Mama'S Twin

Mama'S Twin
Perjalanan ke Swiss



"Kau tidak apa-apa aku berangkat belakangan? Anak-anak sudah tidak sabar ingin liburan. Sedangkan aku tiba-tiba harus mengurus pekerjaan penting." Dario menggenggam tangan Julie.


Julie mengangguk. Mereka duduk di kamar dan di lantai sudah berserakan koper-koper yang siap diisi barang-barang.


"Aku akan menyusul 3 hari lagi. Aku janji begitu semuanya selesai, aku akan naik pesawat dengan jadwal penebangan paling cepat," ucap Dario.


"Iya, tenang saja. Aku berangkat bersama Athena. Dia sudah mau kubujuk untuk ikut. Ya anggap saja menjadi manager Brenda dan Bertha. Tenanglah di sini. Kerjakan pekerjaanmu dengan fokus tanpa memikirkan kami. Fokus pada Axton saja," ucap Julie lagi.


Dario mengangguk cepat lalu memeluk istrinya itu dengan lega.


"Jangan melupakan dokumen-dokumen pentingnya ya untuk mengurus aset di bank. Athena bisa menemanimu kalau kau tak mau ditemani pengawal," ucap Dario mengingatkan sekali lagi.


"Tenanglah. Semuanya sudah aman di koper." Julie melepaskan pelukannya lalu mencubit pipi suaminya itu yang tampak lucu kalau sedang cemas.


Singkatnya, Dario yang tidak sempat mengantar ke bandara esok paginya itu digantikan oleh Shan.


Shan yang mempunyai anak seusia si kembar Sanders yang terkenal itu melambaikan tangan. Athena mengawal mereka.


Sebenarnya Athena sudah berkali-kali mengusir Devano Shimmar yang terus mendesaknya agar memberi tahu keberadaan Julie. Tapi untuk memberitahukan pada Julie soal Devano yang mencarinya, Athena tidak berani.


Julie sudah bahagia sekarang. Hidupnya lengkap. Anak-anak kembar yang cantik, suami yang menyayanginya sepenuh hati. Soal ia yang ingin hidup di bawah bayang-bayang dan tidak mau dipublikasikan kalau telah menikah dengan Dario Axton, itu memang keputusannya sendiri. Ia ingin privasi.


Athena merasa takut kalau Julie mengenang kembali masa lalunya. Julie dan Devano adalah kisah lama yang tragis. Athena adalah saksi hidup bagaiamana Julie berjuang bangkit dari patah hati terbesarnya saat Devano pergi meninggalkannya waktu itu.


Athena tak ingin Julie goyah. Ia merasa takdir Julie adalah bersama Dario, bukan Devano.


"Dadahh Paman Shan. Salam untuk Abigail," ucap Brenda dan Bertha pada Shan.


Shan mengangguk sambil tertawa kecil. Ya, Abigail adalah nama anaknya. Mereka bertiga sering bermain bersama dan mengunjungi satu sama lain di rumah.


***


Pesawat akhirnya mengangkasa. Terbang tinggi menuju sebuah kota indah bernama Swiss.


Sedangkan selepas Shan pergi meninggalkan bandara, Devano Shimmar dengan setelan santainya dan sebuah koper tampak berjalan ke terminal keberangkatan luar negeri. Ia ingin liburan ke Swiss sekaligus untuk mempelajari pasar di sana. Perusahaanya yang makin besar dan berkembang itu rencananya akan memperluas pasar hingga luar negeri.


Saat Julie, si kembar, dan Athena sudah sampai di hotelnya yang nyaman di Swiss; maka Devano baru saja naik pesawat.


Lewat tab canggih itu Devano menikmati minuman sambil membaca-baca. Ia mempelajari soal si kembar Sanders, selebriti kecil yang namanya disarankan tim-nya sebagai brand ambasador produk mereka yang baru.


"Aku tahu nama belakang Sanders itu banyak sekali dipakai di dunia, kebetulan saja nama mereka itu sama dengan Julie-ku. Tapi kalau kulihat-lihat, wajah anak kecil kembar ini mirip Julie." Devano menggumam.


Devano mempelajari soal mereka. Betapa ekslusifnya anak-anak ini. Orang tua mereka begitu menjaga privasi. Bahkan mengenai data diri dan dokumen lain saja tidak akan diberikan sebelum mereka sepakat untuk menanda tangani kontrak.


Sekretaris Devano bilang ia sudah menghubungi nyonya Sanders, ibu dari si kembar. Mereka bilang masih memikirkan tawaran itu. Katanya tunggu respon anak-anak setelah mencoba produknya. Produk sampel yang dikirim itu benar-benar dipakai.


Mendengar soal ini, Devano jadi makin salut. Anak-anak kembar itu bukanlah seperti selebriti cilik pada umumnya yang hanya dimanfaatkan untuk uang.


Terlihat sekali si kembar ini jarang sekali menerima undangan televisi-televisi dan acara secara off air. Mereka hanya datang di acara bergengsi seperi talk show inspiratif dan acara semacamnya. Dan lagi-lagi identitas orang tua si kembar tetap dibuat anonim alias tersamar.


"Nyonya Sanders bilang akan mau menanda tangani kontrak kalau anak-anak mereka suka dan sepakat, Pak," begitu kata sekretrisnya tempo hari.


Devano makin merasa penasaran. Sekretarisnya memberi nomor kontak pribadi nyonya Sanders. Devano berniat menghubunginya tapi masih ragu. Ya, ia ingin mengobrol saja. Siapa tahu akan mempercepat kontrak. Maklum saja, produk mereka sebentar lagi launching. Devano ingin anak-anak itu menjadi bintang iklannya. Kalau si kembar Sanders tidak mau, maka mereka bisa mencari orang lain sebagai pengganti.


Ya, walau sebenarnya Devano sangat menginginkan si kembar Sanders. Reputasinya bagus dan mereka kompeten. Devano kapok memakai anak selebriti sebagai bintang iklan. Memang populer dan hype mereka tinggi, tapi begitu orang tuanya kena masalah, anak-anak itu ikut terseret. Mau tak mau produknya ikut kena pengaruh juga.


Si kembar Sanders adalah kandidat yang paling tepat dan cocok.


"Ya, nanti aku akan menghubunginya," ucap Devano setengah menggumam, tanpa ia tahu kalau nomor nyonya Sanders itu adalah nomor Julie yang setengah mati ia cari-cari.


Lalu akankah sesampai di Swiss mereka akan bertemu?


_______________


Bersambung ...


🌻🌻🌻


HALLO, MAAF VAKUM LAMA SEKALI SAMPAI KALIAN HAMPIR LUPA CERITA INI.


Maaf ya, author sibuk cari duit di tempat lain.🤣 Baiklah, novel ini akan saya tuntaskan agar tidak mengganjal. Tunggu beberapa episode lagi hingga temat, ya?


Jangan lupa mampir ke IG aku @rumaika_sally untuk tahu karya-karyaku yang lain.