Mama'S Twin

Mama'S Twin
Breaking News



[[  "Breaking news. Gempa besar melanda wilayah Suresh dan sekitarnya pada pukul satu siang waktu setempat. Gempa tidak berpotensi tsunami, tapi menimbulkan kerusakan parah yang membuat kota seakan mati.


Sejumlah korban jiwa tampak dievakuasi oleh pemerintah setempat. Sementara kota diisolasi total karena gempa menyebabkan pusat pengembangan reaktor nuklir di pinggir kota rusak dan bocor, mengakibatkan seluruh kota lumpuh."  ]]


***


Julicia Sanders yang baru bangun tidur itu tampak melompat dari kasurnya setelah terbengong selama beberapa detik menatap layar televisi yang sedang menayangkan berita itu.


Suresh gempa bumi besar? Ada reaktor nuklir yang meledak?


Pikiran Julie langsung tertuju pada suaminya. Dario! Selamatkah ia?


Julie langsung mencari handphone-nya. Tidak ada notifikasi pesan atau apapun. Semua kosong. Dario terakhir menghubunginya 5 jam yang lalu.


Lutut Julie serasa lepas. Ia lemas, terpuruk di lantai sambil memgangi handphone-nya dengan tangan gemetar.


"Dario?"


Julie memanggil-manggil nama itu berulang kali. Dari berupa gumaman, hingga serupa teriakan. Ia syok. Ia kalut. Ia bingung.


Dicobanya untuk menghubungi nomor telepon Dario hingga lebih dari 10 kali dan tidak juga tersambung. Julie merasa lemas, semakin lemas. Nyawanya seperti tercabut dari tubuhnya.


Dario jauh di seberang samudera sana, tanpa ia tahu kabarnya. Julie lalu tidak kehilangan akal. Ia mencoba untuk menelepon Shan.


Tapi ternyata nomor Shan juga tidak bisa dihubungi. Julie mulai menangis terisak. Ia lalu mencoba menghubungi istri Shan yang ia kenal akrab itu, namun tidak bisa juga. Kenapa?


"Halo, Alexander? Kau dimana? Bagaimana keadaan di Suresh? Kau tahu dimana Dario?" Julie langsung bertanya dengan penuh harap saat Alexander sang kepala keamanan yang biasa menjaga apartemennya itu mengangkat telepon.


"Tidak tahu, Nona. Saya terjebak di tempat parkir tapi sudah dievakuasi. Tuan Dario setahu saya tidak pulang ke apartemen. Dia berangkat dari kantor pagi-pagi sekali dan belum kembali. Saya juga sudah menghubungi semua orang tapi tidak bisa," kata Alexander dengan nafas tersenggal-senggal.


"Alex, apakah kau terluka? Apa kau melihat Shan atau yang lainnya? Beritahu aku kapanpun kau melihat mereka dan minta mereka untuk menghubungi aku. Please, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sekarang," kata Julie setengah berteriak karena ia panik dan bingung.


Alexander juga bingung. Ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Semua akses jalan mati. Ia masih beruntung bisa selamat. Ia tahu korban jiwa bergeletakan di jalanan tertimpa gedung. Yang terjebak di dalam mobil juga banyak, entah tertimpa gedung atau jatuh dari jembatan layang.


"Nona, kaki saya terluka. Dokter bilang harus dioperasi. Tapi keadaan di rumah sakit juga sangat payah. Bangunan rumah sakit juga hancur. Sekarang saya berada di tenda darurat dengan para tentara dan polisi yang membantu evakuasi. Saya akan mencoba menghubungi staf yang lain dan mencari tuan Dario. Tolong anda tenang, Nona. Saya juga berusaha semampu saya. Keluarga saya juga hilang tanpa kabar. Saya tidak tahu mereka selamat atau tidak," ucap Alexander dnegan nada emosional sambil menangis.


"Alex, maafkan aku. Aku tidak tahu kau terluka. Semoga semua membaik. Maafkan aku sekali lagi. Semoga kau segera ditangani. Please, jangan lupakan aku. Segera hubungi aku begitu kamu dapat kabar. Oke? Good luck,  Lex," kata Julie tulus. Ia juga ikut menangis mendengar suara mengaduh dan orang kesakitan. Jelas saja, Alex ada di rumah sakit darurat yang dipenuhi orang-orang yang terluka.


Sambungan telepon lalu terputus. Julie mematikan handphone-nya dan meletakkannya di lantai. Ia lalu tersungkur dan meratap lagi. Ia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi.


Kalau ia punya sayap, pasti ia akan terbang langsung ke Suresh. Jelas perjalanan udara dan kedatangan domestik maupun luar negeri pasti ditutup dalam keadaan seperti ini. Apalagi ada reaktor nuklir yang bermasalah, kota tentu makin terisolir.


Julie lalu mencoba bangkit. Ia menyalakan televisi kembali dan mencari berita mengenai gempa Suresh dan keadaan kota.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Bersambung ...


MANA LIKE KOMEN? Yuhuuuuu. Berapa episode lagi?