
3 hari kemudian
Para pengintai pilihan Liamsu telah pergi dan menyusurui setiap lautan sekitaran Aceh dan negara sekitar
"Udara 1 melapor kepada Pusat. Saya Telah menemukan setidaknya 3 kapal musuh yang kemungkinan berjumlah 100 orang per kapal. Ganti" kata Udara 1
"Pusat menjawab kepada Udara 1. laporan anda diterima. Mohon menunggu perintah selanjutnya. Ganti" kata Tim Pusat kepada Udara 1.
Setidaknya ada 4 Pesawat ZARGON - 1 telah lepas landas dari markas bandara RZIF
Udara 1 terus mengkelilingi kapal musuh dengan terbang medium alias dari pihak kapal musuh masih melihat pesawat milik udara 1 tersebut..
"Pusat kepada Udara 1. Perintah telah terbit. Udara 1 diperintahkan untuk menghancurkan 2 kapal dari pihak musuh dan sisakan 1 kepada RZN - Royal Zalvia Navy Forces (Angkatan Royal Laut Bersenjata). Ganti" kata Tim Pusat kepada Udara
"Disini Udara 1. Perintah Pusat saya terima. ganti" kata Udara - 1
Ssssuuut
Pesawat Udara 1 tersebut naik keatas terlebih dahulu lalu terjun bebas dengan sang pilot menekan sebuah tombol
Demi Kemuliaan bangsa Zalvia. Matilah!" kata sang pilot dengan Menekan tombol merah
Sssssuuuuut
ternyata tombol merah itu adalah Sebuah Rudal-ZC milik Zalvia yang kini terbang menukin ke arah kapal terbang
"Kapten!! Ada benda jatuh dari langit!!!" Teriak musuh
"tunggu apa lagi? Bodoh! Cepat tembak!!!" kata Kapten yang langsung bergegas
Doooor
Dooooor
Doooor
Tak ada satupun Senjata Kayu tersebut yang berhasil memberhentikan Rudal-ZC itu tersebuut..
D------Duuuuuuaaaar
Rudal-ZC Sukses mengenai target sasaran dan membuat kapal hancur secara brutal
"Udara 1 melapor kepada Pusat. 1 buah kapal berhasil di hancurkan. Ganti" kata Udara 1
"Pusat kepada Udara 1. Laporan di terima. Lanjutkan. Ganti!" kata Tim Pusat Menerima Laporan Udara 1
Udara 1 tak merespon dan lebih memilih mengulangi hal yang sama yaitu naik dan menukin kebawah.
"Demi Kemuliaan Raja Firdaus I. Matilah kau Musuh Biadap!" kata Udara 1 teriak dengan memencet tombol merahnya
Ssssuuuuut (Rudal Meluncur).
"Kapppppteeeennnn!!! Gawat!!! Ada anak jatuh dari langit!!!" Teriak Musuh untuk mengabari sang kaptennya..
"It--Itu bukan anak Bodoh!!! Itu benda yang membuat ledakkan tadi. Cepat!!! Tembak itu!" Titah Kapten dengan nada marah nan frustasi
Senjata Bola Meriam di keluarkan tetapi mereka tidak menyadari bahwa
"Kapppteen!!! Meriam tak bisa naik lebih keatas!" kata musuh berteriak kembali
"Bodoh Cep--" kapten itu tak bisa melanjutkan kata-kata nya karena Rudal itu telah menghantam kapalnya
Duuuuuuuiaaaar
Pancuran Air Laut kembali terjadi dan kapal hancur secara brutal tanpa tersisa sedikitpun kepingan kapal tersebut.
"udara 1 melapor kepada Pusat. 2 buah kapal musuh telah hancur. Mohon perintah selanjutnya!" kata udara 1 memintah perintah selanjutnya
"****Pusat**** kepada Udara 1. Laporan di terima. Perintah selanjutnya. Kembali ke pangkalan. Karena 3 tim lainnya sudah menunggu anda. Udara 1. Terimakasih atas perjuangan anda. Ganti!" kata Pusat
"Udara 1 menerima Perintah. Ganti!" kata Udaa 1
Udara 1 pun kembali ke pangkalan dengan pilot yang tersenyum karena ia berhasil memusnahkan musuh Bangsanya sekaligus dendam pribadi kepada bangsa musuh yang telah membunuh ayah serta memperkasa Sang ibu didepan mata nya
"Aku Bersumpah. Bahwa tak ada sejengkal kaki atau tanah yang bisa membuat mereka(musuh) hidup di tanah Bangsa Zalvia yang Mulia!" kata Pilot udara 1
...----------------...
...BYE...
...----------------...