
Julie memandangi kartu nama itu dengan tangan gemetar.
"dr. AnnaTomya"
Sudah jauh-jauh dan bersusah untuk kabur, Ia malah ditakdirkan kembali untuk menemui dokter Anna.
Julie merasa lemas. Tak bisakah ada dokter lain di dunia ini?
"Apakah tidak ada lagi yang sebagus dokter Anna?" tanya Julie sekali lagi dengan penuh harap.
"Ada tentu saja. Tapi di luar negeri. Ada lagi dokter di Delphi yang sekarang pindah ke luar pulau. Kalau saya jadi anda, saya akan melakukan yang terbaik untuk bayi saya. Anda menderita komplikasi dan kelahiran itu akan beresiko besar," kata dokter Felana kembali menasehati.
Julie hanya terdiam. Matanya berkaca-kaca. Tentu saja dokter Felana tak tahu masalah pelik yang dihadapinya. Dokter Anna pasti akan memberi tahu Dario. Apalagi kalau ia tak sengaja berpapasan dengan Nyonya Sanio. Dia kan sering ke Rumah Sakit itu untuk mengecek kesehatannya.
"Anda tidak bisa naik pesawat lagi, Nyonya. Tidak akan ada dokter yang berani memberikan izin terbang untuk kehamilan seperti anda. Suresh adalah yang terbaik. Anda harus mempersiapkan kelahiran lebih awal. Anda juga butuh donor darah karena anemia parah. Untuk berjaga kalau anda mengalami pendarahan hebat pasca operasi," dokter Felana menasehati.
Julie mengangguk. Ia merasa baik-baik saja selama ini. Yang ia tak tahu kehamilan kembar lebih beresiko. Apalagi soal kelahiran. Ia harus ekstra hati-hati.
"Baik, dok. Terimaksih," katanya sebelum berlalu pergi.
Julie menyelesaikan administrasi rumah sakit dan memesan burger di sebuah kedai di samping rumah sakit.
Ia duduk sendirian memandangi burger itu dengan tak berselera. Tapi ia tetap memakannya. Bayi di perutnya butuh makanan darinya.
Ia memandangi nomor dokter Anna sekali lagi dengan wajah muram.
Ya, haruskah ia kembali ke Suresh?
Apakah mungkin dokter Anna bersedia membantunya untuk merahasiakan keberadaannya dari Dario?
Ah, tapi tak mungkin. Dokter Anna Tomya adalah sahabat lama Dario. Ia pasti akan memberitahukan kondisinya pada Dario.
Julie makan burger itu dengan mata berkaca-kaca. Apa keputusannya untuk kabur selama ini salah? Tapi ia hanya ingin melindungi anaknya.
Julie menyelesaikan makannya dengan cepat lalu berjalan ke halte. Ia tak kan naik bis. Tapi tempat itu cukup teduh untuk menunggu taksi yang lewat.
Ya, Delphi adalah kota kecil, tak sebesar Suresh. Taksi jarang melintas. Penduduk sini lebih suka naik kereta atau bus kota.
Julie duduk di bangku itu sendirian. Ia memandangi jalanan yang sepi.
Saat ia mendongak ke atas, daun-daun tabebuya berguguran mengenai kepalanya.
Ya, ini awal musim gugur. Dokter bilang akhir musim gugur atau awal musim dingin nanti bayinya akan siap untuk lahir.
Julie untuk pertama kalinya menjadi takut. Ia takut nyawa bayinya terancam.
Ia lebih takut lagi kalau ia yang tak selamat. Bagaimana bayi-bayi itu akan tumbuh besar tanpanya?
Julie menggeleng kuat-kuat. Itu tak boleh terjadi. Ia tak ingin anak-anak itu bernasib seperti Athena atau dirinya yang yatim piatu.
Ya, mungkin kembali ke Suresh adalah pilihan yang harus ia ambil.
Julie menghembuskan nafasnya yang penuh sesak oleh perasaan cemas dan khawatir. Air matanya tak terbendung lagi. Ia mengusapnya sebelum tambah mengalir deras.
Ia kemudian melihat sepatunya yang penuh bunga berguguran. Taksi tak kunjung datang.
***
Dario ditemani Shan masuk ke apartemen itu. Suasana yang sepi dirasakannya.
Dario bergegas menuju kamarnya. Ada brankas kecil lagi di bawah meja kerjanya. Ia menyimpan dokumen penting dari Dante Bank di situ. Ia yakin tempat inilah yang paling aman.
Dario keluar lagi dan hendak masuk ke kamar Julie. Ia begitu rindu sampai tak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Anda harus menemui Nyonya Sanio," kata Shan mengingatkan.
Dario hanya duduk termenung saja. Ia mengingat semua kenangan yang terekam di memorinya.
Saat-saat berat dimana Julie berjuang dengan rasa mualnya. Saat-saat mereka mengobrol bersama. Senyum Julie, nada bicaranya yang tegas dan lugas. Ah, ia begitu rindu.
Tak terasa air matanya menetes. Ia membuka lemari pakaian itu. Dihirupnya aromanya. Ah, bukan Julie. Ini hanya pakaiannya.
Dada Dario tambah sesak menahan rindu itu.
***
Sebuah taksi berwarna oranye melintas. Julie berdiri dan menyetopnya.
Sopir taksi itu menghentikan kendaraannya lalu turun. Ia hendak membukakan pintu.
"Tenang, saya bisa sendiri," kata Julie tak enak hati.
"Saya hanya khawatir terhadap penumpang saya yang hamil, Nyonya. Hati-hati," katanya ramah lalu ditutupnya pintu taksi itu pelan-pelan.
Julie menyebutkan arah tujuannya. Ia hanya melamun saja sambil menyenderkan kepalanya dengan lemas.
Apa hal yang harus dilakukannya sekarang.
Ah, hanya Athena tempat satu-satunya untuk mencurahkan segala bebannya.
Dulu ada Dario yang selalu ada untuknya.
Ah, Dario. Bagaimanapun dia adalah suaminya, ayah dari anak-anak yang dikandungnya.
Dario yang selalu mencoba memahaminya.
Dario yang ratusan kali minta maaf dan mengakui kesalahannya waktu itu.
Dario yang berusaha sekuat tenaga untuk menebus kesalahannya.
Tak terasa Julie minitikkan air matanya. Apa ia kini benar jatuh cinta pada pria itu?
Pria yang ia kagumi sewaktu ia masih menjadi sekretarisnya.
Lalu pria itu dibencinya setengah mati setelah menodainya dan menghamilinya.
Dan kini, pria itu menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya terang-terangan. Bahkan ia juga menikahinya. Dan istrinya sudah ia ceraikan. Apalagi sekarang yang meragukannya?
Entahlah, Julie hanya ingin anaknya hidup dengan damai. Bagaimanapun anak itu akan dicap buruk karena lahir karena hubungan terlarang. Ya, walaupun kini pernikahan mereka sudah diresmikan.
Taksi itu terus melaju cepat. Julie membuka tasnya. Ia mengeluarkan handphonenya.
Ada 5 kontak yang ia simpan di nomor barunya itu.
Athena tentu saja nomor satu di kontaknya. Lalu Miss Allie, Bibi Elly, dokter Anna dan yang satu lagi adalah Dario.
Apa ia harus menelpon Dario sekarang?
Apa Dario masih menyayanginya meskipun ia telah meninggalkannya?
Julie memandangi layar ponselnya itu dengan ragu. Ia gerakkan tangannya untuk mengetuk layar ponsel itu.
......................
......................
......................
Bab selanjutnya akan publish sore atau malam ya. Jangan lupa tinggalkan jejak untuk Author.😍😍😍