Mama'S Twin

Mama'S Twin
Bertemu Si Kembar di Swiss



[[   "Kota Suresh resmi ditutup untuk penduduk luar. Keputusan pemerintah setempat ini sudah disetujui langsung oleh Presiden, untuk menjaga hal yang tidak-tidak karena radiasi nuklir sudah menyebar ke seluruh kota. Maka dengan terpaksa semua penduduk kota Suresh yang selamat dijaga ketat oleh para tentara perbatasan. Warga luar maupun keluarga yang hendak menengok atau mencari kerabatnya di kota ini dihalangi masuk. Segala tindak pelanggaran akan ditindak tegas.


Sementara reporter kami di lapangan mengabarkan bahwa korban jiwa akibat gempa bumi ini mencapai kira-kira hampir 60%. Kota Suresh yang didominasi gedung-gedung tinggi, perkantoran, dan perumahan yang padat. Banyak yang tertimpa reruntuhan bangunan.


Sedangkan warga pinggiran kota tampak banyak yang selamat karena banyak area terbuka untuk menyelamatkan diri ketika gempa.


Reruntuhan sulit disingkirkan tanpa bantuan alat berat dari kota sekitar. Para tentara bergerak dengan lebih cepat. Bagaimanapun banyak para korban yang masih tertimpa di reruntuhan bangunan. Tentara dari luar juga didatangkan. Tapi mengingat kota ini terisolir karena radiasi nuklir maka semuanya serba dibatasi.


Industri dan perkantoran mati. Prioritas kota adalah menyelamatkan korban jiwa yang selamat dan memulihkan semua akses. Penduduk yang sudah diisolasi nantinya akan dipindahkan ke daerah yang lebih aman."   ]]


Julie tidak sanggup lagi melihat berita ini. Ia lalu mematikannya dan melempar remotenya ke atas kasur. Wanita yang sedang meratap itu lalu kembali tersungkur ke lantai.


Korban jiwa hampir memakan 60% warga Suresh?


Kata-kata itu sudah cukup membuat telinganya berdengung. Julie limbung.


Lalu saat Julie sedang terpuruk begini, dimana Athena dan si kembar Brenda dan Bertha?


Mereka sedang asyik bermain di taman kota.


Berbeda dengan Suresh yang sedang mengalami musim dingin dan salju turun di mana-mana. Tapi di Swiss pemandangan justru sedang indah-indahnya.


Anak-anak bermain di taman sambil berlari-larian. Mereka tidak lagi diawasi oleh pengawal atau kamera yang ingin memotret mereka diam-diam. Selebriti cilik di Suresh situ tidak tahu-menahu kalau di kota asalnya ada seorang perempuan yang selalu dipanggil nenek itu tewas tertimpa bangunan rumah sakit. Nyonya Sanio!


Lalu dimana ayah mereka?


"Hati-hati, sayang!" kata Athena sambil mencoba menarik tangan Brenda yang yang hampir mencoba untuk meraih daun yang yang mengambang di saluran sungai kecil yang indah di tepi jembatan taman kota itu.


"Bibi Athena, aku hanya ingin mengambil daun yang cantik itu," kata Brenda merengek.


Athena tertawa-tawa. Ia lalu mengambilkan daun itu dan menyerahkannya pada si kembar bermata biru itu.


Athena yang asyik bermain dengan anak-anak yang sudah ia anggap sebagai keponakan kandungnya itu tidak tahu menahu soal berita yang sedang menghebohkan seluruh dunia mengenai gempa besar dan kebocoran reaktor nuklir di kota Suresh, tempat ia dan anak-anak asuhnya tinggal.


Athena mungkin juga akan syok kalau ia mendengar anak-anak asuh yang menjadi penyemangatnya setiap hari itu juga banyak yang menjadi korban jiwa karena tertimpa reruntuhan bangunan yang roboh.


Saat mereka bertiga sedang asyik bermain di taman, Devano Shimmar yang sedang asyik menggunakan kameranya untuk memotret beberapa spot cantik kota yang indah ini tampak dikejutkan dengan pemandangan di depannya.


Devano Shimmar melihat Athena. Tidak salah lagi. Itu Athena Morin yang ia kenal. Athena sahabat Julie!


Lalu anak kembar yang sedang diasuhnya itu siapa? Devano berhenti di sudut jalan, sambil tangannya masih memegang yg kameranya. Ia mengamati Anthena dan anak-anak yang tampak familiar itu.


"Astaga! Itu anak kembar yang terkenal itu! Mereka si kembar Sanders!" Devano berseru terkejut.


💕💕💕💕💕💕


Bersambung ...


MANA LIKE KOMEN? Yuhuuuuu. Berapa episode lagi?