Mama'S Twin

Mama'S Twin
Mengunjungi Athena



Senin tiba. 😍


Berikan cerita ini vote ya dan jangan lupa favoritkan cerita ini. Tinggalkan jejakmu.


Terimkasih yang sudah setia membaca.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Dario merasa urusannya dengan Mamanya sudah selesai.


Ia kembali pergi mengendarai mobilnya untuk ke apartemen Julie.


Shan izin pulang untuk menjenguk istrinya. Ia merasa lega juga karena orang kepercayaannya itu menangkap kode yang ia berikan.


Untung saja ia begitu cerdas. Nyonya Sanio jadi percaya begitu saja dan tak mencurigainya lagi.


Kata-kata Mamanya itu membuat ia berpikir ulang untuk lebih berhati-hati lagi. Ya, ia jadi mengerti mengapa Julie setakut itu kalau status pernikahan dan kehamilannya sampai tercium Nyonya Sanio.


Dario hanya berpikir kalau mereka bisa hidup berdampingan dengan bahagia. Ternyata tak semudah yang dibayangkannya.


Nyatanya memang tak sesudah itu.


Sebagai keluarga konglomerat kelas atas, tak semudah itu memutuskan seorang wanita untuk menjadi menantu dan masuk ke dalam keluarga.


Julie mungkin bisa diterima kalau posisi Dario sudah bercerai dengan Celia. Dan juga ia belum hamil dan punya bayi.


Tapi pernikahan yang mereka lakukan kemarin semata-mata agar sang bayi punya Ayah yang diakui secara hukum. Itu saja.


Dario yang tadi pagi mendapat laporan dari Shan bahwa pencarian Julie belum memenuhi titik terang jadi makin stress.


Satu-satunya harapannya adalah Athena. Ia pasti tahu sesuatu.


Athena adalah sahabat baik Julie yang bagaikan saudara kandung. Mereka berteman baik sejak kecil di panti asuhan.


Kalau Julie menghilang, pasti Athena akan panik mencarinya.


Tapi menurut laporan dari anak buah Shan, Athena melakukan aktifitasnya seperti biasa di rumah asuh.


Ia merawat anak-anak dan mengantarkannya ke pusat kesehatan kalau mereka sakit. Ia berbelanja kebutuhan rumah asuh di supermarket terdekat dan menemui donatur seperti biasanya. Tidak ada aktifitas mencurigakan.


Ini agak aneh. Seharusnya Athena berusaha mencari atau pergi ke luar kota.


Athena juga memberikan informasi yang salah ketika Dario bertanya dimana Rumah Asuh tempat Julie dibesarkan semasa kecil.


Athena bilang mereka dulu tinggal di Amberstone. Tapi ternyata kereta itu membawa Julie ke Green Valley, tempatnya dulu dibesarkan oleh Miss Allie.


Shan dan anak buahnya tidak menemukan apa-apa di Amberstone. Mereka banyak tak mengenal Julie atau Athena. Nama mereka tak terdaftar sebagai anak yang tinggal dan besar di sana.


Ya, Dario harus menemui Athena. Ia memutar arah mobilnya menuju Rumah Asuh Angels Wings, tempat Athena bekerja dan tinggal untuk merawat anak-anak.


Ia tak jadi ke apartemen Julie.


***


Athena sedang menjemur karpet-karpet tebal di halaman belakang. Ia dibantu beberapa pekerja dan relawan mahasiswa yang sering datang ke rumah asuh itu.


Sudah musim gugur. Mereka harus bersiap untuk menyambut musim dingin.


Karpet-karpet tebal itu sebaiknya harus sudah bersih dan rapi sebelum salju turun.


"Sudah selesai semuanya, Dean?" tanya Athena.


"Sudah. Sekarang waktunya anak-anak untuk mendapat kudapan dan dibacakan cerita. Aku akan kesana. Kamu bisa beristirahat," kata Dean.


Athena mengangguk. Ia sudah bekerja keras sejak pagi.


Athena bersantai di bawah pohon maple yang sedang gugur daunnya itu.


Daun-daun berwarna kuning dan oranye berguguran dan memenuhi tanah.


Athena melepas apron yang ia pakai untuk bersih-bersih sedari pagi itu.


Apron abu-abu itu ia lepas dan ia lipat lalu ia letakkan di sisi kosong bangku kayu yang ia duduki.


Athena mengambil handphonenya dan bermaksud menelpon Julie.


"Hai Julls, aku sedang bersantai hari ini. Apa kau baik-baik saja?" tanyanya sambil meregangkan tangannya yang lelah.


"Ah, iya. Aku juga baik. Aku bermaksud mengunjugimu besok Julls. Aku akan berhati-hati. Para pengintai itu sudah tak mengikuti lagi. Sepertinya mereka menyerah karena tak mendapatkan informasi apa-apa tentangmu."


Saat asyik berbincang, tiba-tiba Dean muncul kembali dari arah pintu samping.


"Athena, ada yang datang mencarimu," serunya agak keras.


"Siapa?" tanya Athena. Telepon itu masih menyala di telinganya.


"Donatur Rumah Asuh," seru Dean.


Athena baru saja akan beranjak dan bersiap menemui tamu itu saat dilihatnya Dario muncul di belakang Dean.


"Di situ saja, Athena. Aku akan ke sana menemuimu," kata Dario. Dean mengangguk lalu pergi.


Julie yang sedang menerima telepon sambil berbaring di kasurnya itu kini terbangun saat Athena berbisik kalau Dario sekarang sedang menemuinya.


"Athena, letakkan ponselmu. Besarkan volume panggilannya. Biar aku mendengarnya," bisik Julie.


Seperti dihipnotis, Athena menurut saja. Handphone itu ia letakkan di kursi kayu dengan posisi terbalik. Layarnya di belakang.


Julie menahan agar tak bersuara sedikitpun. Ia kini fokus mendengar percakapan mereka. Ia berharap suara yang diterima di handphonenya terdengar jelas.


"Apakabar Athena?" tanya Dario.


Athena tampak sedikit gugup. Tak ia sangka Dario akan datang menemuinya.


"Ya aku baik dan sedikit sibuk," jawabnya.


"Ah, apakah kesibukanmu membuatmu melupakan sahabatmu. Julie menghilang dan sampai sekarang belum ditemukan. Kau tak mencarinya? Atau kau merasa tenang karena tahu keberadaannya dan tahu kalau ia baik-baik saja?" Dario langsung menembaknya tanpa basa-basi pertanyaan.


Athena terdiam sejenak. Dadanya berdebar. Apa yang akan ia jawab.


"Aku tak bisa meninggalkan anak-anak ini. Akhir bulan mereka ada ujian kenaikan kelas. Aku harus membantu mereka belajar dan bersiap untuk liburan musim dingin."


"Dan kau tak mencari Julie sama sekali?"


"Aku mencarinya tentu saja lewat orang-orang yang kami kenal, lewat kawan-kawan lama dan yang lainnya. Hei, mengapa kau memojokkanku seperti itu?" tanya Athena merasa tak nyaman. Padahal ia juga gugup menjawab pertanyaan itu.


"Oh, kawan-kawan masa kecilmu di Green Valley?" tanya Dario.


"Ya, tentu saja," jawab Athena cepat.


Dario tersenyum penuh kemenangan. Ya, Athena kini terjebak kata-katanya sendiri.


"Kau bilang Julie dan dirimu tinggal di Amberstone semasa kecil. Kau berbohong dan memberiku petunjuk yang salah waktu itu?" tanya Dario dengan tatapan tajamnya.


Athena mendadak terdiam dan mematung.


Julie yang mendengarkan percakapan itu lewat telepon ikut tegang.