Mama'S Twin

Mama'S Twin
Takut Kehilangan



Sementara hari itu sang Nyonya Besar ingin berangkat ke Valex, Dario sibuk menenangkan dirinya sendiri.


Dokter Anna bilang kondisi bayi mulai menghkhawatirkan. Tindakan harus dilakukan segera.


Kini Dario duduk termenung di ruang tunggu sementara Julie sedang diperiksa apakah kondisi tubuhnya sudah layak dan siap untuk menerima tindakan.


Ada hal-hal yang tak bisa kau minta pada takdir. Karena mereka yang memutuskan, bukan kamu. Kelahiran, kematian, jodoh dan nasib.


Dario merasakan gejolak membuncah di dadanya. Ingin rasanya ia tumpahkan tangisnya di pelukan Julie-nya. Ia ingin saling menguatkan dan berjanji kalau ia nantinya akan selalu mendampinginya apapun yang terjadi.


Julie membuatnya menjadi dirinya sendiri. Sisi terlemah dan terkuatnya muncul tanpa bisa tutup-tutupi.


Tapi kini ia harus terlihat kuat di depan wanitanya itu. Ia tak boleh sedih, ia tak boleh takut.


Dokter Anna membuka pintu ruang tindakan itu dan langsung menatap Dario dengan ekspresi wajah yang yak bisa ditebak.


Ia memberi isyarat pada sahabatnya sekaligus mantan kekasihnya untuk mengikutinya.


Dario hanya berjalan mengikuti langkah-langkah dokter Anna dengan pikiran tak tentu.


Ia berhenti di sebuah mesin kopi. Dokter Anna memberinya satu cup dan meraka terduduk di bawah pohon dekat cafetaria.


Diminumnya kopi yang sekarang terasa seperti menelan duri itu.


"Bagaimana, Ann? Apakah operasi sudah bisa dilakukan?" Dario bertanya tanpa basa-basi lagi. Seluruh indera di tubuhnya menengang.


"Ya, dua jam lagi saat matahari muncul." Dokter Anna berkata sambil menatap Dario dalam-dalam.


Diminumnya kopi itu seteguk. "Aku butuh cafein.  Dua jam lagi aku harus siap."


Dario memandangi dokter Anna dengan tatapan memohon dan putus asa.


"Lakukan yang terbaik, Ann. Aku akan membayar hutang budi ini dengan nyawaku. Please, selamatkan Julie-ku," katanya lemah.


Dokter Anna terdiam. Dipandanginya kakinya yang terbungkus sepatu itu.


"Masih ada kemungkinan hal baik kan, Ann?" Dario tampak berharap.


"Ya. Kita harus yakin. Hal baik akan memihak kita. Kemungkinan 20 persen tetaplah kemungkinan Dario. Jangan meremehkan angka. Tak kan ada yang tak mungkin. Yakinlah," katanya sambil menepuk pundak Dario.


Pria itu menangis sampai pundaknya terguncang-guncang.


"Jadi hanya 20 persen, Ann?" tanyanya dengan mata merah dan wajah yang kacau.


Dokter Anna diam saja. "Dua puluh persen tetaplah angka. Optimislah. Temui dia sebentar saat wajahmu sudah tak kacau lagi. Aku akan memberi kesempatan."


Dario terduduk mematung diantara daun-daun yang berguguran itu. Hatinya hancur sementara dokter Anna pergi meninggalkannya.


***


Julie tertidur memandangi kabel-kabel dan cairan yang menetes-netes memasuki tubuhnya lewat jarum kecil di lengan.


Athena pasti akan menangisinya seperti orang gila kalau tahu keadaanya sekarang. Ia memutuskan untuk tak memberitahukannya.


Kalaupun ini kesempatan terakhirnya untuk hidup dan merasakan nafasnya secara nyata, ia tak ingin melihat sahabatnya menangis.


Dario membuka pintu kamarnya dan berjalan ke arahnya sambil tersenyum.  Wajahnya agak basah seperti baru saja mencuci mukanya.


"Hei," sapanya sambil tersenyum.


Julie ikut tersenyum juga. Sejauh ini Dario sudah cukup memperjuangkannya.


Ia ingin lelaki ini tak mencemaskannya lagi. Digenggamnya tangan Dario yang dingin.


"Jangan menangisiku. Aku akan bangun lagi. Tenanglah," katanya sambil tersenyum.


Dario sudah sekuat tenaga menahan tangisnya dan kini tangis itu pecah di hadapan wanitanya itu. Julie dengan mudahnya mengatakan kemungkinan buruk itu. Apa ia sudah tahu? Atau ia hanya menebak nasibnya sendiri?


Julie menggengam tangannya dan mengelus kepalanya yang ia sandarkan pada ranjang rumah sakitnya. Pundaknya terguncang.


Ada dua hal yang membuatnya meratap lemah seperti ini. Hal pertama adalah kematian ayahnya. Hal kedua adalah keadaan Julie.


Biarkan saja ia dianggap lelaki lemah. Ia hanya ingin menumpahkan rasa takut kehilangannya.


...----------------...


...🌻🌻🌻...


Tinggalkan jejak. Siang nanti upload lagi.💕👍