Monarchy In Indonesia

Monarchy In Indonesia
All Unit



Arman. Rhin. Kavan serta Quire dan yang lainnya kini telah berada didepan gerbang dan dicegat tentunya oleh penjaga gerbang


"Berhenti!" kata Penjaga Gerbang(1)


"setiap rakyat yang ingin memasuki ibu kota harap menunjukkan identitas!" kata Penjaga Gerbang(2)


Arman termasuk lainnya telah menyiapkan identitas palsu yaitu berupa nama dan asal kota


"Chaow(Arman). Chaisai(Rhin). Chayan(Kavan). Chaisyai(Quire). Asal kalian dari desa Chiang Mai?" Kata Penjaga Gerbang (1) yang sedikit melirik wajah-wajah pendatang baru itu


"baiklah. Tunjukkan apa saja barang-barang kalian" kata Penjaga Gerbang (2).


mereka(kelompok arman) mengeluarkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar dan enak dipandang


"kami dari desa ingin menjual hasil tanam kami" kata Rhin dengan nada sedikit berwarna.


"ohh. Kalian dari desa?" Kata Penjaga Gerbang (2) tetap fokus mengecek barang kelompok Arman.


Terlihat penjaga Gerbang (1) mebisikkan sesuatu yang entah apa mereka katan dan kelompok arman sulit mengetahuinya


"baiklah. Biaya masuk adalah 5 Mint" Kata Penjaga Gerbang (2)


1 Mint itu setara dengan 3 perak di zalvia atau (jika di rupiahkan. Sekitar 457,61 Rupiah).


kelompok Arman memiliki 10 orang maka mereka harus membayar 50 mint untuk setiap orangnya


"baiklah. Masuklah!" kata Penjaga Gerbang (1) mempersilahkan kelompok Arman melanjutkan perjalanan...


Butuh 1 jam dari gerbang ke kota pada untungnya mereka memiliki 3 kuda saja yang setiap nya bergantian. Kuda-kuda itu didapati saat ditemukan entah siapa pemiliknya saat perjalanan ke gerbang ibu kota..


"kalian. Tetap waspada lah. aku yakin kita tidak semuda kita kira. aku sedikit meragukan apa yang mereka bisikkan kepada teman nya itu" kata Arman memperingati semua anggota kelompoknya..


"kresseemkkrssek. merah 1 sinyal!"


Talk Tolkie Arman kini kembali berbunyi dan panggilan datang dari kelompok lainnya


Merah \= 200 pasukan. Yang bertugas mencari informasi sekitaran kamp dan kegiatan para ksatria & keluarga Kerajaan Siam


"Kresssek(suara dari talk tolkienya). Hijau 1 sinyal!"


Hijau\= 30 orang. Yang bertugas mengumpulkan informasi seperti ekonomi dan lainnya dari para mentri dan rencana setiap divisi ksatria..


"krerssssreek. kuning 1 Sinyal!"


Krrssseeek. Hitam 1 Sinyal" Barulah Arman berkata..


"Merah 1 kepada hitam 1. Kami telah menemukan informasi yang cukup dan sebagian dari kami telah menyamar dalam istana. Mohon perintah!" kata Kapten Merah 1.


"Begitu juga. Hijau 1 kepada Hitam 1. Kami telah mendapatkan setiap rincian perekonomian negeri siam dan telah membaca setiap prediksi dan strategis milik musuh. Mohon Perintah!" Kata Kapten Hijau 1.


"Kuning 1 kepada Hitam 1. Semua aman terkendali. Mohon perintah anda untuk kami menyerang dan membantu anda!" kata Kapten Kuning 1.


Arman telah mendengar setiap prajurit nya yang kini telah bersiap dan meminta kepadanya sebuah perintah agar operasi ini berjalan


"Hitam Kepada Merah. Hijau. Sebentar lagi kami akan menuju ibu kota. Maka temui kami disuatu tempat dan hanya perwakilan kalian saja yang bertemu" Kata Arman di talk tolkienya


"Hitam Kepada Kuning. Mohon bersiap menerima perintah. Setelah bertemu dengan merah dan hijau. panaskan lapis baja kalian" kata Arman di talk tolkie


"Siap Laksanakan!" setiap Unit dengan tegas berkata.


1 jam kemudian


Telah sampai ibu kota. dan arman melihat tidak ada perbedaan yang mencolok dan bahkan tidak ada bedanya dengan desa mereka lalui dari desa ke desa. Hanya saja Ibu kota tempat tinggalnya Para bangsawan Ksatria dan Keluarga Kerajaan. Dan ekonomi


"baiklah. Kita bersiap-siap. All Unit" kata Arman di talk tolkienya


,


...----------------...


...**BYE...


...----------------...


Reader**:


Thor. Kok untuk kehancuran negeri siam kenapa lama banget dan butuh berapa episode/chapter lagi?


Author:


Sebenarnya saya bisa saja membuat 1 dan itu akan berjumlah hampir 2k kata namun saya perpikir ulang akan memecah menjadi beberapa episode. Karena kalau dipecah akan terlihat keseruan dan kepenasaraan kalian. Saya ingin membangkitkan rasa penasaran kalian semua namun rasa penasaran hanya bersifat sementara maka dari itu saya memanfaat kan itu sebaik-baiknya dan akan saya ganti dengan tema cerita di chapter lainnya..


Terimakasih