Mama'S Twin

Mama'S Twin
Kelahiran Dini



Julie menelpon dokter Anna dengan panik. Ia bingung mengapa perutnya tiba-tiba nyari dan sakit tak tertahankan.


Dimatikannya laptop itu cepat-cepat dan ia hendak memanggil sopir untuk ke rumah sakit.


Rasanya aneh sekali. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Kemarin ia belum mendapatkan firasat apapun dan dokter Anna bilang kandungannya baik-baik saja.


Julie merasa pandangannya gelap dan tak kuat berjalan lagi. Bibi Emily dan pelayan lain menangkap tubuhnya sebelum terjatuh lalu berteriak panik.


Semua penjaga di luar masuk dan melihat apa yang terjadi.


Roy sang kepala keamanan yang ditugaskan di apartemen Julie segera menghubungi Dario.


Julie segera dibawa menuju lift khusus dan turun. Mobil disiapkan. Julie tak sadarkan diri.


***


Dokter Anna Tomya dan timnya menyambut Julie yang tadi menelpon terburu-buru dengan wajah cemas.


Julie yang terbaring lemas didorong di brankar rumah sakit untuk observasi.


Roy yang merasa paling bertanggung jawab mengikuti langkah-langkah dokter Anna.


"Dimana Dario?" tanya Dokter Anna sambil berlari-lari kecil mengikuti para perawat.


Roy ikut berlari di belakangnya. Ia juga setangah panik terus menerus berusaha menghubungi Dario.


"Sepertinya sedang konferensi pers. Shan juga tidak bisa saya hubungi. Terlalu berbahaya kalau saya menelpon ke kantor. Mohon tangani dan saya akan secepatnya menghubungi Pak Dario," kata Roy.


Dokter Anna kemarin memang sedikit berbohong saat memeriksa Julie. Kondisinya tak cukup bagus. Wajar saja dokter Felana di Delphi merujuknya untuk bertemu dengannya.


Preeklamsianya lumayan parah dan ada sedikit masalah di plasenta bayi. Ia pikir kondisinya tak akan memburuk secepat ini.


Ia yang dipusingkan dengan masalah rumah tangganya belum sempat memberitahu Dario soal kondisi Julie yang sebenarnya cukup membuat cemas. Dario juga tak menghubunginya lagi setelah Julie kembali.


Sebagai seorang dokter, tentu ia punya kode etik untuk tak mengatakan secara vulgar kondisi pasien. Dikhawatirkan membuat mental dan kondisi psikis pasien akan semakin drop.


Ia terus memantau Julie lewat telepon. Ia pikir bisa menangani kasus seperti ini karena ia beberapa kali menangani kasus kelahiran kembar yang bermasalah.


"Tunggu di luar," kata dokter Anna mencegah Roy masuk ke ruang tindakan.


Memang ada beberapa bayi kembar yang harus lahir lebih awal di minggu ke 32. Tapi itu hanya sekitar sepuluh persen dari banyak kasus yang dipelajarinya sejauh ini.


Suster memeriksa tekanan darah Julie dan lain-lain. Semua peralatan disiapkan.


Dilihatnya Julie mengerjap-ngerjapkan matanya. Dokter Anna cepat-cepat menghampirinya dan menepuk-nepuk pipinya.


"Julls, are you okay?" tanya dokter Anna sambil meraba perut Julie.


"Ya, tadi hanya merasa nyeri di perut dan aku lemas sekali." Julie menjawab dengan terbata.


"Apa kau mengalami syok? Aku sudah bilang jangan stress dan memikirkan hal-hal buruk," kata dokter Anna.


Julie tentu saja syok. Rupanya ia tak tahu kondisinya dan memaksakan diri melihat konferensi pers Dario.


Tak disangkanya tubuhnya akan merespon sebegininya.


"Apa bayiku baik-baik saja?" tanya Julie dengan lemas.


"Ya," jawab dokter Anna.


White lies kadang diperlukan saat keadaan genting seperti ini. Ia menenangkan hati Julie. Pasien hanya butuh berita baik disetiap kondisi buruk sekalipun.


Dokter Anna melihat jejak medis Julie di satu dokumen khusus yang ia letakkan di laci mejanya. Ia tampak menimbang dan menimbang.


Kasus Julie cukup langka. Ia memutuskan untuk kembali menelepon profesor Smith, dokter seniornya uang kini berada di Wina-Austria.


Ia menjauh dari Julie dan tampak berbicara serius sambil mengamati laporan medis soal janin yang dikandung Julie. Ia berusaha menghindari tatapan mata Julie yang cemas dan seperti ingin mencuri dengar.


Sebagai seorang ibu, tentu ia punya firasat. Julie mengelus perut buncitnya dengan cemas.


Dilihatnya keadaan di luar jendela ruangan ini, pohon-pohon mulai meranggas dengan ganas.


Ah, apakah ini sudah waktunya? Bayinya akan lahir di akhir musim gugur atau awal musim dingin.


Tapi apakah harus sendini ini? Julie merasa gugup.


Dokter Anna menutup teleponnya dan kembali menemui Julie yang masih terbaring.


"Kau harus menginap di sini untuk observasi. Bayinya baik. Kamu juga harus baik. Untuk segala tindakan dan yang lain, akan kuserahkan pada Dario untuk menandatangani dokumen persetujuan dan yang lainnya. Berfokuslah pada bayimu dan jangan berpikiran macam-macam Julls." Dokter Anna mendekatinya dan memerintahkannya dengan bahasa yang lugas dan sedikit tegas.


Ia tentu tahu, tak mudah berada di posisi Julie. Ia tahu Julie cukup tertekan. Itu tidak bagus untuk kondisi psikisnya.