Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Nasi Goreng



semua Mentri telah bubar dengan mundur perlahan dan hanya tersisa oleh Sebas & Firdaus.


"Yang Mulia Raja. apa tindakan anda selanjutnya?" Tanya Sebas


"apakah kesultanan Banten tetap menjaga wilayahnya?" Tanya Raja Firdaus


"Menurut analisa saya. Yang Mulia Raja. Semenjak anda memberi perintah kepada Prajurit Zalvia untuk tidak menganggu kedaultan wilayah Kesultanan Banten baik darat dan air. Udara. Maka saya meyakini keruntuhan Kesultanan banten akan runtuh pada 3 tahun lagi" kata Sebas


"Mengapa?" Tanya Raja Firdaus.


"Kesultanan Banten sudah tidak memiliki wilayah strategis kecuali wilayah utama mereka. Wilayah luarnya telah kita ambil alih dan saya belum mendapatkan tanda sinyal membalasan dari pihak Sultan Banten" kata Sebas.


"apa aku harus menyerangnya?" Tanya Raja Firdaus


"Menurut saya. Yang Mulia Raja tidak harus menyerangnya. Biarkan Musuh menghancurkannya. Jika Kesultanan Banten membutuhkan bantuan. Maka kita harus membantunya" kata Sebas mengusulkan saran


"Apa yang membuat mu melarang saya untuk menyerang mereka?" Tanya Raja Firdaus dengan tegas


"listrik. Yang Mulia Raja. Entah mengapa otak saya mengacu kepada hal tersebut dan juga otak saya melarang hal itu. Apakah anda tahu?. Rajaku" kata Sebas sambil membungkuk


Firdaus tidak menyangka secepat itu reaksi dari Kekuataan Lisc terhadap rakyatnya yang sudah melek akan dunia modern.


"Listrik. Suatu hal yang akan kita butuhkan. Sebas. Mungkin saja. di banten ada sesuatu yang membantu kita menemukan hal tersebut" kata Raja Firdaus.


Firdaus mengingat kembali tentang dimana saja wilayah Indonesia yang di dunia dirinya sebelumnya tinggal.


KReeek


Seorang baju putih dengan kepala di bungkus plastik putih itu mendekat dan membungkukkan diri di depan Firdaus.


Firdaus melihat siapa pria ini dan ternyata itu adalah Koki Istana. Firdaus telah mengajarkan hal kesehatan modern dalam memasak di dapur. Seperti Pakaian baru para koki yang safety dan membuat makanan tidak tercampur keringat atau rambut. Dan sarung tangan.


"ada apa kamu kesini. Jack?" kata Raja Firdaus Bertanya


"Yang Mulia Raja. Makanan Anda telah siap. Apakah saya harus membawakan makan anda disini?" Kata Jack sambil membungkuk


"semua makanan saya taruh saja di ruang makan istana. saya akan selesai dalam beberapa menit dengan sebas. Saya harap kamu mengerti" kata Raja Firdaus.


Masih ada beberapa yang harus firdaus obrolkan dengan sebas.


"Yang Mulia Raja. Beribu-ribu ampun hamba mu ini. Tapi baginda harus makan. waktu akan semakin gelap. Tidak baik anda makan di malam hari" kata Sebas yang mencuat kembali.


-Sesampainnya di Ruang Makan.


"Selamat Datang. Yang Mulia Raja" kata Para Pelayan sambil membungkuk.


Firdaus pun mengangguk. Dirinya harus tetap tegak dan berpura-pura dingin agar tetap di hormati sebagai Raja Mereka.


salah seorang pelayan pria itu menarik kursi untuk firdaus duduk.


"Yang Mulia Raja. Maafkan kami yang lalai menerima seorang penghianat untuk melayani anda. Maafkan kebodohan kami" kata Pelayan pria itu.


"Niji. Dengarkan Saya. Saya berada disini untuk makan. tinggalkan urusan itu saat tidak disini" kata Raja Firdaus.


Selain para pelayan yang berada. Ada juga prajurit zalvia. Semenjak Penculikkan Ginu dan para prajurit yang gagal menangkap. dan inilah hasilnya. Firdaus membuat semakin ketat. Setiap makanan masuk dan keluar akan diperiksa. Firdaus bukan takut mati tapi mempertahankan sebuah Kerajaan yang diisinya ada rakyat yang mempercayai kehidupannya pada nya.


"Maafkan kebodohan hamba yang lupa dimana kita berada. Silahkan Baginda Raja menikmati hidangan Kami!" kata Niji sambil membungkuk menyesal.


PLOK


PLOK


Niji menepuk tangan sebagai kode untuk troli makanan segera datang..


"Yang Mulia Raja. Makanan menu hari ini adalah Nasi Goreng. Kami telah mempelajari buku - buku yang telah anda berikan dan kami meyakini makanan pertama kami adalah yang terbaik untuk mulut anda cicipi" kata Niji dengan kata hiasan yang lembut dan menawan.



ini visualnya)


"Ini indah. saya menyukainya. Baiklah. Kembali ke posisi mu. Niji" Titah Raja Firdaus


"saya senang anda menyukainya" kata Niji sambil membungkuk lalu mundur perlahan.


...----------------...


...BYE...


...----------------...