Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
perkenalan senjata baru



Penemuan Harta Telah dibekukkan oleh Pihak Istana Zalvia dan Firdaus sebagai Calon Raja memerintahkan Prajurit untuk menangkap para bangsawan tersebut.


-Aula Tahta. Istana


"Madam Livy. Apa anda sadar bahwa tindakan anda telah merugikan Kerajaan Zalvia. Anda telah berkorupsi dan menyimpan harta yang sememangnya milik negara. Aku sebagain Pangeran Zalvia Menghukum Madam Livy dengan mencabut Hak kebangsawanaan beserta keluarganya tersisa dikeluarkan dari negara. Madam Livy akan dijatuhkan hukuman beserta 4 pelaku lainnya" kata Firdaus.


Tidak ada yang menyangka di kehidupan mereka melihat anak berumur 8 tahun memimpin & mengendalikan sebuah sidang mengadilan.


'Dia adalah penerus ku yang memang cocok. Entah kenapa kelakuan nya mengingatkan ku kepada Valen. Oh sayang. Kamu lihat anak kita telah terampil di depan para bangsawan' monolog Raja Astroth sambil melihat Gerak gerik anaknya selama persidangan.


Firdaus lalu menyerahkan lembaran kecokelatan kepada Astroth untuk dibacalan lantang


"Saya Astroth. Raja Zalvia. Menyatakan Madam Livy dengan sepenuhnya hak kebangsawannya diberhentikan dan Madam Livy & Livy akan menanggung hukuman Raja kepada pihak bersalah" kata Raja Astroth membacakan hal tersebut


Ternyata surat yg diberikan dirinya adalah sebuah memberhentian Madam Livy.


'terimakasih nak. Kamu telah memberi ayah wajah sebagai Raja dengan bersamaan Para bangsawan melihat ayah' monolog nya bersyukur


"Hukuman Mati Akan dilaksanakan pada Sore Hari dimana akan diadakan di altar. Ibu Kota Untuk menunjukkan duri tajam yang diam-diam membunuh Kerajaan Zalvia. Rapat pengadilan selesai!" kata Firdaus


Banyak Para bangsawan yang saling membisik dan menjatuhkan Nama Livy didepan Raja & Pangeran


'kalian adalah para bangsawan Bajingan. Disaat aku tinggi kalian malah menjilat-jilat. Inikah sifat kalian?' gumam livy yg kesal dengan para bangsawan yang seakan menghianatinya.


"Bawa Para Pelaku ke penjara. Prajurit!" Titah Raja Astroth


para prajurit pun membawa livy beserta pelaku bangsawan lainnya


"Dengar kalian. Wahai Para Bangsawan! Kerajaan tidak akan mentoleransikan adanya Kebohongan. Korupsi. Dan menusukkan dari dalam. Pihak Istana akan menghukum siapapun yang memang dapat merugikan negara & masyarakat!" kata Raja Dengan lantang


Firdaus memahami tindakan raja yang begitu lantang karena ingin menguatkan kekuasaan diantara para bangsawan itu tersebut. Menguatkan posisinya sebagai Raja yang Adil & Berdaulat. juga Bijaksana.


"Baik Yang Mulia!" Teriak para Bangsawan sambil menunduk hormat.


Tingkat Astroth Sebagai Raja Zalvia kini mulai memberikan rasa tegas kepada mereka yang ingin menghancurkan zalvia dan para bangsawan juga perpikir tentang pangeran firdaus yang mulai menunjukkan taringnnya disaat yang muda.


-Keesokkan Harinya


"Jangan Kasar kepada ku!" kata Livy


"lalu apa? Mengancamku? Ingat kau sekarang tidak ada bedanya denga Kotoran. Ayo cepat jalan!" kata Prajurit tersebut.


Livy dipaksa untuk keluar dari sel dan menuju kereta kuda yang dimana itu ada kurungan yang dijaga


"A--Apa itu?" tanya Livy dengan ragu


Sebuah benda panjang dan kecokelatan berada di samping kanan para prajurit tersebut


"Kau hanya seorang Tahanan dan jangan berharap mendapatkan informasi. Ayo jalan!" kata prajurit itu.


kaki diikat dengan rantai bola hitam & Tangannya di borgol dengan Borgol kayu(pada umumnya).


"Yang Mulia Firdaus Telah Datang!" kata salah satu prajurit berteriak.


sontak semua prajurit mendengar itu langsung menunduk hormat kepada Firdaus


"Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Firdaus


"Sudah yang mulia firdaus" kata prajurit yang masih setia mengenggam rantai livy


"Ingatlah wahai para prajurit. Orang yang didepan sana adalah Orang Hina. Dan melanggar Kesucian Kerajaan Kita. Dia pantas dihukum. Apakah ucapan ku salah?" Tanya Firdaus.


"Tidak Yang Mulia!. Orang yang Menghina Dan melakukan kebodohan di kerajaan ini memang pantas di hukum!" Teriak lantang para prajurit


"Bagus. Bawa mereka ke Ibu Kota. Kita tunjukkan Kepada Masyarakat kerajaan bahwa inilah manusia yang seburuk-burukknya lebih dari kotoran Kuda" Titah Firdaus


"Baik Yang Mulia Firdaus!" kata Para Prajurit


...----------------...


...BYE...


...----------------...