Mama'S Twin

Mama'S Twin
Lemparan Telur



Ludwig Cello tersenyum sinis melihat wartawan mengerumuni tempat tinggalnya di kawasan elit itu. Ia memakai kacamatanya dan bersiap turun.


Sepuluh pengawal telah ia sewa agar mengawalnya masuk ke apartemen itu.


Ia melangkahkan kakinya penuh percaya diri.


"Ludwig, bagaimana tanggapan anda tentang foto panas yang beredar itu?" seru salah satu wartawan.


Ludwig diam saja tak menjawab. Pengawalnya menerobos para wartawan itu.


"Benarkah anda dan Celia Adams berselingkuh?"


"Benarkah itu foto anda?"


"Apakah anda pernah bertemu Dario Axton?"


"Bagaimana anda bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan istri CEO Anwens itu?"


Ludwig diam saja. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Rencananya berhasil. Ternyata mudah untuk menaikkan kembali popularitasnya yang turun. Tinggal lempar foto itu ke sosial media lewat akun palsu. Dan wartawan akan mendatanginya bagai semut melihat gula.


Soal Celia ia tak peduli. Kalangan atas bilang ia telah diusir dari keluarga Axton. Gosipnya mereka akan bercerai. Atau mungkin sudah bercerai.


Tentu saja ia tak takut akan kuasa keluarga itu kalau ia membongkar kelakuan Celia.


Membongkar aibnya sendiri justru akan menaikkan namanya dan memulihkan namanya sebagai laki-laki sejati setelah kemarin ia dipaksa Celia untuk membuat skandal dengan Antonio.


Para gadis itu kini tak mau didekatinya lagi karena mereka menyangka gosip itu benar. Padahal skandal buatannya dengan Antonio itu adalah rencana Celia agar Nyonya Sanio percaya bahwa mereka dulu tak berselingkuh.


Celia yang menjanjikannya sebuah cottage mewah di dekat selat Marseha ternyata ingkar. Ia sendiri bangkrut dan karirnya merosot.


Tentu Ludwig tak mau rugi. Negeri ini amat apatis terhadap kesalahan. Mereka akan menggoreng gosip yang menyenangkan orang-orang. Apalagi kota Suresh begitu banyak kebusukan yang dianggap wajar. Selebriti bermasalah masih saja bermunculan.


Justru nanti namanya akan dianggap hebat karena telah berhasil meniduri istri CEO Axton Group. Ya walaupun akan banyak yang membencinya juga. Tapi ia tak peduli.


***


Dario di kantornya sedang memandangi foto-foto panas itu.


Ia punya bukti perselingkuhan Celia yang berhasil didapatkan Shan dari mengikutinya. Tapi itu hanya foto mesra biasa dan tidak sampai sejauh ini.


Foto ini mungkin diambil diam-diam di hotel atau semacamnya. Ia memperkirakan itu karena melihat background tempat tidur dan yang lainnya di dalam foto.


"Shan, ini bukan Mama yang menyebarkannya. Aku hanya memberinya bukti-bukti yang kau laporkan. Tak ada foto seperti ini tentu saja," kata Dario.


"Aku sedang memerintahkan orangku untuk menyelidiki alamat IP akun yang pertama kali menyebarkan foto ini," kata Shan.


Grace mengambil handphonenya kembali saat dirasanya Dario sudah selesai mengamati foto itu.


"Apa Celia sendiri yang menyebarkannya? Tapi untuk apa? Rasanya tidak mungkin." Dario menggumam.


Saat ia menggumam tiba-tiba teleponnya berdering. Dario segera mengangkatnya.


"Dario, kamu sudah dengar berita menghebohkan itu?" tanya Nyonya Sanio.


"Ya. Aku cukup terkejut. Orangku sedang menyelidiki," kata Dario.


"Konferensi pers wartawan sudah Mama rencanakan beberapa jam lagi. Tapi karena berita ini, hotel tempat Mama menyiapkan semuanya itu telah diserbu wartawan."


"Sama saja. Lobby kantor Axton juga penuh wartawan." Dario menjelaskan kondisi di kantornya.


Dario membatin. Tentu saja ini bukan terbongkar sendiri. Ada orang di balik semua ini.


"Ya, aku akan datang," kata Dario.


Ia menutup telepon dan menatap Shan yang sedang melihat dengan serius layar handphonenya.


"Ada apa, Shan?" tanya Dario.


"Alamat IP itu diduga Ludwig sendiri yang menyebarkannya." Shan berkata serius.


Rupanya anak buahnya telah melaporkan hasil penyelidikan.


Dario mengerutkan keningnya. Ia mengetuk-ngetuk ujung meja dengan jemarinya. Ia sedang berpikir langkah apa yang akan dilakukannya.


Perceraiannya dengan Celia sudah sah. Tinggal diumumkan saja kepada publik untuk menghindari gosip.


Tapi sekarang gosip ini malah muncul dengan sendirinya. Bahkan diduga Ludwig sendiri yang menyebarkan. Jelas ini menguntungkannya.


Dario lalu membuka laci berkasnya. Ia punya satu salinan dokumen lagi yang ia kumpulkan waktu itu untuk ia perlihatkan pada Mamanya. Semua berisi bukti perselingkuhan Celia. Dario membawanya dengan senyuman mantap.


"Kita berangkat Shan. Suruh anak buahmu untuk mengawalku. Aku tak mau badanku tercabik-cabik kamera wartawan," kata Dario.


***


Sementara itu Celia yang tak tahu apa-apa nampak bersantai ke supermarket.


Ia menemui ahli meditasi karena ia merasa stress. Ia disarankan untuk mematikan handphone dan menenangkan diri dengan banyak kegiatan agar pikirannya teralihkan. Jadi ia tak tahu berita apapun.


Ia sedang mengambil sekotak udang di pusat sayuran itu dengan santai. Ia jadi suka memasak akhir-akhir ini.


Sekelompok perempuan dan kerumunan berbisk-bisik ke arahnya.


Di tempat ini, pernikahan begitu dijunjung tinggi. Berita perselingkuhan tentu akan menjadi santapan gosip yang panas. Celia tentu banyak dibenci setelah foto panas itu tersebar.


Seorang perempuan setengah baya terlihat kesal menatapnya. Ia mengambil sebutir telur dan dilemparkannya ke arah Celia.


Langkah berani itu tentu saja diikuti yang lain.


"Hei, Nyonya. Aku beli semua telurmu," kata seorang ibu sambil menyerahkan berlembar-lembar uang dollar pada penjual telur yang kebingungan.


Yang lainnya mengikuti tindakan itu dan setumpuk telur itu kini telah dilemparkan di arah Celia tanpa ampun.


Celia yang terkejut dan berlumuran telur melihat kerumunan yang semakin ramai itu dengan marah.


"Hei, akan yang kalian lakukan padaku?" katanya marah.


Namun kerumuman itu nampak tak peduli. Mereka makin banyak. Makin Celia marah, makin mereka puas.


Sorak sorai dan celetukan tentang wanita yang selingkuh itu terdengar di setiap penjuru toko.


Mereka makin ramai. Celia berteriak marah. Rambutnya lengket dan badannya bau.


......................


......................


Siapa yang kepengin ikutan lemparin telur?🥚🥚🥚