
"Julie, kau pucat sekali. Apa kau sakit?" tanya Athena.
"Tidak. Jangan khawatir, Athena. Aku hanya sedikit lelah," jawab Julie.
Athena mengawasi kamar itu. Nampak satu koper besar dan satu tas jinjing di pojok kamar.
"Kamu akan pergi kemana lagi dengan perut sebesar ini. Jangan membuatkau lebih khawatir lagi," kata Athena dengan nada cemas.
"Tenanglah. Apa kau kemari sendiri?" tanya Julie penasaran.
"Ya. Aku mengendarai mobilku. Aku membuat orang suruhan Dario terjebak di rumah asuh bersama anak-anak dan aku menyelinap kemari meninggalkannya."
"Apa? Bagaimana bisa?"
"Itu tak penting. Ceritanya panjang. Yang penting jawab pertanyaanku dulu. Kau akan kemana dengan barang-barang ini?" Athena menatapnya heran.
"Aku akan pulang ke apartemen," jawab Julie.
Athena spontan memeluknya lagi.
"Aku bersyukur sekali kau bilang begitu. Kau tahu aku begitu menghawatirkanmu. Dario mencarimu. Ia sama khawatirnya sepertiku," kata Athena.
Julie terdiam. Ya, benar. Ia bahkan mendengarkan sendiri betapa putus asanya Dario mencarinya.
"Ya, aku tahu. Aku mendengarkan percakapan kalian." Julie kembali murung.
"Kamu sudah bilang pada Dario kalau akan kembali?" tanya Athena.
"Belum."
"Kenapa?"
"Athena, dia pasti akan langsung menjemputku sekarang. Kau tahu kan dia seperti apa. Aku tak mau Bibi Elly sedih. Rencana ini mendadak. Biarkan aku menginap semalam lagi di sini. Besok aku akan bilang," jawab Julie.
Athena mengangguk mengerti.
"Anak-anak, makanlah. Aku masak sop daging dan memetik apel di kebun," seru Bibi Elly di ambang pintu.
Athena dan Julie mengangguk sambil tersenyum. Mereka lalu makan malam bersama.
***
Malam datang. Bibi Elly memeluk Julie dengan perasaan sayang.
"Berkunjunglah lagi kemari. Kau harus berjanji," katanya dengan sedih.
"Tentu saja, Bibi." Julie meyakinkannya.
"Aku juga akan menginap di sini, Bibi. Besok aku akan membantumu menyiapkan sarapan. Julie bilang ingin ke Rumah Sakit Pusat Kota Suresh. Aku akan mengantarnya ke rumah sakit lalu sekaligus mengantarnya pindah ke apartemen," ujar Athena.
"Baiklah. Kau juga berjanjilah untuk mengunjungiku ya," kata Bibi Elly pada Athena.
"Tenanglah Bibi. Aku akan menjemputmu kapanpun kau meminta. Anak-anak di rumah asuh merindukanmu." Athena berkata.
Mereka lalu tidur bertiga di ruang tengah. Rasanya seperti punya ibu. Athena dan Julie sangat menyayangi wanita tua yang kesepian itu.
Sementara di rumah asuh. Jimmy sedang kebingungan. Athena menghilang.
Lena bilang Athena baik-baik saja dan ketiduran di dalam kamarnya karena lelah.
Jimmy yang tak percaya tentu saja ingin mengeceknya. Bisa habis dipecat ia kalau Athena sampai lolos.
Lena bilang tak boleh ada laki-laki masuk ke kastil perempuan. Lena juga bilang kalau ia tak mau membangunkan Antena karena kasihan. Jimmy tampak frustasi.
Sebentar lagi ia harus melapor pada atasannya dan pergantian petugas. Ah, ia bilang saja Athena tak tampak keluar seharian ini.
Jimmy merasa Athena menipunya.
***
Di pagi yang cerah itu Julie menelpon dokter Anna. Dokter itu terkejut mendengar suaranya.
"Aku ingin menemui Anda. Dokter Felana di rumah sakit Delphi merekomendasikan nama Anda." Julie berkata jujur.
"Ah, Julie. Syukurlah kau baik-baik saja. Aku juga ikut mengkhawatirkanmu. Datanglah antara pukul 9 atau 10. Aku akan ke rumah sakit lebih awal. Sebenarnya jadwalku pukul satu siang. Tapi kamu pasien spesialku." Dokter Anna tampak senang.
"Oh, tentu saja," kata dokter Anna setelah terdiam sejenak. Ia tampak ragu.
Athena tampak menyeret koper itu dan memasukkannya ke bagasi mobilnya.
"Apa katanya, Julls?" tanya Athena.
"Jam sembilan atau sepuluh dia akan di rumah sakit. Kita diminta datang," kata Julie.
"Baguslah. Sebaiknya kita bersiap."
***
Bibi Elly mengusap air matanya dengan ujung bajunya. Ia melambaikan tangan dengan sedih.
Mobil Athena melaju pelan meninggalkan pelataran rumah musim panas yang nyaman itu.
Julie mengelus perutnya yang membuncit. Atehana fokus menyetir.
"Kita tidak mengisi data administrasi rumah sakit seperti waktu itu?" tanya Athena.
"Tidak. Kita langsung menemui dokter Anna. Dario bilang Nyonya Sanio bisa mengakses seluruh data rumah sakit karena Presdir rumah sakit itu kawan baiknya. Sebaiknya namaku tak ada di sana. Dokter Anna sudah mengaturnya," kata Julie.
Athena mengangguk paham. Ia sempat melihat Nyonya Sanio waktu itu di rumah sakit. Sosoknya benar-benar menakutkan.
Mereka sampai di rumah sakit itu. Athena memarkirkan mobilnya dekat dengan lobby.
Mereka lalu masuk dan menyusuri koridor menuju ruangan dokter Anna. Biarlah ia datang lebih awal. Ia tak ingin dokter Anna yang sudah meluangkan waktu malah menunggunya.
Di tikungan menuju koridor, seorang wanita tua sedang terlihat bertelepon dan berjalan terburu-buru. Ia menabrak Athena.
"Hei, lihat-lihat kalau jalan," seru wanita itu pada Athena.
Wanita itu melanjutkan kembali berjalan sambil menerima telepon.
Julie memegang tangan Athena dengan gemetar. Ia sedikit terkejut.
"Itu Nyonya Maria. Dia Ibu dari Celia Adams," bisik Julie pada Athena.
Athena terlihat tak mengerti. Ya, dia memang tak tahu apa-apa soal Celia dan keluarganya.
Julie mengenali Maria Adams karena ia pernah beberapa kali ke kantor saat ia dulu masih menjadi sekretaris Dario.
Tapi sepertinya Nyonya itu tak mengenalinya.
"Kita harus mengikutinya," bisik Julie pada Athena. Athena menurut saja dan mengikuti langkah Julie.
"Kita pura-pura mengobrol," kata Julie sambil duduk membelakangi Nyonya tua itu. Athena menurut saja apa yang dikatakan Julie.
Suster tampak mendorong pasien keluar ruangan terapi.
"Ayo kita pulang sekarang," kata Nyonya Maria.
"Tidak. Aku akan menunggu Travis Topper sebentar," kata pria tua itu.
Julie tak berani menoleh ke belakang. Ia tak tahu seperti apa wajah Frans Adams. Tapi melihat kisah dan sepak terjangnya di buku rahasia Papa Dario itu saja sudah membuatnya merinding.
"Untuk apa kau mengobrol dengan temanmu. Jangan buang waktuku," kata wanita tua itu dengan kesal.
"Ini penting. Aku bukan mengobrol. Aku akan melobinya untuk urusan penting. Putranya menjadi pejabat di Dante Bank. Aku akan mencoba membongkar brankas Omar Axton. Diamlah wanita cerewet." Frans Adams terlihat kesal juga pada istrinya itu.
Mata Julie terbelalak begitu ia mendengar kata Dante Bank dan Omar Axton.
Dario harus tahu soal ini. Darimana Frans Adams mengetahui soal Dante Bank dan brankas itu?
Tangan Julie berkeringat dengan gugup. Athena menggengam tangannya dengan khawatir.
Jarak mereka berempat hanya bebrapa meter saja.
...****************...
...****************...
Tinggalkan jejak. Author akan memantau.💙