
Dario buru-buru kembali ke kantor karena ada masalah penting. Ia berpamitan cepat pada Julie yang masih di kolam renang lalu berjalan cepat keluar. Julie hanya membalas dengan lambaian tangannya.
Julie meminum jus buah segar yang disiapkan pelayan itu. Ia merasa agak lelah setelah berenang. Ia ingin membersihkan diri dan berbaring di kasurnya.
Julie berjalan masuk. Ia hendak ke kamar saat dilihatnya map yang agak terbuka itu tertinggal di meja depan sofa. Pasti Dario lupa, pikirnya.
Julie memungutnya dan bermaksud menyimpannya di kamar. Siapa tahu penting. Ia tak mau lancang membuka isinya.
Julie mandi lalu memakai gaun tidurnya. Ia ingin berbaring saja rasanya. Map cokelat milik Dario itu ia letakkan di kasur tadi. Julie bermaksud memindahnya ke meja lalu selembar kertas terjatuh di lantai. Julie memungutnya dan ingin memasukkannya kembali ke dalam map. Ia melihat sekilas sambil tertegun.
Dilihatnya kertas itu. Ada foto Celia sedang bersama laki-laki lain. Julie tercekat. Ia lalu duduk dan memeriksa keseluruhan isi map itu dengan penasaran.
Ya, Celia telah berselingkuh. Julie menggigit bibirnya. Kini ia merasa begitu kasihan dengan Dario.
Diingatnya Dario yang tertidur di sofa kemarin. Beban pikirannya pasti banyak. Ia tahu pekerjaan Dario di kantor cukup menyita waktu dan perhatian. Dulu Julie adalah sekretaris pribadinya, ia tentu tahu benar.
Dario juga pasti memikirkan dirinya. Ia berusaha bertanggung jawab terhadap kehamilannya. Ia menyiapkan semua dan menanggungnya. Julie kini merasa agak bersalah karena telah mengabaikan dan mengacuhkan segala bentuk perhatian Dario.
Dan kini istrinya berselingkuh? Dario pasti stress dan banyak pikiran.
Julie merapikan map itu kembali dan meletakkannya di meja. Ia lalu meraih ponselnya dan menimang apa yang harus dilakukannya. Apa ia harus menelpon Dario? Apa ia harus menunggu saja Dario menelpon dan menanyakan map yang tertinggal itu. Julie merasa bingung.
Akhirnya Julie meletakkan ponselnya. Ia sudah memutuskan untuk menunggu telepon Dario saja. Tapi kini matanya sulit terpejam. Ah, pikiran tentang Dario mengganggunya.
***
Dario membelokkan arah mobilnya ke apartemen. Awalnya ia akan pulang ke rumah dan memberitahukan bukti-bukti perselingkuhan Celia pada Mamanya. Tapi ia menyadari map itu tertinggal di apartemen.
Dario turun dari mobil lalu bergegas. Ia tak sabar menanti pintu lift terbuka.
Sesampainya di sana, Pak Roy menyambutnya. Dario tersenyum tipis lalu bergegas masuk.
Dicarinya map itu di meja. Ah, tidak ada. Dario lalu bergegas ke tempat pelayan. Ia menanyakan keberadaan map itu. Semua menggeleng tak tahu. Dario mulai panik. Itu bukti penting dan rahasia. Kalau sampai ada orang lain melihat atau menyimpannya bisa berbahaya. Nama keluarganya dipertaruhkan. Bagaimanapun isi perselingkuhan istrinya akan menimbulkan kehebohan.
Dario lalu menduga satu hal. Julielah yang menemukan dan menyimpannya. Ia bergegas mengetuk pintu kamar Julie.
Nyonya Emily menghampirinya dan berkata dengan hati-hati, "Nona Julie sepertinya tertidur. Tadi ia mual-mual lagi dan merasa lemas."
Dario mengangguk mengerti. Pelayan itu lalu pergi. Diurungkannya niatnya untuk mengganggu Julie. Tapi mendengar Julie mual-mual lagi, ia merasa begitu khawatir. Julie menanggung kesakitan karena mengandung anaknya.
Dario membuka pintu kamar yang tak terkunci itu dengan pelan. Dilihatnya Julie tengah tertidur. Keningnya berkeringat. Ia lalu mengambil tisyu dan mengelapnya.
Julie nampak gelisah dalam tidurnya. Dario menungguinya dengan cemas. Tak berapa lama kemudian Julie terbangun sambil berteriak ketakutan.
Dario mengambilkan segala air. Ia lalu menggenggam tangan gadis itu. Julie makin ketakutan. Gelas berisi air itu terlempar dan berserakan menjadi kepingan-kepingan kaca. Julie makin syok.
"Hei, are you okay?" Dario bertanya pelan. Kini ia menjaga jarak. Julie makin mundur ke sisi tempat tidur. Matanya mencekik takut dan tangannya gemetar.
"Julie, saya panggilkan dokter?" Dario mulai cemas.
Julie menggeleng cepat. Ia menangkupkan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya. Jantungnya berdetak cepat. Kini ia menyadari bahwa itu semua hanya mimpi.
Dario menghampirinya pelan-pelan. Ia menyentuh pundak Julie dan mengangkat wajah gadis itu. Tampak air mata mengalir di pipinya. Julie memandang dengan tatapan kosong.
"Kamu mimpi buruk," ucap Dario pelan sambil mengelus rambut Julie penuh sayang.
"Bayi itu..." kata Julie takut-katut.
"Celia mencekik dan membuangnya ke danau," kata Julie setengah berteriak. Ia kini menangis lagi. Dario berusaha menenangkannya.
"Hei, itu cuma mimpi," kata Dario sambil memeluk Julie. Julie menangis di pelukan lelaki itu.
Julie kembali memandang kosong setelah tangisnya reda. Dario menggengam tangannya erat-erat. Julie kini memandangnya. Tatapannya sulit digambarkan. Dario merasa gugup dan bingung.
Julie lalu mengambil map cokelat di samping tempat tidurnya. Diberikannya pada Dario.
Ya, Dario hampir lupa dengan tujuannya semula untuk menanyakan map itu. Benar, ternyata Julie yang menemukan dan menyimpannya.
"Maaf. Tadi terjatuh dan saya tidak sengaja melihat isinya," kata Julie dengan nada datar.
Dario tercekat. Jadi sekarang Julie tahu kalau Celia berselingkuh darinya?
"Itu membuat saya mimpi buruk," kata Julie terbata. Kini ia ingin menangis lagi.
Dario mengelus pipinya. Ia menyeka air mata yang turun lagi.
"Apa yang ada di mimpi kamu?" tanya Dario.
"Kamu menikahi saya dan menceraikan Nyonya Celia. Dia marah dan berusaha menghancurkan saya dan bayi saya. Bayi saya direbut dan dibawa naik perahu. Lalu..." Julie tak sanggup meneruskan kata-katanya. Ia menangis lagi.
Dario kembali memeluknya dan mengelus punggungnya. Kini ia tak kalah terkejut. Mimpi itu. Ah, tadi Julie sudah mengatakannya. Ia mimpi bayinya dibuang ke danau. Bulu kuduk Dario berdiri.
Dario mempunyai trauma yang sama terhadap danau dan perahu. Mimpi buruk yang sama datang menghantuinya bertahun-tahun.
Tidak, Papanya tidak terjatuh ke danau atau sengaja bunuh diri. Ia didorong sesorang. Tapi siapa orang itu? Mimpi itu tak pernah terjawab. Dan kini, Julie memiliki mimpi yang sama.
***
Celia ternyata tak sebodoh itu. Ia tahu Dario mencium sesuatu yang buruk darinya tentang perselingkuhan itu.
Ia meminta Ludwig kembali ke Suresh lebih dulu. Tentu saja untuk menghilangilangkan jejak.
Celia terus menghubungi Dario lewat pesan dan telepon. Tapi Dario mengabaikannya. Celia tak menyerah. Ia tak lupa menghubungi Ny. Sanio. Tentu saja ia berbohong kalau di Macau ia bersenang-senang dengan teman kuliahnya.
Ny. Sanio mengizinkan Celia pergi karena mempercayainya. Ia tahu, sejak menikah Celia jarang sekali pergi ke luar negeri bersama Dario untuk liburan. Dario terlalu sibuk bekerja.
Celia mengirimi fotonya dengan teman-temannya. Tentu ini atas bantuan Jennie temannya. Jennie sudah lama tinggal di Macau dan berprofesi sebagai DJ. Teman-temannya banyak. Celia membayar mereka untuk pura-pura pesta dan bertemu untuk makan di luar dan sebagainya. Semua diabadikan lewat foto dan ia kirimkan pada Ny. Sanio. Tentu saja ia percaya dan merasa senang juga karena menantunya bersenang-senang.
Bagaimana Celia membayar semua tagihannya selama di Macau saat Dario memblokir semua kartunya? Tentu saja ia minta uang Mamanya. Mama mendapat jatah bulanan yang besar darinya. Dario tak masalah Celia menghabiskan uangnya untuk keluarganya. Berkat uang itu, Ny. Maria Adams bisa hidup dengan mewah. Celia berjanji akan mengganti uang ibunya nanti.
Walaupun menyiapkan rencana licik semacam itu, Celia juga bergetar hatinya. Ia agak takut juga. Isu selingkuh adalah hal serius. Ny. Sanio adalah kunci semua ini. Ia harus bisa mengambil hati mertuanya itu. Ia takut Dario menghasutnya agar percaya bahwa Celia selingkuh.
Celia memutuskan bahwa sudah cukup ia di Macau. Tagihannya makin besar dan Mamanya berteriak kesal walaupun Celia sudah berjanji bahwa uangnya akan segera diganti.
Celia takut Ny. Sanio terhasut oleh laporan Dario. Ia juga masih menduga apakah Dario punya bukti yang kuat atas perselingkuhannya atau tidak. Semuanya terasa abu-abu karena Dario tak mau dihubungi dan tak mau bicara dengannya.
Pagi itu Celia menyeret kopernya kembali ke bandara. Shan mengikutinya diam-diam. Ia ikut kembali ke Suresh.
...----------------...
Hai semua. Kasih komentar, ide atau kritik saran dong. Mau request episode boleh juga loh. Thankyou semuanya.