Love Scandal

Love Scandal
Part 98 ~ Love Scandal



Alih-alih bicara pada Diandra yang fokusnya tertuju pada Alana yang tertidur pulas, Dito malah mengajak Canra duduk di balkon kamarnya.


Pria itu mengaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa malu meminta bantuan pada pria yang merupakan rivalnya dalam balapan liar.


"Ngapain lo ngajak gue masuk? Mau pamer kalau rumah lo mewah?" tanya Canra dengan salah satu alis terangkat.


"Salah satunya sih, biar lo sadar kalau keluarga Diandra tuh bukan orang sembarangan, jadi jangan sakitin dia. Dan alasan keduanya karena gue mau minta izin sama lo."


Dito menjeda kalimatnya hanya untuk melihat reaksi yang diberikan oleh Canra. Namun, ekspresi yang diberikan pria dia sampingnya cukup datar tanpa ada rasa penasaran sama sekali.


"Izinin Diandra buat jadi mommy Alana paling lama sebulan. Cuma jadi mommy Alana tanpa jadi istri gue. Gue punya rencana sendiri."


"Rencananya?"


"Intinya Diandra cuma dekat sama Alana."


"Gue percaya sama lo, tapi awas lo macam-macam!" ancam Canra yang sama sekali tidak terusik.


Pria itu sepertinya bukan orang emosian apalagi pecemburu, mungkin karena telah mempercayai pasangannya jauh dari dirinya sendiri.


Setelah lama berbicara satu sama lain dengan Canra, akhirnya Dito menemui Diandra yang duduk di sisi pembaringan.


"Kasian banget Alana, kenapa nggak diserahin sama mantan istri lo aja sih? Tega banget misahin mereka," ucap Diandra.


Dito mendengus, tapi tidak marah karena sedang membutuhkan bantuan Diandra untuk saat ini.


"Nggak nyangka ponakan gue bakal secantik ini." Diandra melirik Canra yang berdiri di sampingnya.


"Calon ponakan kamu, Yang," ucap Diandra pada pacarnya.


"Tau, dia cantik."


"Lebih cantik mana sama aku?"


Dito memutar bola matanya jengah melihat kebucinan yang terjadi di depan mata, untung saja tidak berlangsung lama sebab Canra berpamitan setelahnya.


"Lo udah ngerti kan? Lo bersikap baik aja dan nggak masalah di panggil Mommy, gue yakin secepatnya Alana bakal lepas dari bayang-bayangan mommy," ucap Dito usai menjelaskan semuanya.


Pria itu melangkah mendekat saat Alana mengeliat di atas ranjang, tersenyum pada putrinya yang mengerjapkan mata perlahan.


Tatapan gadis kecil itu tertuju pada Diandra yang juga tersenyum padanya.


"Daddy nepatin janji kan? Alana bangun udah dapat mommy cantik," ucap Dito.


Merangkat naik ke tempat tidur, mengelus rambut putrinya yang tampak berantakan. Di sisi lain Diandra tersenyum canggung terus mendapat tatapan menyelidik dari gadis kecil.


"Hay Sayang," sapa Diandra.


"Tante beneran mau jadi mommy Alana? Tante mau tinggal sama Alana dan buatin Alana bekal tiap hari?"


"Jangan panggil tante tapi Mommy. Mulai sekarang kamu punya mommy dan bebas mau ngapain aja."


"Beneran?" Mata Alana memancarkan kebahagiaan. Mungkin karena dia terlalu rindu akan sosok mommy hingga menerima siapa saja yang ingin menjadi mommynya.


Bisa dibilang Alana sedang mengemis kasih sayang.


Dito dan Diandra saling pandang saat Alana merangkak naik kepangkuan Diandra penuh senyuman. Suhu tubuh gadis kecil itu sudah normal mungkin efek obat dari dokter.


"Makasih daddy udah ngasih Alana mommy! Alana janji bakal jadi anak yang pintar," gumam Alana memeluk Diandra yang tertawa.


Gadis cantik itu merasa gemas pada keponakannya. Diandra menunduk untuk mengecup puncuk kepala Alana.


Sebentarnya tanpa diminta, Diandra akan suka Rela menyayangi Alana, akan tetapi jarak rumah lumayan jauh dan kesibukannya membuatnya tidak pernah berkunjung kerumah Dito selain keperluan mendesak.


"Mommy sayang banget sama Alana!" gumam Diandra.


"Alana juga sayang Mommy. Jangan tinggalin Alana kayak tante cantik ya?"