
Firdaus pun menjelaskan bahwa Bangsa Zalvia dulunya adalah bangsa yang tertindas dan hampir punah dari dunia namun dari keringat dan usaha itu semua membuahkan hasil dan membuat Bangsa zalvia kembali meraih kemenangan dan mengambil kembali wilayah kekuasaannya
"Saya ingin menyatukan nusantara dan menjadikan sebuah Kekuasaan yang satu di wilayah itu. Saya ingin aceh menjadi salah satu bagian dari itu" kata Raja Firdaus
Daud Atthar selaku sultan aceh itu tidak marah dan juga lebih memilih mendengarkan maksud dari perkataan Tamunya tersebut
"pasti anda bertanya. kenapa saya tidak menyerang wilayah kedaultan Aceh padahal pasukan kami dikenal sudah di berbagai para penjajah tapi saya tetap menghormati dan menghargai kedaultan anda dan satu hal lainnya bahwa wilayah anda tidak termasuk dari bagian wilayah kami di zaman nenek moyang zalvia kami dulu" kata Raja Firdaus
Daud Pun tersenyum mendengar hal tersebut karena daud tahu bahwa firdaus berkata jujur
"jika kamu menguasai wilayah kami apa yang anda lakukan?" Tanya Sultan Daud
"Sultan Daud. Sungguh matahari dilarang 2. Yang artinya kekuasaan tertinggi adalah aku. Raja Zalvia. Tetapi aku tidak begitu keji dan bodoh untuk benar-benar menghapus keberadaan anda. Saya akan mengangkat anda sebagai Gubernur di wilayah anda dan anda bebas melakukan mengelola wilayah anda dan tentunya kami juga meminta pajak sekitar 10% dari hasil penjualan atau sejenisnya" kata Raja Firdaus to the point
Sekali lagi Daud Atthar menyeruput teh tariknya
"apa yang membuat kami memberikan anda 10% penghasilan dari wilayah ini?" Kata Sultan Daud.
"sungguh tanpa saya mengatakan. Bahwasannya anda lebih mengerti wilayah anda sendiri. wilayah anda berada di penghujung selat malaka. Kerajaan Kami memiliki wilayah 80% dari selat malaka tersebut namun wilayah anda mendapatkan 20% yang tersisa" kata Raja Firdaus
"dan saya yakin banyaknya pedagang laut antar kerajaan yang melewati dan anda mempajaki hal tersebut dan juga dari salah satu alasan kerajaan inggris dan lainnya mengingkan wilayah anda" kata Raja Firdaus lanjut
Daud dalam hatinya setuju tentang point pertama tentang wilayah nya tersebut
"apa yang membuat mu yakin tentang wilayah di penghujung sumatera ini?" tanya Sultan Daud..
"Anda menyadar bahwa 90% wilayah anda subur dan melimpah yang membuat banyak negara lain tergila-gila untuk menguasai wilayah anda" kata Raja Firdaus
Krak
Krak
Krak
"SultanKu. Ada rombongan tamu yang datang dan ingin bertemu sengan raja firdaus" kata Prajurit Aceh tersebut
Firdaus yang mendengar itu pun tersenyum
"Izinkan mereka masuk" Titah Sultan Daud.
Prajurit yang memberi kabar itu segera kembali ke pintu gerbang istana dan mengizinkan mereka masuk
"Kepada yang terhomat. Teungku sultan Daud Atthar" kata ??? memberi hormat
Daud pun hanya memberi salam hormat tangan
"ada apa liamsu?" Tanya Raja Firdaus
Orang yang ingin bertemu dengan firdaus ternyata adalah liamsu
"Mohon Ampun RajaKu. Aku telah melaksanakan tugas dari yang mulia raja untuk hamba" kata Liamsu menunduk ala ksatria denga mengepal kedua tangannya di depan.
"saya melihat bahwa anda telah melaksanan tugas dengan terbaik yang anda lakukan tapi apa yang anda bawa?" Tanya Raja Firdaus melihat sebuah kotak besar ditutupi oleh Kain hitam
Liamsu memberi titah kepada bawahannya dan terkejutnya kedua pimpin tersebut.
"Saya telah berhasil menangkap hidup-hidup yang selalu merongrong dan membuat kepanikan untuk rakyat aceh. Yang Mulia Raja !" Liamsu berkata dengan tegas nan berwibawa..
"H--hahahaha. Bagus bagus. Sultan Daud. Inilah bukti bahwa saya tulus meminta anda bergabung kepada kami. saya ingin menjadikan nusantara bersatu dalam sebuah kekuataan yang tak mudah dikalakahkan dan tidak mudah dihancurkan!" kata Raja Firdaus dengan tertawa bahagia
...----------------...
...BYE...
...----------------...