Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
KPZ



KPZ - Korps Perempuan Zalvia sebuah batalion Dari angkatan Bersenjata Zalvia Yang di buat oleh Ratu IX Dan di aktifkan kembali oleh Firdaus yang kini dipemimpin oleh Jesi yang memiliki julukan Si Perempuan Gila. jesi gila karena gila akan perang. Membunuh dan berani mati bagi negara yang telah menolongnnya.


Kantor KPZ-


sebuah kantor yang berlokasi entah dimana itu berada hanya segelintir orang tahu mereka dimana


"Komandan Jesi. Yang Mulia Raja Ingin Bertemu dengan Anda" kata Prajurit itu sambil membawa surat dengan lambang kerajaan.



(ini dia lambang Resminya).


"Yang Mulia Raja memanggil saya?. Baiklah. Saya akan kesana" kata Jesi dengan heran tapi tidak ingin menolak panggilan dari Raja nya itu.


Jesi bersama 3 bawahan kepercayaannya dan prajurit zalvia yang membawa surat tersebut langsung menancapkan mobil menuju istana kerajaan di Ibu Kota.


dibutuhkan 2 jam perjalanan dari asal markas jesi berada. Jesi memilih markas utama yang jauh dari ibu kota dan menyisahkan beberapa ribu di Ibu Kota Agar keamanan tetap terjaga.


2 jam kemudiaan.


"silahkan. Komandan Jesi. Anda sudah ditunggu Yang Mulia Raja" Sebas. Sang Penasehat Raja.


Jesi yang pernah melihat Perawakkan Sebas sebelumnya itu hanya mengangguk.


"Saya senang Yang Mulia Raja mendengar Nasehat saya untuk memanggil anda" kata Sebas berjalan santai bersama Jesi menuju Ruang Tahta


Tok


Tok


Tok


Penjaga Pintu Ruang Tahta Membuka pintu itu dari dalam dan betapa terkejut Jesi Pertama kali melihat Megah & Mewahnya Ruang Tahta Kerajaan dimana tempat singasana raja berada.


Jesi mengkuat kakinya untuk terus menghadap kedepan karena Rajanya telah menunggu dirinya.


"Salam Hormat saya. Yang Mulia Raja. Firdaus. Saya Jesi Dari Korps Perempuan Zalvia datang menghadap anda" kata Jesi sambil Berlutut


"Jesi. Saya ingat Anda. Saat Anda menuntaskan wilayah Selatan Sumatra. Prestasi Gemilang anda dalam memimpin Sebuah peleton membuat saya kagum saat itu. Kali ini memiliki perintah resmi untuk mu. Jesi" kata Raja Firdaus


"atas Nama Korps Perempuan Zalvia - KPZ. Saya Sangat Senang dan bahagia anda mempercayai Saya untuk menunaikan perintah anda" kata Jesi dengan sedikit memuji Firdaus.


"Jesi. Saya Mendapatkan Laporan dari beberapa Prajurit di lapangan tentang mereka menemukan beberapa kelompok perempuan yang mempegangi peralatan Militer bekas Musuh Kita. Saya Harap kamu dapat bernegosisasi untuk mereka bergabung dengan Korps mu. Saya ingin kamu melakukan segala cara menundukkannya. Jika kamu tidak berhasil. Saya izinkan membunuh mereka setelah 3 kali percobaan anda membujuk mereka" kata Raja Firdaus menjelaskan situasi tempat yang akan dirinya perintahkan Kepada Jesi.


Sebas memberikan sebuah selembaran kertas yang ternyata itu adalah Gambar yang memiliki hasil jernih pada tahun 1901 tersebut.


"jika kamu bertanya kenapa tidak korps utama saja yang harus saya perintahkan untuk menundukkannya itu adalah perintah yang salah bagi saya. Karena saya meyakini bahwa sifat manusia akan keras jika di kerasi. Dan akan lembut jika diperlakukan dengan baik. Saya percaya korps mu adalah yang terbaik dan juga ini sebagian nasehat dari sebas yang memilih mu sebagai jalan keluar" kata Raja Firdaus


"Apakah kamu bersedia?" Tanya Raja Firdaus lanjut.


"Yang Mulia Raja. Hamba Mu yang Rendah ini akan melaksanakan perintah baginda. mohon menunggu Kabar baik dari korps kami dan kami berharap membawa pulang keberhasilan untuk Raja & Bangsa Ku" kata Jesi dengan bangga


...----------------...


......BYE......


...----------------...