
Firdaus pun memerintahkan Baste untuk mempersiapkan Rapat kepada dua delegasi tersebut dengan ruang tahta sebagai tempat rapat tersebut
"Maafkan saya yang belum bisa menyiapkan hal - hal politik seperti ini karena bangsa kami baru saja menang dari perperangan atas musuh-musuh kami jadi harap di maklum" kata Raja Firdaus dengan nada satir..
Kreeekk
"Cepat-cepat. Kamu taruh disana dan disana" kata Baste dengan heboh memberi perintah kepada beberapa prajurit yang membawa meja. Kursi. Dan makanan
"Hahaha. Tak masalah Yang Mulia Raja. kami mengerti keadaan anda" kata Bing dengan senyum yang dipaksakan..
"Yang Mulia Raja. Tempat untuk rapat telah siap" kata Baste dengan menunduk
"Baiklah" kata Raja Firdaus mulai berdiri dari tahtanya
"Tuan-Tuan. Bagaimana kita melakukan obrolan ini dimeja yang telah disiapkan? Saya sungguh tidak enak menyambut tamu dengan berdiri. Ayo silahkan duduk" kata Raja Firdaus menawarkan diri
"Ahhh terimakasih Yang Mulia Raja. Maaf merepotkan. Tuan Baste. Raja Firdaus" kata Durent dengan mencoba tersenyum
"Jadi kerjasama apa yang kalian ingin kalian bahas dengan Zalvia?" Tanya Raja Firdaus dengan menatap kedua delegasi yang tajam
Tampaknya bing ingin memulai obrolan tapi terlebih dahulu durent melakukannya.
"Sebelumnya. Terimakasih atas kerajaan anda menguasai wilayah separuh Asia tenggara. Sungguh mengejutkan bagi saya mendengar nama Kingdom Of Zalvia mulai berdiri dan mencurahkan citranya sebagai negara kerajaan yang berkembang pesa--" ingin durent melanjutkannya tapi dihentikan oleh Raja Firdaus
"Cukup Basa basi anda. Tuan Durent. seperti saya telah yakin bahwa ada seorang bawahan saya yang telah memperingatkan kepada kalian untuk tidak melakukan basa basi berlebihan atau pujian tak perlu. Saya yakin anda paham" kata Raja Firdaus dengan nada sarkas
Durent tercengang mendengar hal tersebut tapi mulai mempertahankan senyumnya.
"negara kami ingin anda membantu negara kami untuk membantu dan melindungi Kesultanan Aceh" kata Durent yang langsung ke intinya
"Kesultanan Aceh?" Kata Raja Firdaus bertanya sejenak
"Ahh. Apakah maksud anda adalah Kesultanan Aceh yang berada di ujung pulau sumatra?" Tanya Raja Firdaus
"Benar. Kami ingin anda membantu kami untuk melawan kerajaan belanda. anda dan negara saya memiliki musuh yang sama sehingga kemungkinan kita memiliki cara untuk menghabisi musuh secara bersamaan" kata Durent
"mengapa anda meminta Kerajaan Zalvia untuk membantu negara anda dalam melindungi Kesultanan Aceh?" Kata Raja Firdaus bertanya-tanya
Durent mengambil sebuah berkas dalam tas yang ia bawa dan memberikannya kepada Raja Firdaus.
"Kami memiliki janji pertahanan. Kedua belah pihak. Inggris - Aceh. Kami adalah protektorat dari Aceh namun sayangnya kami tak bisa melindungi aceh dalam waktu cepat karena armada laut kami tersebar dari beberapa belahan bumi dan armada pusat menuju Aceh memakan waktu setidaknya 10 Hari dan kami khawatir gagal dalam melindungi protektorat kami dan lebih mengkhawatirkan lagi adalah beberapa Pasukan Laut Kerajaan Belanda yang masih berada dalam wilayah asia tenggara ini dan juga itu akan membuka peluang besar bagi kerajaan belanda menang dan maka dari semua kami memutuskan dan memohon ketersediaan anda untuk membantu kami dalam melawan kerajaan belanda. Musuh yang sama kita lawan itu" kata Durent
Firdaus menghelas nafas
"kami tak memusuhi siapapun secara abadi. Kami hanya melakukan perperangan untuk mengambil wilayah nenek moyang kami yang telah diambil oleh para penjajah tak tahu diri" kata Raja Firdaus Dengan nada marah(lanjut)
Baste memenangkan Rajanya yang marah-marah itu untuk tetap tenang dan tidak hilang kendali..
"Ahem. Terimakasih baste. Baiklah. Tuan Durent. Seperti anda dengar. Bangsa zalvia tidak memusuhi siapapun untuk lebih dalam. Kami memusuhi mereka karena mereka mengenggam wilayah lama kami dan itu tidak lebih lalu persoalan permintaan kerjasama anda kepada saya. Selaku raja zalvia akan mempertimbangkan hal tersebut" kata Raja Firdaus I
Durent hanya diam mengangguk dan lebih memilih tidak menjawab daripada mati konyol
"Baiklah. Tuan Bing. Selanjutnya anda. Apa yang anda ingin ajukan ?" Tanya Raja Firdaus
"Izinkan kami memasuki perlintasan laut Banten dan laut malaya(maksud: laut singapore) dan kami membutuhkan keamanan saat berada di wilayah anda" kata Bing mulai bersuara..
Firdaus mendengar pernyataan Bing tentang mengajuan tapi itu membuat firdaus kembali mengingat bahwa ia pernah memberi perintah kepada armada laut untuk melarang aktivitas perdagangan kecuali Kapal Milik Rakyat Zalvia atau Tentara Zalvia itu sendiri.
"pengajuan anda membuat saya teringat kembali perintah saya yang dulu dan saya berterimakasih untuk itu tapi saya menolak saat ini untuk membuka Perlinatasan laut malaya ke Laut Banten hingga ke laut hindia karena kami yakin masih ada tentara musuh kerajaan belanda dan kerajaan inggris bersembunyi diantara sejengkal wilayah laut kami sehingga kami beryakinan untuk membersihkan hal tersebut demi menjaga keamanan dan nyamanan bagi setiap kapal yang melewatinya" kata Raja Firdaus dengan nada tegas dan berwibawa.
"akan tetapi. Tuan Bing. Saya akan memikirkan hal itu juga" kata Raja Firdaus.
2 jam kemudian..
Selesai rapat. Firdaus mengajak Kedua delegasi untuk icip-icip makanan khas zalvia mulai dari gado - gado dan lalapan terasi dan bakso goreng & kuah. Semua makanan itu berasal dari otak Firdaus yang ingin menciptakan makanan sama seperti di indonesia tapi firdaus ingin makanan itu juga untuk memperkenalkan zalvia kepada dunia.
1 jam kemudian
Makan makan telah selesai dan para delegasi kembali ke penginapan mereka yang tak jauh dari istana kerajaan karena firdaus meminta mereka ketika sewaktu-waktu dirinya berubah pikiran..
"Baste" kata Raja Firdaus memanggil
"kirim surat kepada Kesultanan Aceh bahwa aku akan datang ke wilayahnya secara damai dan datang sebagai tamu" Titah Raja Firdaus
"T--Tapi Yang Mulia Raja. Bukankah Kesultanan Aceh pada saat ini sedang krisis perang karena tentara Kerajaan belanda lah yang membuat Wilayah Aceh memanas dan tak cocok untuk dikunjungi dan bisa tiba-tiba perang mulai saat anda berada disana?" Kata Baste yang mencegah Rajanya mengunjungi wilayah konflik tersebut
"Tak Masalah karena saya raja mu. Sebagai raja. Aku tak sembarangan memberi perintah kepada mu jadi patuhilah dan ikuti lalu lihat bagaimana Raja mu mengendalikan situasi" kata Raja Firdaus dengan tersenyum
...----------------...
...BYE...
...----------------...