Mama'S Twin

Mama'S Twin
Cinta Dario



"Apa kata dokter Anna?" tanya Julie dengan cemas.


"Semuanya akan baik-baik saja, Julls." Dario tentu saja berbohong.


Di antara banyak kemungkinan buruk itu, pasti ada kemungkinan baik yang bisa mereka dapatkan. Ia harus optimis.


Julie diam saja. Ia tahu pasti sedang tidak baik-baik saja kalau Dario mengatakan demikian.


"Mulai sekarang aku akan di sampingmu. Aku membeli apartemen di gedung yang sama denganmu. Itu membuatku bisa mengunjunginya setiap hari, bahkan kita bisa tinggal bersama."


Julie masih diam saja. Entah bagaimana ia harus berekasi.


"Itu apartemen Xavier, kawanku. Aku bilang pada Mama kalau aku akan pindah agar lebih dekat dengan kantor. Dia masih sering mencurigaiku kalau aku kabur lagi. Maafkan aku, Julls," kata Dario lagi.


"Maaf untuk apa?" Jukie nampak tak mengerti.


"Maaf karena selama ini tak bisa di sampingmu seutuhnya. Maaf aku belum bisa lepas sepenuhnya dari mama. Dia keluargaku satu-satunya. Sebenci apapun aku padanya, tapi dia tetap mamaku. Papa bilang aku harus menjaga mama sampai aku mati."


Julie tak banyak berkata-kata. Mana ia mengerti. Ia tak punya orang tua sejak bayi.


Tapi seandainya ia punya, ia juga pasti akan menjaganya. Ia akan menjadi seorang ibu sebentar lagi. Ia rela melakukan apa saja agar bayinya selamat, sekalipun itu akan mengorbankan nyawanya, rasanya ia rela.


"Jangan terlalu merasa bersalah. Aku tahu. Aku juga akan menjadi seorang ibu sebentar lagi. Nyonya Sanio hanya cemas saja. Aku tak peduli apa yang kau lakukan, yang terpenting keberaadaanku dan anakku, juga status kita tak diketahuinya." Julie berkata lirih.


Dario mengangguk. Ya, ia bisa mengerti posisi Julie.


***


Sementara itu Frans Adams yang kesal tampak membanting barang-barang. Ia melihat Maria Adams dengan sorot mata tajam.


"Harusnya kau urus anakmu itu agar tidak berbuat kekacauan. Kau saja yang ke kantor polisi," kata Frans dengan kesal.


"Kenapa harus aku? Kau walinya. Aku takut bertemu polisi dan wartawan. Datanglah. Hanya tanda tangan saja sebagai jaminan dia ditahan dan tak akan kabur. Kau ayahnya," kata Maria mendesak suaminya.


Frans mendengus kesal. Apa tak cukup hidupnya sudah sulit dengan badannya yang lumpuh, lalu anaknya itu membuat heboh seluruh negeri dan ikut mencoreng namanya yang sudah buruk jadi makin buruk lagi.


"Sial. Aku harus menemui Tuan Travis Topper untuk membicarakan Dante Bank. Jadi tertunda lagi karena maskah ini. Dasar anak sialan. Antar aku ke kantor polisi," kata Frans dengan terpaksa.


Nyonya Maria Adams mendorong kursi roda itu menuju mobil. Ia tersenyum sedikit. Ya, setidaknya ia tak harus sendirian menanggung malu.


***


Julie tampak meringis kesakitan saat obat-obatan itu masuk melalui selang infusnya.


Begitu tak tega dilihatnya Julie meringis kesakitan setiap saat.


Dokter Anna bilang ia memasukkan segala obat untuk menguatkan rahim dan tubuhnya.


Julie pasien spesial, terlepas ia adalah istri dari sahabatnya.


Tapi kasus kehamilan kembar dengan komplikasi dan kelainan pada rahim ini adalah kasus yang jarang ditemuinya.


Dokter Anna bahkan mengosongkan jadwalnya khusus untuk Julie. Semua pasien dilimpahkannya kepada dokter juniornya.


"Kapan waktu yang tepat, Ann?" tanya Dario pada dokter Anna saat dilihatnya Julie tertidur pulas sambil memegangi tangannya.


Mungkin ia lelah menahan sakit sedari tadi pagi.


"Belum tahu. Kita lihat perkembangannya besok." Dokter Anna tampak serius melihat catatan medisnya.


Dario menunggu dengan tegang. Tak pernah seumur hidupnya ia mengalami momen setegang ini.


Untuk pertama kalinya ia tak takut mati. Ia hanya takut Julie mengalami hal buruk. Untuk bayinya, ia tak ingin terlalu berharap banyak setelah mendengar penjelasan dokter Anna. Tapi ia berdoa pada setiap Tuhan yang diketahuinya di dunia ini. Berharap agar mereka selamat dan baik-baik saja.


Dario memejamkam matanya hingga air matanya bercucuran. Ia menangis tanpa suara.


Kesedihan yang dalam dan dirasakannya ini membuatnya takut meninggalkan Julie seringkali darinya.


Ini bukan sekedar rasa bersalah karena telah menghamili gadis itu. Ini karena ia merasakan cinta yang begitu dalam.


Cinta yang membuatnya takut kehilangan.


Dario tanpa sadar tertidur dengan kepala ia taruh di tepi ranjang Julie. Julie nampak terbaring dengan selang-selang di tubuhnya.


Dario berjingkat terkejut saat seseorang menepuk pundaknya keras-keras dan menggoncangnya.


Ditolehnya ke arah belakang dengan terkejut.


...🦋🦋🦋...


......................


...🌻🌻🌻...


Tinggalkan jejak ya agar Author selalu semangat. jangan lupa VOTE uang masih punya VOTE.