Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Peti Emas



"TEMBAK!" Titah Sebas


Duuuuaaar


Dua rudal hypersonic Itu meledak tepat pada sasaran lambung kapal


Sebas yang melihat itu pun terkejut dengan daya ledakannya yang besar dan membuat satu kapal sekaligus dengan para musuh didalamnya meninggal seketika


'S--Sungguh sadisnya Yang Mulia Raja Menghadapi Musuh!' gumam sebas yang melihat itu pun juga ikut bergidik ngeri.


"Tuan Sebas. Perintah anda selanjutnya?" Tanya Agza sang kapten kapal.


"Agza. Buat diri kita mendekat kesana. Aku mau melihat adakah yang masih hidup disana" kata Sebas


"Baik Tuan Sebas" kata Agza tanpa bantahan atau pertanyaaan.


Agza pun lalu memerintahkan sang supir kapal itu untuk mengarah ke arah selatan


Tiiiiiin(suara khas kapal lah intinya)


Kapal itu bergerak menuju Tempat musuh berada.


Hanya beberapa menit saja. Kapal ssbas berhasil mendekati tempat musuh awalnya berada akan tetapi


"T--Tuan Sebas!" kata agza yang masih terbatah-batah


"Hmm saya tahu. Senjata Yang Mulia Raja sebut sebagai Rudal Hypersonic Zav adalah senjata mematikan yang pernah manusia buat. Beruntung Yang Mulia Raja adalah Raja kita. Agza" kata Sebas melihat tak ada satupun bangkai atau manusia yang berada di permukaan air.


"apaan Tuh!?" teriak salah satu bawahan agza yang menunjuk ke suatu arah.


Sebas yang mendengarkan hal itu pun segera melihat apa yang ditunjukkan oleh bawahannya.


Sebas terkejut ternyata itu adalah peti emas tapi mengapa itu mengambang? Itulah pertanyaan Sebas


"Agza. Suruh bawahan mu berenang dan membawa Peti Emas itu kesini" Titah Sebas.


Agza pun mengangguk. Lalu dia memerintahkan 2 Bawahannya untuk mengambil peti emas itu.


"Albis dan Labis. Kalian cepat turun kebawah dan ambil peti emas tersebut!" Titah Agza kepada dua bawahannya tersebut.


"Baik Tuan!" kata Albis & Labis serentak mematuhi perintah itu.


Albis & Labis segera menuju pinggiran kapal lalu melompat ke permukaan Air dengan Gagah berani.


Byuuur


Albis & Labis itu berenang menuju peti emas sementara di sebas dan lainnya memantau sekitaran Kedua orang yang berenang itu agar aman membawa peti emas.


"T--Tuan Sebas. Maafkan Hamba mu ini lancang. Kita berada di tengah laut apa yang menjadi kemungkinan kita menjadi waspada?" Tanya Agza dengan gugup takut


Sebas yang mendengar itu pun tersenyum dan mendekat.


"Lihat dibawah air ini. Agza. Dibawah ini banyak Monster atau ikan memakan Manusia. Yang Mulia Raja Pernah bercerita kepada saya. Bahwa Ada sebuah ikan besar berwarna biru yang memakan manusia tanpa ampunan. Maka da--" ingin Rasanya sebas menjelaskan lebih lanjut tentang ikan apa yang dimaksud tiba-tiba dirinya mendengar tembakan


Doooor!


DOoorr!


"Kenapa kamu menembak tanpa perintah!?" Tanya Sebas tiba-tiba dengan kesal.


"M---maafkan saya Tuan Sebas. Tapi perlihatkan mata anda dengan jelas. Disana Ada ikan besar yang Hampir memakan Labis & Albis" kata Bawahan Agza yang tiba-tiba menembak itu.


Sebas pun mengambil terompongnya dan melihat.


Sebas terkejut dengan apa yang dirinya lihat.


"T---Tidak Mungkin Itu tidak mungkin. Yang Mulia Raja saja mengatakan bahwa Ikan itu sudah tiada(punah) di dunia ini. M--mengapa ikan itu ada!" kata Sebas dengan ketakutan melihat besarnya ikan itu.


Agza yang mendengar suara ketakutan Tuannya itu pun dibuat penasaran akan hal itu.


"T--Tuan apa yang menjadi ketakutan anda?" Tanya Agza dengan gugup ketakutan.


"Agza. Lebih baik siapkan rudal Hypersonic kita. Panggil Labis & Albis kemari. Lupakan Peti emas itu!" kata Sebas nada seperti orang ketakutan


Agza pun mematuhi perintah itu lalu dengan peluit ciptaan Yang Mulia Raja tersebut. Albis & labis yang mendengar bahwa suatu peluit jika dibunyikan maka ada tanda bahaya dan harus kembali.


"Ayo kita kembali. Tinggalkan peti emas itu karena pasti ada bahaya yang terjadi sehingga peluit itu berbunyi" kata labis


"Apa!? Kembali? Kita sudah sedekat peti emas itu mengapa kita tidak ambil sekaligus?" Albis membantah.


"jangan bodoh kamu Albis. Ayo cepat" kata Labis dengan berenang


Tapi Albis tidak mendengar itu. Dan peluit kedua kali terbunyikan.


Albis berenang menuju Peti emas lalu kembali sedangkan labis kembali tanpa peti emas itu.


'bodohnya orang itu. Apa yang dia pikirkan saat ini?' gumam sebas bertanya-tanya melihat tingkah kebodohan bawahannya


...----------------...


...BYE...


...----------------...