Mama'S Twin

Mama'S Twin
Tamu Misterius Musim Dingin



Selama empat tahun ini, banyak kisah yang terlewatkan.


Tapi yang jelas, Julie dan Dario membangun keluarga kecil mereka di balik bayang-bayang. Julie tetap tidak mau untuk mengumumkan hubungan ini secara resmi. Ia pikir ini sangat riskan untuknya dan si kembar.


Julie bilang jangan remehkan kekuatan gosip dan publikasi di era ini.


Kalau mereka mengumumkan pernikahan ini, usia anak-anaknya akan dihitung.


Yang jelas, Julie akan dicap sebagai perebut suami orang karena dia hamil saat Dario yang masih menjadi suami dari Celia Adams.


Julie tidak mau anak-anaknya menerima beban omongan itu.


Sehebat apapun kisah cinta mereka dan perjuangan mereka untuk bersatu, tetap saja di mata orang-orang yang tidak mengerti, Julie adalah perusak rumah tangga. Walaupun sebenarnya ia tidak ingin kisah ini seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi.


Dario menodainya hingga hamil saat Dario tidak sadarkan diri. Dan sialnya, saat itu ia masih menjadi suami orang.


Apa Julie tidak bahagia sekarang? Ya, tentu dia bahagia bersama anak-anak dan Dario yang kini sudah ia cintai.


Tapi di awal kisah ini bermula, Julie memang belum bisa berdamai dengan keadaan. Ia terus kabur dari Dario karena ketakutan akan nasib bayi kembar yang dikandungnya.


Mungkin ini akhir dari kisah perjuangan mereka itu. Akhirnya mereka bahagia. Tapi apakah benar? Tidak ada hidup yang baik-baik saja. Masalah datang dan pergi. Kalau mereka hidup damai tanpa ada masalah apapun, ini yang menjadi pertanyaan.


Julie selalu ketakutan saat ia membayangkan semua kedamaian dan perasaan bahagia ini akan dicabut suatu hari nanti. Ia tidak boleh takabur dan merasa di atas angin. Ia harus bersiap untuk apapun yang mungkin terjadi


Yang jelas untuk putri kembarnya, apapun akan ia lakukan.


Sejujurnya mereka agak sedikit lega juga karena tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi dari nyonya Sanio yang kini masih terbaring koma.


Julie, Dario dan anak-anak bisa berlibur bersama ke luar negeri, berkemah, atau pergi ke manapun yang anak kembar itu mau. Tentu dengan privasi dan penjagaan ketat oleh pengawal. Dario selalu meluangkan waktunya.


Dan kini kembali ke musim dingin, berarti sudah empat tahun berlalu. Bagaimana kisah keluarga Adams yang malang itu?


Frans Adams makin terpuruk saja kondisinya. Ia yang awalnya sudah optimis kalau ia bisa membuka brankas milik Omar Axton di Dante Bank itu harus menelan pil pahit.


Sebagian uang sudah ia berikan kepada Travis Bakker. Namun ternyata William Bakker justru tertangkap dulu oleh pihak kepolisian. Untung saja namanya tidak tersebut.


William tertangkap karena korupsi dan Dante Bank memecatnya secara tidak terhormat. Dan William juga tertangkap di kepolisian.


Frans Adams memang rugi karena uangnya sudah dibawa sebagian. Tapi ia mungkin masih beruntung karena namanya tidak ikut disebut-sebut. Bagaimanapun, rencana jahat untuk membobol hak milik orang lain bisa ditindak secara hukum.


Frans Adams bisa dipenjara di sisa masa tuanya yang sudah sakit-sakitan itu. Ya dan soal Maria, ia yang dulu terlihat awet muda karena rajin perawatan kesana-kemari itu ini terlihat tua dan kusut. Mana ada uang untuk hal-hal semacam itu. Untuk makan saja mereka harus menerima bantuan dari pemerintah karena sudah digolongkan sebagai penduduk miskin.


Sudah pula suaminya sakit-sakitan dan lumpuh, kini Celia-anaknya juga depresi berat.


Celia belum sembuh tapi sudah ada peningkatan. Ia sudah ingat sebagian tentang dirinya sendiri. Ia juga sudah tidak terlalu merepotkan seperti dulu.


Sedangkan Mark hidup damai di kampung halamannya tanpa petunjuk apapun mengarah kepadanya. Ia aman. Ia sudah merasa bersalah dan juga telah menghentikan semua kejahatannya. Walaupun sebenarnya belum adil karena ia belum mendapat pembalasan yang setimpal atas perbuatannya.


Bagaimanapun karena kejahatannya, nyonya Sanio harus terbaring selama empat tahun dan belum menunjukkan kondisi perkembangan apapun karena setetes racun itu. Mungkin ia bisa mati kalau minuman itu diteguk semuanya. Tapi ia hanya sempat minum satu teguk. Dan itu sudah membuat saraf-saraf yang mati dan membuatnya koma berkepanjangan.


***


"Papa kemarilah!" panggil Brenda kepada Dario.


Mereka membuat patung manusia salju dan saling main melempar lempar bulatan-bulatan salju itu satu sama lain sambil tertawa tawa. Dario merasa hidupnya utuh dan hidupnya lengkap walaupun masih ada satu celah.


Sebenarnya ia dan Julie juga sudah pernah mengunjungi Valex untuk menyelidiki masa lalu Dario dan ibu kandungnya. Tapi orang yang ingin mereka tanyai itu ternyata sudah meninggal.


Jadi siapa yang bisa Dario tanyai soal siapa ibu kandungnya itu?


Ia juga tidak mengerti. Semua kertas dan berkas di ruang kerja mendiang papanya juga sudah ia selidiki. Bahkan detektif Andrewy juga ia tugaskan, tapi tanpa hasil.


Memang satu-satunya cara agar ia tahu kebenaran itu adalah menunggu nyonya Sanio bangun dari komanya itu.


Dario berlari tertawa-tawa sambil bergandengan tangan dengan anaknya. Si kembar semakin hari tingkahnya semakin menggemaskan saja.


Julie memotret dan mereka kebersamaan mereka dengan kamera handphonenya.


Ya, akhirnya Julie membuat mereka terkenal tanpa ia sadari. Penngikut instagramnya sudah 2 juta lebih.


Mereka lebih dikenal sebagai si kembar Sanders, bukan Axton. Karena Julie memang tidak mendaftarkan nama mereka dengan nama keluarga Axton. Itu sudah menjadi kesepakatan nya dengan Dario dulu.


Kebersamaan mereka terekam dengan manis. Tapi biasanya Julie tidak menampilkan wajah mereka secara terang-terangan. Tingkah laku mereka sedari bayi ia tampilkan. Biasanya dia merekam atau memotret mereka dari belakang. Atau kalau aktivitas dengan Dario, Julie tidak pernah menampakan wajah lelaki itu.


Dario sebenarnya kurang setuju. Julie tidak ingin anaknya terekspos sebagai keluarga Axton, tapi sekarang mereka terlanjur terkenal sebagai si kembar Sanders.


Setelah puas bermain salju, mereka lalu masuk dan berganti pakaian.


Anak-anak itu kembali ke kamar mereka sambil membaca buku hingga tertidur. Dario menghampiri Julie. Ia memberikan sebuah berkas.


"Apa ini?" tanya Julie.


"Usia mereka sebentar lagi 5 tahun. Harus ada verifikasi data lebih lanjut lagi. Ini soal warisan dari papaku yang ada di Bank Swiss. Ingat kan dulu sewaktu mereka lahir aku mengatas namakan dua rekening itu atas nama Brenda dan Bertha?"


Julie mengangguk sambil mempelajari berkas.


"Sekarang aku berencana untuk membawa kalian ke Swiss sekaligus berlibur dan verifikasi data. Kamu juga harus tahu cara mengurusnya, Julls. Aku ingin jika aku mati atau terjadi sesuatu, engkau dan anak-anak harus hidup terjamin. Aku tidak akan tenang kalau kalian kenapa-kenapa." Dario menambahkan.


Julie tersenyum ke arah suaminya itu.


"Hei jangan mengatakan hal buruk. Tenanglah. Dengan atau tanpa warisan darimu, aku bisa menghidupi anak-anakku. Dan aku akan memastikan mereka baik-baik saja," kata Julie.


***


Kalau Julie bermain salju dengan anak-anaknya, Athena juga bermain salju dengan anak-anak dari rumah asuh.


Athena masih bertahan di rumah asuh itu. Ia menyukai tempat itu dan ingin mengabdi di sana hingga ia tua nanti.


Hari itu seorang tamu datang untuk menemuinya. Athena merasa heran. Ia punya tamu? Apakah Dario atau Julie? Tapi biasanya mereka datang dengan pemberitahuan lebih dulu.


Athena yang baru saja melepas baju hangatnya itu terkejut setengah mati melihat siapa yang datang.


Devano Shimmar. Lelaki itu memakai setelan jas rapi yang tampak membuatnya seperti lelaki matang idaman para wanita.


Athena tercekat hingga ia berjalan mundur sedikit. Devano adalah mantan kekasih Julie yang meninggalkannya pergi. Darimana ia tahu kalau Athena ada di sini?


Lalu Devano maju ke arah Athena yang terlihat syok.


"Akhirnya aku menemukanmu, Athena. Dimana Julie? Aku sudah mencoba menghubunginya lewat media sosial tapi aku diblokir," tanya Devano.


Athena terdiam seribu bahasa.