
Firdaus sedikit kurang yakin bahwa itu adalah sebuah bangunan yang dianggap istana oleh sebas dan masyarakat lokal lainnya.
'jika dianggap istana sih tidak. Tapi melainkan rumah seperti mansion' gumam Firdaus
Sebuah bangunan yang dipikir firdaus layaknya sebuah mansion yang bertingkat 3 lantai yang terisi disetiap sudutnya memiliki penjagaan tentara musuh.
"Yang Mulia Raja. mengapa kita tidak melakukan nya sendiri?" Tanya Sebas
"Jangan Gegabah. sebas. walaupun mereka adalah musuh tetapi kita harus menghormati wilayah Tarumannegara" kata Raja Firdaus
Sebas keherenanan mendengar itu. Dan lebih heran nya yang sebelumnya adalah rajanya akan membebaskan raja asli tarumannegara sementara raja yang selalu ia abadikan namanya dan kesetiaannya bisa saja melakukan invasi tapi berbeda.
'apa yang akan dilakukan RajaKu selanjutnya?' gumam Sebas bertanya-tanya.
"Yang Mulia Raja. Maafkan Hamba mu yang kecil ini lancang bertanya. Apa penyebab baginda membebaskan pulau-pulau disebrang wilayah kita?" Tanya Sebas sambil bersujud ditanah dengan bertanya.
Firdaus pun melirik dan ia menghelas nafas karena inilah yang ia tunggu dari pertanyaan sebas.
"Baca buku ini. Sebas" kata Raja Firdaus.
Sebas sedikit bingung dengan raja nya memberikan buku kepadanya.
"Bacalah buku ini. Ini adalah buku sejarah leluhur Para Kaisar Zalvia. Sebenarnya. Wilayah kerajaan Zalvia adalah luas bahkan meluas hingga timur atas(asia timur. Kek China. Jepang. Korea). Tetapi itu semua sirna karena perpecahan Internal yang disebabkan oleh para pewaris Tahta yang menginginkan diri mereka menjadi kaisar selanjutnya. Status Zalvia bukan sebagai sebuah kerajaan kecil melainkan Kekaisaran Zalvia yang mengarungi dunia dengan kekuataan dan sekarang kamu bertanya mengapa saya membebaskan pulau-pulau ini? Karena saya butuh wilayah zalvia kembali besar. Walaupun tak sebesar para pendahulu. Setidaknya kita bisa memperluas wilayah dan tidak hanya berkutat di wilayah kecil. saya ingin menunjukkan bahwa kebangkitan Zalvia akan datang! Sangat dekat kepada wajah-wajah yang ingin zalvia hancur!" kata Raja Firdaus
Selama 18 tahun. Firdaus sudah melihat bagaimana dikma sebuah kerajaan atau kekaisaran yang selalu ribut akan internal dikarenakan Pewaris Tahta. Firdaus pun harus bertekad meluas wilayah zalvia kembali walaupun tidak seluas di buku sejarah zalvia ini.
'Sepertinya harus membebaskan seluruh nusantara dan menjadikan wilayah Zalvia adalah ide yang tidak buruk. Setidaknya setelah menguasainya maka nama-nama pahlawan indonesia agar diri ku tak berdosa' gumam Firdaus.
"Kita harus percepat menguasai wilayah ini. Sebas. Aku tak mau berlama-lama. aku tahu aku egois dan terburu-buru tapi aku tidak mau disaat pembangunan tiba-tiba musuh datang" kata Raja Firdaus dengan nada khawatir.
Sebas yang mendengar itu pun memaklumi kekhawatiran rajanya dan mulai memikirkan rencana terbaik untuk Rajanya
"Yang Mulia Raja. Hamba akan berusaha memenuhi segala keinginan anda untuk memajukan Bangsa Zalvia. Bangsa yang kita layani" seru Sebas.
Firdaus mengerti dan mengangguk karena ia yakin sebas yang sudah sangat setia itu pasti akan mencari jalan terbaik untuknya.
"Sekarang. Kirimkan pesan kepada Joy. Hendrik. Hernya untuk datang ke ruang Tahta. kita akan kembali setelah menyelamatkan ginu" kata Raja Firdaus.
Firdaus pun mendekat kepada para prajurit yang sudah berbaris rapi karena melihat raja mereka datang kepada mereka
"Prajurit! Apa kalian siap bertempur mati demi Aku Sebagai Raja Kalian?" kata Teriak Raja Firdaus
"Tidak!" Teriak Prajurit serentak
"Jika Kami Mati lalu siapa yang melayani anda. Yang Mulia Raja. Cahaya & kehidupan kami adalah anda. Kami akan terus mengabdi hingga titik darah penghabisan!" kata Para Prajurit serentak
"apa kalian takut mati?" Tanya Raja Firdaus dengan lantang
"Tidak! Jika Raja kami tidak takut. Maka mengecutlah kami jika kami takut mati!" kata prajurit serentak.
"kami siap mati karena bangga mati dengan melindungi bangsa & Raja!" kata Para prajurit
"Prajurit. SIAP KAN SENJATA KALIAN!" Teriak Raja Firdaus.
GRAK!
"Aku Perintahkan kalian. Leluntahkan tentara musuh yang bengis. Yang telah membunuh keluarga kalian. Yang telah membuat keluarga kalian dan kalian menderita!" kata raja firdaus berteriak
"Serang!" Titah Raja Firdaus dengan tangannya menuju bangunan musuh.
Para Prajurit Zalvia yang bersama firdaus & sebas itu terbakar semangat dan juga kebencian atas musuh dibawah sana yang telah melakukan tindakkan tak bermoral. Membunuh keluarga mereka hingga membuat mereka menderita. para prajurit dalam hatinya adalah kebencian yang harus di balas dengan nyawa!
...----------------...
halo teman-teman. Terimakasih atas membaca novel ini. namun jangan close dulu halaman. saya sedang dalam praktek pembuatan & penjual Mug Gelas. Izinkan saya sedikit promosi dan siapa tahu diantara kalian dapat berminat
Gambar-Gambar diatas adalah sebagai contoh Dalam produk pembuatan Mug dari kelompok kami. dan selain itu kakak-kakak sekalian dapat merequest dengan harga yang terjangkau. untuk saat informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya di nomor WhatsApps dibawah:
Mohon Maaf apabila promosi ini tidak membuat kalian nyaman. Tapi apa daya kami yang berusaha keras untuk menghasilkan karya terbaik kami dapat terjual dan disenangi oleh para pelanggan kami. Terimakasih
...----------------...
...BYE...
...----------------...