
"Selamat Datang Tuan bing dan Tuan Durent di kerajaan Zalvia Kami" kata Baste menyambut
Durent & Bing menerima sambutan itu dengan keduanya mengangkat topi.
Durent adalah Delegasi dari Inggris sedangkan Bing adalah Delegasi dari Perancis
"Terimakasih Tuan Baste. Apakah Raja Firdaus I. Raja Anda dapat menemui kami?" Tanya bing
"Tentu Tuan Bing. Raja Kami bersedia untuk bertemu dengan anda" kata Baste dengan nada formal & senyum
Firdaus mengajarkan semua staff negara serta prajurit istana Kerajaan untuk menyambut tamu apabila itu datang dengan baik dan sopan. tutur kata & sikap perlu diperhatikan disaat ada kunjungan tamu..
Baste pun meminta kepada ke delegasi untuk mengikuti nya ke ruang Tahta..
"Sungguh Istana yang luas ya. Tuan Baste" kata Durent yang terkagum akan deskorasi dan tata ruang istana itu
"Terimakasih Tuan. Kebetulan Yang Mulia Raja. Raja Kami sangat mementingkan kebersihan dan kerapihan dimana beliau berada" kata baste dengan tersenyum.
Baste pun mulai bercerita tentang istana dan kerajaan Zalvia Berdiri
"Kerajaan Zalvia atau dulu dikenal Kekaisaran Zalvia berdiri pada 19 Maret 1367 atau 537 tahun namun pada 40 tahun kemudian Kekaisaran Zalvia Runtuh dari akibat perebutan Tahta Kekaisaran. Saat itu Kaisar ZAR Ke-50 memiliki 8 anak. 5 Putra 3 lainnya adalah Putri dan terjadilah perebutan Tahta yang tak menentu hingga moment itu dimanfaat kan oleh kerajaan-kerajaan yang dibawah kekuasaan kekaisaran mulai melakukan pemberontakkan dan tak ampun pembunuh setiap keturunan kekaisaran" kata Baste mulai bercerita
"Jika Tuan-Tuan bertanya mengapa Bangsa Zalvia tetap bisa berdiri walaupun kekaisaran zalvia kami runtuh itu semua bisa terjadi dari keturunan - keturunan Kaisar ZAR yang mulai berkelana ke penjuru dunia dan dari salah satu keturunan Kaisar ZAR yang berhasil membangun ulang kekuasaan zalvia di kawasan asia ini dan Nama Raja itu adalah Raja Zarta. Kakek dari Raja Firdaus I" kata Baste lanjut
"Sungguh kami berduka atas keruntuhan Kekaisaran Zalvia. Tuan Baste" Kata Bing mewakili Durent
"Tak masalah. oh tak terasa kita sudah sampai di ruang tahta. Dimana Raja Firdaus I kami siap bertemu dengan anda" kata Baste
"oh tunggu!(sambil menahan durent & Bing). Raja Firdaus I tak suka orang yang terlalu banyak kata-kata pujian. Beliau suka jika tuan-tuan langsung berbicara ke inti dari perjalanan anda" kata Baste memberi peringatan
Durent & Bing mengangguk secara bersamaan..
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Titah Raja Firdaus Dengan lantang dari dalam
Kreeeeekkkkk
Pintu terbuka oleh para penjaga setelah Titah Firdaus Turun dan para penjaga pintu ruang tahta mempersilahkan mereka masuk..
Baste berjalan diikuti oleh Durent & Bing.
"apakah di belakang mu adalah delegasi dari inggris & perancis. Baste?" Tanya Raja Firdaus dengan duduk disingsana yang sikap gagah dan mata menatap intens kedua delegasi tersebut.
"Benar RajaKu. Mereka berdua adalah Delegasi perancis Dan Inggris (bernafas sejenak). Dan Tuan Bing & Tuan Durent Mohon memperkenalkan diri" kata Baste
Durent pun maju dan menunduk layaknya seorang prajurit
"Salam untuk Yang Mulia Raja Firdaus I. saya Adalah Durent. Delegasi Inggris. Senang bertemu dengan anda. Dan Kedatangan saya dengan membawa nama negara saya untuk membahas kemungkinan Inggris - Zalvia untuk memulai bekerjasama untuk masa depan yang lebih baik" kata Durent memperkenalkan diri
"Salam untuk mu juga. Saya Adalah Firdaus. Raja Zalvia Ke-XII. Senang bertemu dengan mu juga" kata Raja Firdaus dengan menunjukkan telapak tangannya
Durent pun mundur dan giliran bing sekarang.
"Salam Kepada Yang Mulia Raja Firdaus I. Sungguh senang bisa bertemu dengan anda. Saya Adalah Bing. Delegasi dari perancis.
membawa nama negara saya untuk membahas pengajuan dan kerjasama antar negara yang menguntungkan dan untuk masa depan yang sejahtera" kata Bing.
...----------------...
...BYE...
...----------------...