
Devano memotret anak-anak kembar itu dari kejauhan. Ia tahu itu tindakan yang tidak benar dan melanggar privasi karena ia tidak meminta izin terlebih dahulu. Tapi Devano Shimmar merasa gemas. Anak-anak itu kemarin baru ia lihat profilnya kemarin di dokumen perencanaan untuk iklan. Dan sekarang anak itu ia lihat langsung di depan matanya. Betapa gemasnya.
Devano terpana. Tapi yang masih membuat ia heran mengapa anak-anak kembar itu bersama Athena?
Ya, Athena kan memang salah satu pengasuh di rumah asuh yang cukup terkenal itu. Apa jangan-jangan dua anak kembar itu bagian dari anak-anak rumah asuh? Tapi sepertinya tidak. Devano hanya bisa membatin dalam hati.
Lalu tanpa pikir panjang lagi ia langsung melangkah untuk bermaksud menghampiri mereka.
Athena yang saat itu sedang membeli es krim untuk anak-anak jadi agak lengah. Devano datang dan ia melambaikan tangan dengan wajah senyumnya yang bersahabat pada anak-anak. Brenda dan Bertha pun mendekat.
Begitu berbalik badan sambil membawa dua es krim besar, Athena begitu terkejut hingga es krimnya jatuh ke tanah.
"Apa yang kau lakukan disini, Devano?" kata Athena yang langsung berlari untuk menarik anak-anak agar menjauh dari Devano.
Devano pun juga bingung. Mengapa Athena bereaksi sedemikian terkejut? Apalagi ia langsung dijauhkan dari anak-anak. Padahal ia hanya ingin menyapa saja. Lagipula anak-anak itu juga sepertinya suka padanya, tapi Athena seakan menghalangi.
"Aku sedang liburan di sini juga. Tadi kebetulan aku melihatmu dari jauh, makanya aku datang menghampiri," kata Devano dengan polosnya.
Athena langsung pucat. Jangan sampai Devano tahu kalau anak-anak kembar ini adalah anak dari Julie. Bisa gawat nanti!
"Athena, mengapa kau demikian ketus padaku? Tapi aku penasaran padamu. Bagaimana kau bisa kenal si kembar Sanders ini? Mereka selebriti cilik terkenal, kan?" tanya Devano dengan eskpresi tersenyum ke arah anak-anak dan mdlambaikan tangannya dengan ramah.
"Itu bukan urusanmu!" jawab Athena dengan cepat. Ia terkejut juga mengapa Devano mengenali Brenda dan Bertha.
Athena menarik tangan anak-anak agar segera kembali ke hotel saja. Ternyata di luar tidak seaman itu. Tanpa terduga mereka malah bertemu Devano. Athena jadi bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.
Tapi ternyata Devano tidak mudah menyerah begitu saja. Kini ia justru mengikuti Athena di belakang. Hal itu membuat Athena makin gusar dan marah. Ia kemudian menghentikan langkahnya.
"Aku bisa melaporkanmu ke polisi kalau kau terus mengikutiku!" kata Athena mneghardik.
Sedangkan Devano yang merasa penasaran itu cuek saja. Semakin Athena menghalanginya, semakin ia merasa penasaran.
"Aku tertarik pada si kembar ini, Athena. Aku sudah menghubungi ibunya sebagai manager mereka. Kubilang akan meminta mereka sebagai bintang iklan produk perusahaanku. Ya, walaupun belum sepakat. Aku hanya penasaran bagaimana kau mengenal mereka? Siapa tahu aku bisa bertemu ibunya atau orang tuanya di sini secara langsung. Jadi aku bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajak mereka bicara soal kontrak. Untuk itu aku mengikutimu," ucap Devano menjelaskan.
Bintang iklan? Apa Julie gila menerima tawaran Devano? Apa ia tidak tahu kalau yang menawari itu perusahaan Devano? Athena cemas.
Athena yang merasa ini semakin gawat bertekad harus segera kabur, tapi ia masih agak kebingungan.
Hotel yang ia tempati bersama Julie dan anak-anak tinggal beberapa meter di depannya. Ini di pusat kota. Tinggal jalan kaku saja dan sampai.
Apa ia naik taksi saja dan berputar-putar untuk menghilangkan jejak dan agar Devano berhenti mengikutinya? Tapi Devano ini sepertinya tidak mudah menyerah. Ia dengan gigih terus mengikutinya.
Athena pikir kalau ia berlari menerobos ke dalam hotel dan ia masih di ikuti, maka dia bisa melaporkan Devano pada petugas keamanan hotel.
Akhirnya Athena menggendong si kembar di kiri dan kanan, lalu ia berlari cepat masuk ke dalam hotel, melintasi lobi dan berjalan menuju ke arah lift.
Athena yang benar-benar muak itu lalu menurunkan si kembar dari gendongannya. Ia lalu mencoba untuk berbicara serius pada Devano agar pria gila itu bisa pergi baik-baik tanpa diusir paksa.
"Dengarkan aku, Dev Aku tahu ini di luar negeri dan hukum kita tidak berlaku seperti di kota Suresh. Tapi kau tahu aku kan aku bisa melaporkanmu ke polisi atas tuduhan kau menguntitku dan anak-anak. Itu pelanggaran privasi! Jadi tolong kau pergi dan berhenti mengikuti aku! Atau aku melaporkanmu kepada petugas keamanan," kata Athena lalu ia menunjuk kepada petugas keamanan hotel yang berdiri agak jauh dari mereka.
"Aku tidak mengikutimu. Aku hanya berjalan saja ke sini. Lagi pula hotel ini juga tempat aku menginap selama liburan di sini. Jadi kalau kau mau naik ke lift, aku juga ikut naik. Kebetulan kamarku di atas," kata Devano kalau dengan penuh kemenangan.
Athena bergitu terkejut. Bagaimana ya caranya menghindari Devano yang nekat seperti ini? Ya sepertinya ia memang harus segera masuk ke kamar hotel dan meminta Julie agar pindah hotel saja karena Devano ternyata ada di sekitar sini.
Athena lalu menggandeng tangan si kembar dan ia masuk ke dalam lift. Tidak dipedulikannya Devano yang terus ikut masuk.
Athena hanya bisa menahan nafas dan menahan emosinya. Nanti setelah masuk ke kamar hotel, akan ia tutup pintu itu rapat-rapat.
Tring!
Lonceng lift berbunyi. Mereka tiba di lantai 6. Dan saat Athena dan si kembar keluar dari lift ternyata Devano juga ikut keluar dari lift. Athena begitu jengkel!
"Kenapa kamu memelototiku? Aku memang berhenti di lantai 6," tanya Devano pada Athena.
"Kau mengikutiku, kan? Jangan bohong. Tidak mungkin kita satu lantai di hotel ini!" kata Athena yang masih terus mencurigai Devano.
Nyatanya memang benar begitu. Devano tinggal di hotel ini dan kamarnya ada di lantai 6.
Devano yang merasa terus-menerus dituduh itu lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kunci kamar hotelnya.
"Nah, ini kunci kamarku. Masuklah ke kamarmu. Aku tidak akan mengikutimu. Aku juga akan masuk kamarku sendiri.," kata Devano lalu melangkah lebih dulu untuk membuka pintu kamar hotelnya.
Merasa kalau keadaan aman, Athena segera dengan cepat menggandeng tangan si kembar. Kedua anak kecil itu berlari-lari kecil mengikuti langkah bibi Athena yang lebar-lebar
Athena lalu mengetap kartu dan membuka kunci. Namun betapa terkejutnya ia begitu melihat pemandangan dari depan pintu. Julie pingsan!
"JULIE!!!" seru Athena sambil terkejut. Ia berlari menghambur masuk ke dalam sehingga lupa menutup pintu.
Devano yang hampir masuk ke kamar hotelnya itu lalu menoleh. Ia mengurungkan niatnya masuk dan lalu berlari menghampiri arah suara.
Tadi Athena berteriak memanggil nama Julie? Apa tidak salah dengar? Devano membatin, ia makin kencang berlari menghampiri.
_______________
Bersambung ...
Like-nya mana pemirsa?