
Mark yang mencari Celia karena cemas tidak menemukan Celia di rumah. Ia tentu mengetahui berita menghebohkan itu dan merasa khawatir.
Nyonya Maria Adams memberitahu kalau Celia sedang di supermarket.
Mark yang bodoh itu langung melajukan mobilnya menuju supermarket yang dimaksud.
Di pintu masuk, ia lihat kerumunan dan keramaian. Ia berusaha menerobos dan ingin tahu.
Betapa terkejutnya ia setalah melihat siapa yang berdiri di tengah-tengah kekacauan itu.
Celia Adams hampir menangis. Cairan telur yang lengket itu memenuhi setiap jengkal tubuhnya. Ia ingin marah dan mengamuk tapi tak sanggup. Orang-orang akan lebih beringas lagi menyerangnya.
"Celia," seru Mark. Ia segera berlari dan menjadi tameng. Badan Mark tentu saja dengan cepat menjadi pusat sasaran baru para pelempar itu.
Celia dibawanya ke mobilnya. Ia menangis dengan amarah membara.
Mark melajukan mobilnya cepat-cepat meninggalkan supermarket itu. Teriakan "huuuu" terdengar menyorakinya saat mobil itu pergi.
"Apa yang mereka lakukan. Dasar gila," kata Celia.
"Mereka hanya marah padamu," kata Mark.
"Marah kenapa?" teriak Celia dengan jengkel.
"Foto panasmu dan Ludwig Cello tersebar di internet. Sedangkan berita perceraian belum terkonfirmasi. Kamu dicap sebagai wanita peselingkuh," jelas Mark sambil mengemudi mobil.
Celia terdiam tak percaya. Siapa yang menyebar foto itu? Dadanya berdebar.
"Dario yang sengaja menyebarkannya?" Celia nampak gugup sekaligus takut.
"Sepertinya bukan. Pihak sana juga terkejut dengan berita ini. Lihat saja di internet," kata Mark menjelaskan.
Celia yang mematikan handphonenya selama beberapa hari terakhir ini menjadi gundah. Ia ingin cepat sampai rumah dan membersihkan segala noda di tubuhnya itu.
"Kalau begitu siapa?" Celia berteriak kesal.
Mark diam saja. Ia fokus menyetir.
"Mengapa mereka menimpuki badanku dengan telur. Sialan," kata Celia lagi.
Mark yang punggungnya ternoda telur diam saja. Ia melirik ke arah Celia.
"Ya, anda mungkin harus tahu kalau pelaku selingkuh dihujat dengan keras di negeri ini. Apalagi anda menyelingkuhi CEO Axton yang tanpa cela. Pak Dario sangat bersih namanya. Anda ingat Justin Lee? Dia yang pemabuk dan penjudi saja dibela habis-habisan saat istrinya menyelingkuhinya. Apalagi Dario. Kamu akan dibenci seluruh negeri," kata Mark realistis.
"Arghhh. Cukup, Mark. Penjelasanmu tidak membantuku sama sekali." Celia berteriak dengan frustasi.
***
Mark duduk di teras rumah keluarga itu. Mark melepas kemejanya yang kotor dan mengganti pakaiannya dengan baju lain di mobilnya.
Nyonya Maria Adams mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sementara Celia mandi dan membersihkan diri dari bau telur busuk itu.
"Jadi kamu salah satu anak buah Dario?" Nyonya Maria langsung mendesaknya dengan pertanyaan tanpa basa-basi.
Mark hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Mengapa kamu membantu Celia?" tanya Nyonya Maria dengan nada menyelidik.
"Dia dulu pernah membantu saya, Nyonya," kata Mark.
Ia masih belum yakin soal Mark. Ia selalu waspada. Nyonya Sanio penuh tipu daya. Ia bisa saja kan menyuruh Mark sebagai mata-mata dengan berpura-pura membantu Celia.
"Kalau begitu katakan padaku apa yang dilakukan wanita tua itu setelah mengusir Celiaku yang malang," tanya Maria Adams.
"Dia tetap beraktifitas seperti biasa. Melihat pacuan kuda, menghadiri pesta sosialita, berbelanja dan melakukan kegiatan amal," jawab Mark dengan jujur.
Nyonya Maria Adams tertawa sinis. Tentu saja Sanio bersenang-senang sementara ia dan putirnya menderita tanpa uang sepeserpun untuk hidup bermewah-mewahan.
Tunggu saja sampai suamiku membongkar brankas di Dante Bank dan menguasai lagi bisnismu. Ia akan bangkit. Frans Adams yang dulu ia campakkan karena lumpuh dan sakit, kini ia dukung sepenuh hati lagi setelah ia tahu kalau suaminya itu memegang kunci brankas Omar Axton.
Nyonya Maria membatin dengan harapan besar meletup di dadanya. Ia berharap posisi mereka akan tertular suatu hari nanti. Akan ia buat Sanio merasakan apa yang dia rasakan.
Ia tak tahu saja kalau brankas di Dante Bank sudah diamankan Dario. Ia tertipu harapan palsunya sendiri.
Ketika Nyonya Maria ingin bertanya-tanya lagi, Celia keluar dari dalam rumah dengan handuk di kepalanya.
"Sialan, bau telur ini tidak hilang dari kepalaku," katanya kesal.
Ia lalu menggeser kursi dan duduk. Mereka bertiga duduk melingkari meja bulat itu. Saling berhadapan satu sama lain.
"Jadi Mark, tunjukkan padaku foto skandal itu." Celia berkata tanpa basa-basi.
Mark menujukkan berita lewat handphonenya. Celia dan Nyonya Maria melihatnya dengan penasraan.
Celia membelalakkan matanya dengan nafas memburu. Ini lebih parah dari dugaannya. Ini bukan foto bukti perselingkuhan yang didapatkan Dario dari memata-matainya.
Ini foto panas di kamar hotel. Hanya ada satu kemungkinan. Foto ini diambil diam-diam oleh Ludwig Cello. Hanya ada dia dan Ludwig di kamar hotel. Tidak mungkin ada penyadapan. Ia yakin sekali.
Nyonya Maria menatap putrinya dengan kesal. Dasar bodoh. Mengapa ia bisa seceroboh itu.
"Aku harus menelpon Ludwig," kata Celia lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Di teras itu hanya tinggal Nyonya Maria dan Mark saja.
Sang Nyonya masih mengamati foto itu dengan tatapan tak percaya. Putrinya segila itu. Tentu saja foto itu diambil jauh sebelum Celia dan Dario bercerai.
"Kamu juga melakukannya dengan anakku?" tanya Nyonya Maria sambil menatap Mark dnegan tatapan tajamnya.
Mark merasa salah tingkah. Tatapan sang Nyonya menghujam ke arahnya seperti mata pedang.
Mark mengangguk dengan gugup.
Nyonya Maria tertawa sinis. Celia yang sok suci mengatainya selingkuh ternyata sama saja. Ia menghalalkan segala cara untuk merayu Mark agar ia punya mata-mata di rumah besar itu. Cerdik juga akalnya. Memanfaatkan pemuda polos seperti Mark agar tunduk di kakinya.
***
Sementara itu Dario keluar dari gedung Axton yang megah dengan pengawalan ketat.
Dokumen bukti itu di tangan. Sekarang mamanya tak bisa mengelak lagi atau mengampuni Celia dan keluarganya.
Ia akan membongkar lebih jauh lagi. Ia bukan pendendam, tapi Celia dan keluarganya layak dihancurkan. Apalagi mengingat perlakuan Frans Adams yang diduganya membunuh Papanya dan merekayasa kecelakaan kapal itu.
Keluarga Adams akan ia hancurkan terang-terangan tanpa ampun lagi sekarang.