
Hallo semuanya. Per hari ini, MBG (My Baby Genius) sudah resmi dikontrak oleh Noveltoon. Yayy.😍
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment, review atau gift ya biar Author makin semangat updatenya.
Terimakasih untuk dukungannya selama ini.😘😍
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Julie memang kembali ke Suresh seperti yang Camelia bilang.
Pepatah bilang, tempat persembunyian yang paling aman adalah tempat musuh berada.
Di pinggiran kota Suresh yang teduh, rumah musim panas itu berdiri dengan sederhana dan terlihat nyaman.
Rumah itu milik salah satu pekerja di rumah asuh tempat Athena bekerja. Sejak anaknya pindah ke luar negeri, rumah itu kosong.
Athena tentu saja tak diizinkan Julie untuk berkunjung sampai dirasanya keadaan aman.
Di rumah itu Bibi Elly merawatnya. Ia begitu mengasihi Julie yang sedang mengandung.
Bibi Elly dulu juga punya anak perempuan, tapi meninggal karena kecelakaan. Kehadiran Julie membuatnya senang sekali.
Untuk persiapan kelahiran bayi itu nanti, Julie masih belum tahu. Ia baru saja menata kembali hidupnya setelah melepaskan diri dari Dario.
Ia tentu saja tak mungkin mendatangi dokter Anna. Athena bilang ia akan mencarikan dokter dan tempat persalinan yang bagus.
Tak bisa dipungkiri, Green Valley mungkin cocok untuk membesarkan anak-anak. Tapi untuk kelahiran bayi kembar itu, Julie ingin yang terbaik di Suresh.
Julie sedang menginjakkan kakinya di rumput-rumput berembun itu begitu handphonenya berbunyi. Bisa ia lihat dari layar yang menyala itu bahwa Athena yang menelponnya.
Memang nomor ini hanya diketahui Athena dan Miss Allie saja. Tapi sebelum Julie pergi kemarin, ia meminta Miss Allie untuk menghapus nomornya dan semua riwayat panggilan.
Julie tentu tahu kalau Dario sangat cerdas dan anak buahnya banyak sekali untuk mencarinya. Kemungkinan untuk menemukannya di Valley tentu saja sangat besar.
Miss Allie adalah orang paling jujur dan tak bisa berbohong. Untuk itu, Julie tak memberitahukan tujuan kepergiannya pada Miss Allie. Ia juga memintanya menghapus nomornya untuk berjaga-jaga.
Pengurus rumah asuh yang berhati lembut itu menangis tersedu-sedu sambil memeluknya saat ia berpamitan untuk pergi.
Ya, Julie berjanji akan datang lagi nanti kalau keadaan sudah aman.
Julie meraih handphone di meja kayu itu lalu ia mengangkat panggilan masuk itu sambil berjalan menuju ayunan kayu di bawah pohon.
Daun-daun mulai berguguran. Musim panas kali ini datang lebih cepat rupanya.
"Ya, Athena?" jawab Julie.
"Julls, Dario datang ke Green Valley. Dia menemui Miss Allie," kata Athena.
"Apa?" Julie begitu terkejut. Ya, Dario memang selalu bisa menemukan tempatnya bersembunyi. Tapi tak ia sangka akan secepat itu.
"Tenang, Julls. Miss Allie tidak mengatakan apapun. Tadi dia menelponku pagi-pagi benar. Baguslah Miss Allie tidak kamu beritahu. Aku begitu khawatir. Miss Allie paling tidak bisa berbohong," jelas Athena.
"Syukurlah. Jangan kesini dulu Athena. Aku baik-baik saja. Aku tidak tahu harus bersembunyi kemana lagi kalau sampai ketahuan. Untung saja kamu menemukan Bibi Elly yang mau menampungku," kata Julie dengan lega.
"Tenanglah. Aku tahu ada pria baru di pos penjaga ujung jalan. Dia pasti mata-mata. Julie, tapi kamu harus periksa kandungan segera. Aku belum bisa menemukan dokter yang cocok. Dokter terbaik di Suresh adalah dokter Anna tentu saja." Athena terlihat agak kecewa di ujung sana.
"Aku baik-baik saja, Anthena. Bayi ini akan bersabar bersamaku. Bisakah kita pergi ke rumah sakit luar Suresh? Maksudku tempatku sekarang di dekat perbatasan Delphi. Aku akan mencari tahu rumah sakit yang mungkin bisa kudatangi dengan aman," kata Julie.
"Baiklah. Aku juga akan mencari di sekitar Delphi. Tapi aku butuh penjelasanmu. Sejak awal kamu tak menjelaskan mengapa harus lari dari Dario. Julls, aku sahabatmu. Please," kata Athena memohon.
"Athena. Penjelasannya panjang. Dario mungkin tak berbahaya. Dia sangat menyanyangiku dan bayi ini. Tapi aku tak bisa meremehkan ibu dan istrinya. Mereka gila. Aku ingin bayiku baik-baik saja," kata Julie.
Julie melihat ke atas. Daun-daun maple itu berguguran seperti salju. Angin musim panas yang hangat menerpa kulit lengannya yang terbuka.
Julie masih asyik berbincang dengan Athena. Hanya dialah yang ia punya. Satu-satunya saudaranya senasib karena sama-sama yatim piatu sejak bayi.
"Kamu merindukannya, Julls?" tanya Athena.
"Siapa?" tanya Julie lirih. Ia tahu siapa yang dimaksud Athena. Tapi ia berpura-pura tak tahu.
"Maksudku Dario. Dia manis padamu. Lebih menyanyangimu dibandingkan Davin dulu. Kupikir pernikahan ini akan mengubahmu menjadi lebih luluh padanya," kata Athena.
Julie hanya tersenyum. Ia terdiam sejenak sambil mengelus perutnya.
Ya, dia merindukan Dario. Dan bayi-bayi ini juga. Ia teramat rindu.
Dario meluluhkan hatinya diam-diam. Tapi hati Julie begitu keras untuk ditaklukkan.
Julie tak mau pasrah. Ia tahu Dario masih dalam kendali penuh istri dan Ibunya. Ia terikat hubungan itu. Ia tak mau membahayakan dirinya dan bayinya.
"Athena, pernikahan itu hanya status saja untuk bayi ini. Bukan denganku," kata Julie.
"Julls, aku mengenalmu. Kamu bahkan bisa menolak pernikahan itu dan kabur. Tapi kamu mau dinikahi. Kamu mungkin mencintainya, Julls," kata Athena.
"Tidak. Aku melakukan pernikahan itu agar bayiku punya ayah dan ibu. Tidak bernasib sama sepertiku, Athena. Seperti kita," kata Julie.
Athena berpikir mungkin Julie mencintai Dario atau semacamnya. Hal gila macam apa yang dilakukan dengan bossnya sampai dia hamil? Athena salah paham dan Julie membiarkannya saja. Tak mungkin kan ia bilang pada Athena kalau Dario menodainya sewaktu mabuk dan ia tak bisa melawan?.
"Ya, Julls. Tapi kulihat Dario tulus padamu. Ia bahkan melakukan apa saja untukmu. Dia bahkan mencarimu hingga ke Valley. Dia lebih serius daripada Davin," kata Athena.
"Jangan sebut nama itu lagi. Maksudku Davin. Dia sudah menghilang, biarkan jadi cerita lalu," kata Julie dengan nada sedih.
Davino Shimmar adalah seniornya saat kuliah. Julie begitu menyukai dan menggalinya.
Davino memberinya banyak harapan palsu dan ketidakpastian. Walau status mereka belum kekasih, tapi Julie sangat mencintai pria itu. Davin adalah cinta pertamanya.
Namun sebelum ia wisuda, Davin menghilang dan meninggalkannya begitu saja, entah kemana.
Julie menutup panggilan itu setelah berbicara beberapa saat lagi dengan Athena. Ia lalu beranjak dari ayunan kayu itu menuju rumah.
Rumah musim panas yang nyaman. Lantainya terbuat dari kayu. Dinding-dindingnya juga. Bibi Elly bilang, Julie bisa tetap tinggal sampai musim dingin kalau mau. Rumah itu dilengkapi dengan penghangat ruangan dan yang lainnya.
Julie bilang ia ingin kembali ke Valley beberapa bulan setelah bayinya lahir nanti. Setahun pasti sudah cukup bagi Dario untuk melupakannya. Ya, semoga.
***
Dario memainkan musik sedih di dalam mobilnya. Ia tak menyetir. Shan yang menuetirinya dengan mobilnya. Mobil yang rusak itu ia taruh begitu saja di sebuah garasi di Valex. Mobil istri Shan itulah yang ia tabrakkan di pembatas jalan.
Shan menyetir dengan fokus. Di sampingnya, duduklah Dario dengan wajah muram.
Dario merindukan Julienya.
"Kita pulang ke rumah anda atau ke apartemen Nona Julie?" tanya Shan.
"Apartemen saja, Shan," jawab Dario.
Ia melihat ruas jalan yang sepi itu. Kota Suresh yang penuh dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit itu mulai terlihat di depan matanya.
Julie, di belahan bumi bagian mana dirimu berada? Dario memanggilnya dalam hati.