
Jesi sudah berada di tanah jawa. Jawa kini di pimpin oleh Hernya.
"Selamat Datang. Komandan Jesi" kata Hernya
Jesi hanya tersenyum mendapatkan sambutan baik dari Hernya
"Tak perlu sesopan itu. Saya tahu tahu pangkat anda lebih tinggi untuk saat ini. Jadi tak perlu sungkan memanggil nama saya. Hernya" kata Jesi
Hernya hanya bisa tertawa mendengar hal tersebut
"baiklah. Apa kedatangan anda? nona jesi" kata Hernya sambil memberikan teh
Jesi mengeluarkan sebuah surat. Surat itu adalah Surat perintah yang dikeluarkan dari Yang Mulia Raja Seorang
"A--Apa kamu mendapatkan perintah raja wilayah sini? apa yang beliau tugaskan untuk mu?" Tanya Hernya terkejut
"Yang Mulia Raja ingin aku mengumpulkan semua perempuan jawa dan aku harap kamu bisa membantu ku" kata jesi
"Ap!!!aaa?? perempuan? Apakah Yang Mulia Raja sudah menginginkan Pewaris Tahta?" Tanya Hernya dengan ngasal
Bugh
Jesi memukul lengan Hernya karena dirinya kesal tentang hernya yang selalu ceplas ceplos ketika sudah penasaran
"kau adalah tentara tapi kelakuan mu seperti para tetangga yang ingin tahu kehidupan orang lain" kata Jesi dengan memutar matanya dengan malas.
"hahaha. Baiklah. Aku tahu tempat yang bagus untuk mu" kata Hernya
Jesi mengangguk dengan kebingungan.
Mau tak mau Jesi Mengikuti Hernya yang dirinya pun juga ikut bingung mengapa harus mengikuti orang itu tersebut.
Beberapa menit kemudian
"Disinilah kita" kata Hernya
Jesi sedikit melongo dengan tempat layaknya barak tentara pada umumnya
"Tempat apa ini?" Tanya Jesi
"tempat ini dibikin setelah kemenangan Kita di pulau jawa. Kami mengembangkan dan benar-benar memusnahkan para tentara musuh dan membudidayakan Rakyat jawa untuk bergabung. Sama halnya di Sumatra. Hendrik telah mengembangkan pulau itu maju lebih baik dari sebelumnya. Aku sebagai pemimpin wilayah pulau jawa tentu tidak akan dan tidak ingin Yang Mulia Raja Kecewa pada ku sehingga aku sedikit memanfaatkan mereka untuk lebih kuat dan lebih tangguh. Rakyat di pulau jawa manapun akan terus diwajibkan sebagai Militer yang mampu memiliki pengalaman bersenjata!" kata Hernya menjelaskan situasi.
"Gana! Kemarilah!" Teriak Hernya memanggil
Seorang Perempuan kurus walaupun tak sekurus seperti yang dibayangkan oleh orang lain tapi tubuh perempuan yang dipanggil oleh Hernya adalah yang tercantik
"Jesi. Aku kenalkan Perwira Tentara Perempuan yang terbaik di PPJ ini. Gana perkenalkan salam mu!" kata hernya
"Siap Laksanakan!" Teriak Gana Patuh
"Izin Perkenalkan Diri!. Nama Saya Adalah Gana. Seorang Rakyat yang membela tanah air dan nama bangsa zalvia. Saya berpangkat Newbie I" kata Gana memperkenalkan diri
"Halo Gana. Kenalkan saya Adalah Jesi. Saya adalah komandan sekaligus kapten perang pasukan tentara perempuan zalvia" kata Jesi memperkenalkan diri.
Gana yang mendengar itu pun langsung membungkuk
"maafkan kebodohan saya tidak tahu anda seorang komandan!" kata Gana menyesal
"Tak masalah" kata Jesi
"Hernya. Katakan siapa Yang mengajari mereka?" Tanya Jesi
Hernya menatap Jesi dan sepertinya Hernya mengkhawatirkan keselamatan pasukan zalvia
"Jangan takut. Mereka akan membela dan rela mati demi Raja & Bangsa Zalvia. dan siapa yang mengajarinya? dia adalah Liona & Hiden" kata Hernya
Jesi yang mendengar itu pun langsung menghelas nafad lega.
"baiklah. Aku tunjukkan beberapa hal di PJJ ini. Aku harap kamu suka dengan tempat ini
...----------------...
...BYE...
...----------------...