
Karena berada di hotel yang sama akhirnya selama beberapa pekan mereka saling terhubung satu sama lain.
Julie juga sudah memulai membuka hatinya dan tampak tidak canggung lagi berbicara dengan Devano.
Devano pun sama. Athena juga. Mereka sebetulnya kan punya sahabat lama. Jadi ini seperti reuni kembali tapi dengan kondisi dan status yang sudah berbeda.
"Sekarang pemerintah mengizinkan kita ke pusat. Biar aku saja yang kembali untuk mengurus semuanya. Toh kita tidak akan pernah bisa kembali lagi ke kota itu. Kota itu akan mati. Warga yang selamat hanya beberapa persen saja dan mereka sudah pindah ke kota seberang, ke kota lain. Pemerintah berjanji memberi kompensasi ganti rugi beberapa persen dari kerugian perusahaan akibat nuklir itu. Kalau kau mau, aku juga bisa mewakili Axton. Tidak ada lagi kan yang bisa mewakili Axton group? Apa kau mau mengurus sendiri? Aku akan membantumu," kata Devano dengan tulus.
Julie mengangguk saja. Ia sudah berdamai dengan keadaan dan menerima kalau Dario benar-benar menghilang dan tidak bisa ditemukan.
Devano menatap Julie sekali lagi. Julie hanya bisa mengangguk lagi.
"Bantulah aku mengurus. Semua dokumen akan aku berikan. Semuanya kacau begini. Perusahaan di luar kendaliku. Apa lagi sekarang pikiranku sedang kacau juga," ucap Julie.
"Ada kan di dalam surat wasiat Dario kalau pewaris perusahaan itu adalah dirimu dan juga si kembar? Aku akan menempatkan diri sebagai kerabat dan klien yang pernah belerjasama. Aku masih punya salinan dokumennya di file. Jadi ini akan mempermudah proses. Kuharap begitu," kata Devano lagi.
Athena menyimak obrolan serius ini. Ia juga tidak berminat untuk kembali ke kota itu karena ingatan soal anak-anak yang tidak selamat pasti akan membuatnya trauma dan sakit hati. Athena tidak mau.
"Apa rencana kita? Aku tidak mau kembali kota itu? Kemana kita akan pindah?" tanya Athena. sambil menangis
Sore itu mereka duduk di balkon hoten sambil membicarakan rencana ke depan setelah pengumuman dari pemerintah negara keluar. Mereka dihubungi oleh kedutaan. Warga negara yang pergi dari Suresh saat kejadian tragis itu dicari, termasuk mereka.
Tapi kota itu masih terlalu dekat dengan Suresh dan luka lama itu pasti akan kembali terbuka. Julie idak mau. Lasti anak-anak akan ikut trauma kalau ia selalu bersedih dan tidak bisa move on dari semua takdir buruk ini.
"Bagaimana kalau kita tinggal di kota ini saja? Aku bisa mencarikan kalian rumah sewa. Atau kalau kalian ingin membeli aset, aku bisa membantu. Duta besar sudah memberi opsi. Kota ini juga cukup ramah, kan?" Devano memberi ide.
Julie dan Athena saking menatap. Sejujurnya mereka juga masih bingung. Tapi anak-anak kelihatannya sudah nyaamn di sini.
"Sudah menjadi takdir kita bertemu tak sengaja kota ini. Kota ini bisa menjadi tempat pindah yang ramah. Aku juga sedikit menguasai daerah ini karena dulu pernah berkuliah di sini," kata Devano menambahkan.
Julie mengangguk. Athena ikut mengangguk. Ya, dan pada hari itu akhirnya telah diputuskan mereka dan si kembar akan menetap di kota ini sampai semua dokumen diurus dengan dibantu Devano.
Julie jadi ingat. Apakah ini firasat dari Dario? Dario meminta Julie dan anak-anak ke Swiss lebih dulu. Ia juga sudah mengurus aset yang berada di Bank Swiss. Tinggal datang saja dan mengonfirmasi.
Semua aset itu sudah berbalik atas nama mereka. Julie dan anak-anak tidak akan pernah kesulitan keuangan sampai mereka dewasa nanti. Julie menangis yang memeluk Athena dan Devano.
Mereka, tiga orang sahabat lama. Tiga orang yang sempat terpecah. Kini kembali.
***
1 EPISODE LAGI YA. LIKE MANA?