
"Julls, bayinya!" seru Athena.
Julie bersusah payah turun dari ranjangnya. Athena berlari-lari kecil membantunya turun.
"Bayinya sudah boleh keluar dari ruangan?" Julie terdengar antusias.
Antena mengangguk. Pintu diketuk dan Athena kembali membukakannya.
"Hallo, si kembar sudah boleh satu kamar dengan ibunya. Aku dokter Vernie, mewakili dokter Anna yang saat ini sedang ada tugas operasi pasien," kata dokter Vernie menjelaskan.
Julie melihat bayi-bayinya dengan mata berbinar. Bayi-bayi ini kembar identik. Ia sudah melihatnya dari foto tapi rasanya berbeda. Ini nyata.
Disentuhnya kaki mungil mereka. Ada perasaan hangat yang menjalar dalam dadanya.
Disentuhnya tangan-tangan mungil itu juga. Ada rasa haru menyeruak dalam perasaanya.
Jadi begini rasanya menjadi seorang ibu seutuhnya?
"Bayi ini mungkin bisa dibilang lahir pada musim dingin. Mereka butuh asupan vitamin D. Kami akan menyediakannya untuk dibawa pulang dan diberikan setiap hari." Dokter Vernie rupanya tak kalah informatif dan ramah.
Julie mengangguk paham. Tapi matanya tak lepas memandangi mata sepasang bayinya yang sedang tertidur itu.
"Mereka lahir prematur, Nona Julie. Mereka akan lebih banyak tidur dibandingkan bayi pada umumnya. Tak apa, itu normal. Perhatikan posisi tidurnya. Pastikan mereka tidur terlentang untuk mengurangi resiko SIDS. Mereka perlu perhatian khusus. Tidak boleh terlalu lelah, jaga jarak terhadap orang sakit, periksakan kesehatannya lebih sering."
"Apa ada hal lainnya, Dok? Mereka akan tumbuh seperti anak-anak lain, kan?" Julie bertanya dengan agak cemas.
"Ya, pada umur dua tahun, mereka akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat. Mereka anak-anak spesial. Tuhan pasti memberikan hal spesial pada mereka. Apapun bisa terjadi, tugas kita hanya mengusahkannya secara maksimal," kata dokter Vernie.
Athena dan Julie mengangguk. Dokter Vernie dan suster undur diri.
Athena menutup pintu dan berjalan menuju kotak dimana bayi-bayi itu tertidur seperti boneka.
"Mana yang Brenda, Mana yang Bertha?" Athena tampak mengamati dua bayi itu dengan takjub.
Julie tertawa. Ini pertama kalinya ia mengamati bayi ini secara langsung.
"Athena, ada tanda lahir di wajah anak ini!" seru Julie.
Athena melihat dengan seksama. Ya, bayi kembar ini memiliki perbedaan di wajahnya.
"Brenda untuk bayi yang memiliki tahi lalat kecil di atas bibir. Yang satunya Bertha. Ah, anak-anakku yang manis. Akus seperti masih tidak percaya melihat mereka ada di sini."Julie berseru senang mengungkapkan perasaan harunya.
"Dario pasti akan menangis melihat mereka. Biarkan dia bertemu si kembar besok saja. Dia sedang mengurus sesuatu yang penting," kata Julie.
***
Dario sedang berjongkok membuka brankas yang berhasil dibukanya itu
Omar Axton ternyata punya banyak simpanan untuk masa depannya.
Dollar makin naik nilainya. Uang yang diinvestasikan puluhan tahun lalu tentunya seperti menjadi harta karun di masa sekarang.
"Tidak ada yang boleh memegang benda ini kecuali orang-orang yang kupercaya saja," gumam Dario.
Ia sudah menghubungi pihak bank Swiss. Dario sudah menunjukkan identitas aslinya dan verifikasi. Ia tak harus ke Swiss. Ada perwakailan cabangnya di kota ini. Tak hanya mewah tapi tempatnya sangat ekslusif dan tak bisa dijangkau oleh sembarangan orang.
Rencananya ia akan mengganti nama pemilik rekening dengan nama Julicia Sanders dan kedua putri kembarnya. Dario ingin memberikan semuanya pada dua anak yang bahkan belum diberi nama itu.
Ketika ia sedang serius mempelajari buku rekening itu handphone Dario berbunyi.
Shan? Mengapa Shan menelponnya.
"Ya, Shan," jawab Dario cepat.
"Pak, aku sedang berjaga di pintu masuk apartemen. Nyonya Sanio datang. Sepertinya dia ingin mengunjungi apartemen baru anda di lantai 9. Apartemen milik Pak Xavier. Anda di sana, kan?" tanya Shan cemas.
"Aku di apartemen Julie, Shan," jawab Dario.
Dario langsung menutup kembali brankas itu dan menyimpannya di tempat aman rapat-rapat. Ia berlari cepat mengunci ruangan itu.
Bagaimana ini?
Ia harus ada di sana. Tadi dia bilang di telepon kalau sekarang dia apartemen.
Dario berlari cepat. Ia harus sampai di lantai 9 sebelum mamanya sampai.
Entah bagaimana caranya!
Jangan sampai dia curiga. Alibinya di apartemen itu harus sempurna. Kalau tidak, ia bisa curiga dan mengirim makin banyak orang untuk memata-matai.
Artinya keberadaan Julie dan anak-anaknya di apartemen itu akan lebih beresiko.
......................
...🔥🔥🔥...
Happy weekend guys. Jangan lupa 💕👍💯❤🎁. VOTE juga ya.