yang Mulia Raja. Sungguh keluarga saya telah bersumpah untuk setia dan selalu menerima apapun perintah anda. Mohon perintahkan saya apapun selama itu untuk kerajaan & bangsa zalvia ini" kata Hikma sambil menunduk
Firdaus tersenyum
"Hikma. Java. di beberapa wilayah masih belum tersentuh oleh pendidikkan kita. saya mau kamu dengan komunitas mu dapat memberikan pendidikan. Bangunan sekolah telah selesai. Saatnya kamu Hikma. Melanjutkan perjuangan suami mu" kata Raja Firdaus menjelaskan
Firdaus harus memanfaatkan setiap bawahannya agar mereka bisa menyadari kalau mereka berguna untuknya dan zalvia itu sendiri
"Baik Yang Mulia Raja!" kata Hikma sambil menunduk
firdaus pun mengizinkan hikma pamit karena akan bersiap melakukan perjalanan ke java..
Tok
Tok
Tok
"masuklah Baste" kata Raja Firdaus dari dalam ruangan
Baste ditangannya membawa beberapa berkas yang kemungkinan firdaus akan diperlihatkan
"berkas apa itu?" tanya Raja Firdaus
"Yang Mulia Raja. Beberapa Nelayan meminta kepada polisi untuk mengizinkan mereka kembali berlayar untuk menangkap ikan" kata Baste menyerahkan berkas biru..
Firdaus melihat bahwa ada banyak nama - nama yang didalam sana dan ada perwakilan surat bahwa mereka membutuhkan laut untuk melanjutkan hidup mereka.
"Yang Mulia Raja. Laporan dari ZAL telah keluar dan mereka(smbil menyerahkan Berkas berwarna Merah) berkata bahwa radius 300 meters dari pantai aman dan telah dibersihkan dari hewan - hewan makhluk air yang kemungkinan akan mencelakai para nelayan kita. Selebih dari 300 meters masih perlu untuk diteliti lebih lanjut" kata Baste
"aku akan mengizinkan para nelayan untuk menangkap ikan dalam radius 300 meters dari pantai dan kabarkan perizinkan dari ku ini kepada Komandan ZAL" kata Raja Firdaus
"dan sisanya?" Tanya Raja Firdaus yang masih melihat 2 laporan
"keberuntungan dipihak kita. Yang Mulia Raja. KPZ - Korps Perempuan Zalvia Telah menemukan harta para bangsawaan siam yang telah kita eksekusi sebelumnya. Terdapat 3 juta golden disembunyikan yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal" kata Baste
"selain 3 juta Gold. Kami menemukan 5 tambang Berlian yang belum terekpos oleh kerajaan siam sebelumnya" kata Baste
Firdaus sedikit tersenyum dan pada akhirnya ia bersyukur bahwa pasukannya lah yang menemukannya bukan pasukan aceh.
"untuk 3 juta golden kita bagi rata. 2 juta untuk kerajaan. 1 juta golden kita bagi lagi menjadi 500 dan 500 golden untuk membiayaan pembangunan" kata Raja Firdaus
terlalu banyak gold berterbangan di rakyat akan menyebabkan inflasi dan mungkin akan lebih baik digunakan infrakstuktur dan pembangunan
"500 gold ini seharusnya bisa membangun berapa jalan?" Tanya Raja Firdaus
"500 gold kemungkinan bisa menyambung dari Aceh hingga Salsel(sumatera selatan). Yang Mulia Raja" kata Baste menjawab
"gunakan 500 gold untuk membangun selain jalan raya. Bangunlah pertokoan. Pasar atau hal yang bisa berkontribusi dengan ekonomi terutama pantai" kata Raja Firdaus
'8 tahun belajar ekonomi negara ternyata tidak sia-sia' gumam Firdaus..
...----------------...
...BYE...
...----------------...