Mama'S Twin

Mama'S Twin
Penyelidikan Diam-diam



"Shan, kamu kenal orang terpercaya untuk menyelidiki kasus? Sudah cukup lama kasus ini. Pihak kepolisian sudah menutupnya karena sudah lebih dari 20 tahun." Dario terlihat menimbang-nimbang pikirannya. Mimipi-mimpi itu mengganggunya.


"Ada Detektif Andrew. Dia ketua tim saya di kesatuan saat wajib militer. Dia sempat menjadi pasukan khusus pengawal kepresidenan juga seperti saya dulu. Lalu dia keluar karena direkrut badan intelejen. Sekarang di pinggiran kota Suresh, mengurus kuda-kuda dan pacuan. Dia dikeluarkan karena berjudi dan minum di Vegas sampai melalaikan tugasnya. Tapi dia profesional sekarang. Kerja lepas, menerima tawaran seperti ini dengan bayaran khusus. Beberapa tahun terakhir ini dia menerima pekerjaan semacam ini. Dia bersih, tidak mau terlibat kasus lagi," kata Shan.


"Bawa saya padanya. Atur jadwalnya," kata Dario.


Shan mengangguk paham menerima perintah itu.


***


Julie memakai kacamata hitamnya. Ia bersama Athena. Musim panas hampir tiba. Mereka duduk di ruang tunggu rumah sakit. Dokter Anna menyiapkan jadwal khusus untuknya. Ia pasien VVIP. Dario adalah penyumbang terbesar Rumah Sakit Pusat Kota Suresh.


"Hai, sudah lama menunggu? Maaf terlambat karena ada pasien yang habis operasi. Mari masuk," katanya sambil membukakan pintu ruangannya.


Julie duduk di kursi, Athena mendampinginya.


"Dario tidak ikut?" tanya Dokter Anna.


"Ya, dia sedang menuju ke sini," jawab Julie.


Dokter Anna menyiapkan alat-alat dan memakai jubah dokternya. Ia merapikan rambutnya dan mencuci tangannya kembali. Tak lupa menyemprotkan cairan untuk tangannya agar tetap steril.


Julie melihat ponselnya. Belum ada balasan. Apalah Dario sibuk kerja? Tapi dari kemarin ia sudah sibuk saja menanyakan jadwal ini. Ia begitu antusias untuk mengantarnya. Sekarang dia malah menghilang. Julie merasa kesal juga.


"Dokter, kita mulai saja sekarang. Tidak usah menunggu Dario. Saya tahu anda pasti sibuk," kata Julie.


Dokter Anna mengangguk. Ia menanyakan keluhan Julie, mencatatnya lalu memintanya berbaring. Ia melihat perkembangan janinnya bagus dan sempurna. Hasil foto ultrasonografi itu ia simpan. Dario pasti ingin melihatnya walaupun tak tahu apa artinya. Biarlah dokter Anna sendiri yang menjelaskan padanya nanti.


"Mungkin akhir musim gugur nanti bayi sudah siap untuk lahir. Kondisi kamu bagus. Pertahankan terus. Pastikan kondisi tetap prima sampai waktunya operasi. Jangan lupa beritahu saya apapun kendala kamu dan keluhan kamu," kata Dokter Anna menjelaskan.


Julie mengangguk sambil menyimak penjelasan Dokter Anna saat ponsel di tanya bergetar. Pesan masuk dari Dario.


["Julie, saya tidak bisa menemani kamu. Mama saya di Rumah Sakit yang sama. Entah apa yang ia lakukan. Saya tidak tahu. Berhati-hatilah."]


Julie membaca pesan itu dengan kening berkerut. Athena dan dokter Anna melihatnya dengan heran.


"Ada masalah?" tanya dokter Anna.


"Nyonya Sanio ke sini," jawab Julie. Ia tiba-tiba merasa gugup.


Telepon dokter Anna berdering tak lama kemudian. Ia mengangkatnya dengan cepat.


Jukie makin pucat. Ada apa ini? Apa Dario mengingkari perjanjian itu? Tangan Julie merasa gemetar.


"Apa kehamilan ini sudah diketahui Nyonya Sanio?" tanya dokter Anna.


Julie menggeleng. "Tidak dan tidak akan pernah. Ini anak saya. Saya akan melindunginya dari Nyonya Sanio," kata Julie dengan nada ketakutan.


Dokter Anna melihat pintu ruangannya dengan cemas. Ia lalu melihat ke arah Athena dan Julie secara bergantian.


"Dengan apa kalian ke sini?" tanya dokter Anna.


"Sopir. Dia di lobby depan," jawab Anthena.


"Oke. Kamu bisa menyetir?" tanya dokter Anna pada Athena.


Athena mengangguk. Ia nampak bingung dan tak mengerti apa rencana dokter itu.


Dokter Anna mengeluarkan kunci mobil dari tasnya dan menyerahkannya pada Anthena.


"Mobil saya BMW warna putih. Pencet tombolnya dan mobil akan menyala. Terlalu beresiko kalau kalian lewat depan. Mobil saya terparkir di halaman belakang. Parkir khusus untuk dokter. Lewat sini," katanya cepat sambil membuka pintu di belakang ruangannya. Mengarah ke koridor yang tak jauh darinya ada tempat parkir khusus. Hanya ada beberapa mobil.


Athena mengangguk mengerti. Dokter Anna lalu kembali menjelaskan, "Tukar dengan mobil kalian saat keadaan aman. Julie bisa mengirimi saya pesan tentang mobil saya parkir dimana. Kasih kuncinya ke resepsionis lobby utama. Nanti saya akan telpon dia. Bisa?" tanya dokter Anna.


Meraka lalu berjalan tergesa berjalan di lorong rumah sakit yang sepi itu. Athena memencet remote mobil itu. Sebuah BMW berwarna putih menyala. Ia membukakan pintu untuk Julie dan memintanya berhati-hati.


Mobil melaju pelan. Di antara kisi-kisi pilar rumah sakit itu, Julie bisa melihat Nyonya Sanio yang tampak berdiri sambil mengobrol dengan seseorang. Ia merasa takut berpapasan dengannya. Ia dikenali sebagai sekertaris Dario.


Sopir dan mobil yang disiapkan Dario untuknya tampak menunggu di awan pohon akasia itu. Tempat parkir yang teduh. Athena memarkirkan mobil dokter Anna di samping mobil hitam itu.


"Julie, masuk mobil lebih dulu. Saya tidak dikenali. Saya akan masuk untuk menyerahkan kunci, okay?" kata Athena.


Julie mengangguk. Ia keluar dari mobil dan melihat sekeliling. Ia memastikan semua aman. Dilihatnya Athena berjalan cepat menaiki tangga menuju lobby utama.


Tiba-tina Julie tercekat. Jantungnya seperti melompat. Seseorang menarik tangannya dari belakang.


...----------------...


Yok siapa yang ikut deg-degan. Mari tinggalkan jejak dan tunggu episode selanjutnya ya.