Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Rapat Adipati - 1



"Maaf. Siapa nama anda. Wahai perwakilan banten?" Tanya baste(mewakili firdaus)..


"maaf ketidaksopanan saya ini. perkenalkan nama saya adalah Mohammed Rayyan. Saya adalah utusan atau kalian sebut perwakilan dari Kesultanan Banten" kata Rayyan memperkenalkan diri


Rayyan sedikit menundukkan kepala agar demi menghormati setiap yang mendengarkan perkenalkannya itu..


Firdaus berbisik kepada Baste..


"Yang Mulia Raja Berkata. Mengapa sebuah bangsa seperti kesultanan Banten meminta bantuan kepada kami dengan wilayah yang baru berkembang?" kata Baste mengulangi pertanyaan firdaus..


Rayyan mendengar itu tidak tersinggung melainkan rayyan perpikir bahwa itu adalah pertanyaan yang sudah seharusnya pemimpin sebuah bangsa lakukan.


"SultanKu sudah mengetahui pertanyaan anda. Kesultanan Kami mengurangi daya anggaran militer dan hanya melakukan defense demi rakyat. Terlebih lagi kami sudah kehilangan setidaknya 40 ribu jiwa dan SultanKu tak ingin melakukan hal itu kembali dan memilih mempertahankan negara dan rakyat. Jika anda bertanya mengapa kami memilih anda untuk membantu kami adalah karena kekayaan militer dan akhir-akhir ini negara anda berhasil mengalahkan musuh yang sama. Saya berharap adanya Yang Mulia Firdaus untuk menimbang permintaan egois kami" kata Rayyan..


Firdaus menyender sejenak dan lalu minum yang sudah distrilkan oleh Baste.


"Aku mengerti. Aku. Raja Zalvia XI. Firdaus de zalvia. Akan membantu kalian. Kesultanan Aceh. Dan soal permintaan hasil bantuan itu akan kita bicarakan setelah rapat ini. Bagaimana?" Tanya Raja Firdaus


Rayyan mengangguk setuju lalu kembali duduk.


Setelah Rayyan duduk. Barulah sang tuan rumah bangkit dan berkata


"Pada Tuan-Tuan Yang Terhormat. izinkan saya memperkenalkan diri secara formal. Saya Adalah Adipati Wilso Riguna Dari pulau Java Timur(Author: atau dikenal Jakarta Timur)" kata Wilson



ini dia visual pembagian wilayah)


Pulau Java yang sekarang bukan bentuk kesatuan. Mereka adalah sebatas kerajaan atau adipati yang tersendiri jadi mudah bagi musuh menaklukkannya. ya seperti contohnya Kerajaan Zalvia Berhasil menaklukkan Musuh beserta para adipati di wilayah Pulau java ini terkecuali Kesultan Banten karena fokus Firdaus bukan disana..


Satu persatu adipati memperkenalkan diri...


Adipati Bhyakta cyapata - Dari Wilayah Timur(Author: sekitaran Surabaya)


Raja Djani Djatmiko - Dari Kerajaan Yogyakarta



ini kosong. So beri nama pronvinsi yang bagus menurut kalian).


Beberapa orang penting dan sentral kekuasaan berada di meja itu.


"Baiklah. karena para adipati pulau java sudah memperkenalkan diri. maka izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Adalah Adipati Hendry Mochtar" kata Hendry dengan memperkenalkan diri dan membungkuk hormat kepada yang mendengarkan..



yok isi nama yang cocok?)


-Skip perkenalan


"di rapat ini kami mengajukan banding. Kami telah mendengar peraturan kerajaan anda. Yang Mulia Raja. Anda Melepaskan segala bentuk Strata Sosial Kebangsawanan. Kami berharap anda tidak melakukan hal yang sama dengan kami. Kami akan tetap tunduk pada Pemerintahan & Aturan Anda" kata Wilson berkata.


"Yang Terhormat. Yang Mulia Raja. Apa yang dikatakan Adipati Wilson Adalah benar. Rakyat akan sangat kebingungan dan berharap adanya Perlindungan dari tuan tanah(Adipati) untuk menjaga keluarga dan kehidupannya. Apa jadinya jika Anda jauh dari kami? maka tolong terima pengajuan kami dan kami siap menjadi membantu anda dalam mengurusi wilaya-wilayah anda" kata Adipati Mochtar.


Semua adipati setuju kecuali Raja Yogyakarta dan Firdaus itu sendiri..


"bagaimana tanggapan anda. Raja Djatmiko?" Tanya Raja Firdaus iseng.


Raja Djatmiko itu pun matanya melirik kepada Firdaus


"Saya tak keberetan akan status Raja atau kebangsawanan saya menghilang. Asal kerajaan anda tidak menyentuh Kebahagiaan & Kehidupan Rakyat Jogja. Saya tak bermasalahkan" kata Raja Djatmiko


Firdaus tersenyum mendengar pendapat Djatmiko.


...----------------...


......BYE......


...----------------...