Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Rencana



Raja Aztoth menggertak giginya karena kesal mendengar kabar Para bangsa asing itu ingin mencoba perbudak rakyatnya


"Anak ku. Ayahanda telah memputuskan. Bahwa kita akan menyerang Bangsa Asing itu pergi dari daratan sebrang!" kata Raja Aztoth


"Ayahanda. Putra mu paham jika ayahanda marah. Tapi tidaklah bijaksana seorang Raja perperang tanpa rencana? Ayahanda izinkan Putra mu menjelaskan sebuah rencana" kata Firdaus


"Rencana? Rencana apa yang telah kau siapkan?" Tanya Raja Aztoth.


Firdaus membuka gulungan Putih yang sedari tadi berada di pundaknya



Visual)


"Apa ini? Apakah ini lukisan?" Tanya Raja Aztoth


Raja Aztoth belum melihat ada sebuah lukisan yang sebagus ini


"Ayahanda. Ini adalah Peta. Para bangsa asing menyebut ini tersebut. Fungsi Peta ini untuk memetakan Wilayah atau tempat-tempat para bangsa asing yang mereka telah kunjungi. Ayahanda. Lihat lah pulau kecil ini. Pulau ini adalah Negara kita. Kerajaan Zalvia(menandakan batu kecil). Ayahanda. informasi yang telah aku dapatkan. Kemampuan militer bangsa asing itu. Mereka akan datang ke negeri kita dalam 12 jam tetapi berbeda dengan kita yang sudah berkembang. Kita bisa kesana dalam 2 jam saja" kata firdaus menjelaskan


Raja Aztoth menyimak terus dengan apa yang direncakan putra nya tersebut


"Ayahanda. Perkembangan Kota di sebrang belum terlalu besar. Banyak hutan menglilingnya dan hanya ada pedesaan saja. Tapi fokus kita adalah ini(tanda batu kecil). Putra mu telah mendapatkan informasi bahwa banyak perwira tentara dari bangsa asing itu berada disana serta bahan makanan" kata Firdaus



visual)


Raja Aztoth mengerti apa yang dimaksud dengan anaknya tersebut. Rencana putra nya adalah melumpuhkan pasukan bantuan serta bahan makanan agar tidak ada bala bantuan atau sejenisnya. Strategi yang dimiliki Anaknya cukup dapat meyakinkannya



Visual 2)


"Ayahanda. Jangan puas diri terlebih dahulu. Di selatan Terdapat Markas Perwira tentara lain nya dan putra mu yakin Ini bisa menusuk pedang dari belakang ketika lengah" kata Firdaus


Raja Aztoth Mulai Menanggapi hal tersebut serius ketika mendengar ada ancaman lain


"Ayahanda. Jika Putra mu dizinkan. Maka izinkan putra mu membawa 4 ribu pasukan. 2 ribu tank 2 ribu kapal perang" kata Firdaus


"Apa Izin? Anakku. Bukankah ayahanda sudah mengangkat mu menjadi General Of Zalvia. Itu sudah memungkinkanmu untuk melepaskan pasukan bersama dirimu" kata Raja aztoth


Selain sebagai Putra Mahkota. Firdaus mempegangi jabatan militer sebagai Jenderal zalvia. Kekuasaan tertinggi dari segala kekuasaan di militer.


"Tapi Anakku. Kenapa kita hanya mengirim 4 ribu pasukan saja?" Tanya Raja


"Ayahanda. Sangat berisiko dalam perperang membawa pasukan banyak. Dalam negeri dan laut kita perlu perlindungan sehingga bagi ku. 4 ribu adalah hal yang cukup" kata Firdaus


"Baiklah. Aku Raja Zalvia XI. Aztoth Tina Gord. Memerintahkan mu. Firdaus Aztoth Zalven untuk memperangi Bangsa asing dan menyelamatkan Rakyat yang menderita di negeri sebrang!" Titah Raja


"Saya Firdaus Aztoth zalven. Menerima perintah anda. Yang mulia. hamba berjanji tidak akan mengecewakan kepercayaan anda!" Kata Firdaus dengan hormat


lalu firdaus pergi untuk menuju pangkalan militer.


Pangkalan militer ini terbuat dari batu bata dan Semua batu bata berharga dengan setengah peti emas tapi beruntungnya emas-emas ini adalah hasil para perompak dan percobaan bangsa asing yang gagal menuju negeri zalvia


"Hormat Kepada Jenderal Firdaus. Gerak!" Teriak Pria lantang


Semua orang bersikap hormat sempurna dan wajah mereka sangat serius seperti tidak memiliki gangguan apapun


"Baiklah. sekarang kedatangan ku adalah membawa pesan Raja kepada Militer Zalvia!" kata Firdaus


"eh pesan? Apa yang membuat raja kita berpesan kepada kita? Tak biasanya" bisik satu sama lain


"Ahem" Kode Firdaus untuk diam


...----------------...


...BYE...


...----------------...