Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
Biru



"Cepat Kembali!" kata Sebas berteriak


Labis yang mendengar teriakan yang tak biasa itu pun segera mengandakan kecepatannya.


Sementara itu Albis sudah dengan peti emas dengan tersenyum


'Jika aku bisa membawa peti emas ini kepada Yang Mulia Raja. Mungkin Beliau akan memuji dan mengangkat diri ku sebagai seorang ksatria di istana' gumam Albis dengan tersenyum.


'bodohnya labis tidak melihat kesempatan' gumam Albis dengan nada Sombong.


Baru saja mau berenang kembali kearah kapal Albis merasakan sesuatu.


HAMP(suara kek dimakan gitu lah).


"Arrrggggh" Teriak Albis kesakitan


Kaki Albis Termakan hidup-hidup dan albis merasakan amat kesakitan.


Doooor


Kapal Sebas mulai mendekat kepada Albis yang mencoba menyelamatkan Albis setelah Labis berhasil kembali dan naik ke kapal Deck.


"tembak ikan itu!" Titah Sebas.


Agza dan para bawahan lainnya terus menembaki ikan berwarna biru itu


"tua--Tuan sebas. Ikan apa itu?" Tanya Agza ketakutan setelah melihat kaki Albis yang mengambang dengan darah segar itu terlihat oleh mata kepalanya.


"Ikan Itu adalah megalodon. Raja Para Ikan. Dia besar. Kuat. Dan Warna birunya itu yang membuat dirinya bisa berkamukflase dengan baik. Ikan ini seharusnya sudah punah seperti apa yang dikatakan oleh Yang Mulia Raja Firdaus" kata Sebas dengan nada yang masi aja terkejut dengan apa yang dirinya lihat


Agza yang mendengar itu pun ikut terkejut tapi terkejutannya itu masih kalah dengan ketakutannya melihat Albis yang hendak di lahap hidup-hidup.


"T--Tolong. T--hTooolongg aku!" teriak Albis Histeris.


HARMP(suara termakan).


Sebas & semuanya terkejut melihat Albis termakan hidup-hidup begitu saja.


"C--cepat menghindar dan tembakkan ikan itu!" Teriak Sebas memerintahkan sang kemudi kapal.


Boooost..


Kapal itu mengindar dan senjata serta para rudal dipersiapkan


"TEMBAK!" kata Sebas berteriak.


Duuuuuaaar(Rudal)


Doooor


Doooor


Dooor


Mesin Minigun yang di persiapkan dikapal ini digunakan dan menembak dengan Gila-gilaan.


Dooooorr


"TEMBAK!" kata Sebas berteriak.


Doooor


Dooor


Ikan Megalodon itu pun tertembak satu demi satu dengan berbagai Senjataan


Sebas melihat ikan itu mengeluarkan darah dan pada akhirnya itu Sebas Menghentikan perintah untuk menembak.


"Berhenti!" kata Sebas sambil mengangkat tangan.


...----------------...


......Sementara itu.......


"Hamba datang memenuhi panggilan anda. Yang Mulia Raja" kata Baste sambil menunduk dihadapan Firdaus.


"Baste. Apa saja jadwal ku hari ini?" Tanya Raja Firdaus dengan nada suara berwibawa tegas!.


Baste pun menegakkan tubuhnya lalu mengambil Sebuah buku catatan jadwal.


"Yang Mulia Raja. Pada Siang Hari ada pertemuan Seluruh Gubernur & Mantan Kadipaten yang telah Zalvia kuasai!" kata Baste dengan tegas membacakan jadwal Firdaus.



"Pertemuan ya? Dimana pertemuan itu?" Tanya Raja Firdaus.


"Yang Mulia Raja. dengan segala hormat. Pertemuan itu berada di pulau java tepatnya kota Elas(nama lain jakarta kalau di novel ini)" kata Baste


"Tetapi jika anda ingin memindahkan pertemuan itu. Saya akan mengaturnya" kata Baste melanjutkan


Firdaus masih diam tapi dia belum tahu akan keputusannya


'lisc. Jika kamu disana. Seharusnya kamu bisa membantu saya' Kata Firdaus


[Oh Tuan. Anda mengingat saya. Ternyata] kata Lisc dengan nada sarkasme.


Firdaus hanya bisa diam karena jika berekspresi akan dilihat berbeda oleh Baste nantinya.


Firdaus akui tidak mengobrol atau tidak meminta saran kepada Lisc karena ada beberapa atau urusan yang mungkin bisa ia lakukan sendiri tanpa Lisc itu sendiri.


'baiklah. Saya minta maaf. Bagaimana. Apakah anda memaafkan saya?' Kata Firdaus


[Baiklah. Saya akan memaafkan anda. Lalu sata apa yang anda inginkan dari saya?] Kata lisc kembali bertanya.


'Nama Kota. Kota Elas itu jika di dunia sebelumnya adalah Jakarta. Ibu Kota Indonesia. Aku menggunakan Elas karena nama bersifat sementara. Aku meminta saran kepada mu untuk nama yang permanent tapi tegas dan terlihat bagus dipandang' kata Firdaus..


...----------------...


...BYE...


...----------------...