
Dito, pria itu mendengus kesal ketika perjalanannya lagi-lagi dihadang oleh geng Aron yang sepertinya tidak mempunyai kesibukan selain membuat onar di jalan.
Dito dan ke tiga inti Avegas lantas membuka helmnya setelah menghentikan motor dengan aman. Menatap Aron penuh permusuhan yang berada paling depan barisan.
"Mau lo apa sih njir?" tanya Rayhan.
Inti avegas baru saja mengantar Aurora pulang keruma mommynya, juga telah membawa istri ketua mereka memeriksakan kandungan.
"Istri lo cantik, To. Bolelah gue sewa semalam aja. Keknya dia jago deh," ucap Aron bersedekap dada.
Membuat Dito mengepalkan tangannya karena marah Aurora direndahkan oleh pria seperti Aron. Dengan sigap Dito melempar helm tepat mengenai Aron. Pria itu meringis kesakitan.
Belum sempat membalas, Dito telah melayangkan tendangannya di dada Aron.
"Sekali lagi lo ngomong dengan mulut kotor lo itu tentang istri gue, habis lo!" geram Dito menarik kerah jaket Aron lalu membenturkan kepalanya satu sama lain.
"Bantu gue njir!" teriak Aron pada teman-temannya yang hanya diam saja tanpa ingin membantu.
"Kalian gerak kita juga maju!" ancam Keenan pada teman-teman Aron membuat nyali mereka menciut.
Akhirnya terjadi perkelahian satu lawan satu antara Aron dan Dito. Terluka satu sama lain tidak terelekkan karena ingin menang. Sudut bibir Dito telah mengelurkan darah segar, begitupun dengan hidung Aron.
Nafas keduanya terengah-engah, saling mencengram kerah jaket masing-masing. "Sakit ya mantan lo jatuh ketangan gue?" Dito senyum sinis.
"Sialan!"
Brugh
Tubuh Aron membentur motor saat akan memukul Dito karena kalah cepat. Aron terbatuk darah, tubuhnya benar-benar telah diremukkan oleh Dito.
"Cabut!" teria Aron buru-buru mengambil motornya dan pergi.
"Nyali sebesar upil aja hobinya nyerang, cemeng!" celetuk Ricky merapikan jaketnya yang sejak tadi sudah rapi.
Keempat inti Avegas lantas meninggalkan jalanan yang sepi tersebut. Tujuan mereka adalah restoran Pizza untuk menemui Salsa dan Giani-pacar Rayhan yang telah sampai lebih dulu.
Dito memarkirkan motornya dengan aman dikuti yang lainnya, berjalan memasuki restoran, menghampiri Giani dan Salsa yang tengah sibuk berfoto.
"Gue ikut!" teriak Rayhan langsung mengambil pose, memeluk leher Giani mesra.
"Nah loh bu ketua marah," celetuk Keenan membuat yang lainnya tertawa.
Karena perut mereka butuh asupan, akhirnya Keenan memesan pizza sesuai selera masing-masing, sementara Dito sibuk dengan ponselnya. Sekarang jarum jam sudah menunjukkan angka 4 sore, pria itu berharap istrinya sudah memeriksakan kandungan di rumah sakit.
Senyuman Dito mengembang ketika panggilannya dijawab oleh Aurora di seberang telpon. Dengan sigap mengubah menjadi panggilan Video.
"Tebak gue ada di mana sekarang?" tanya Dito.
"Restoran Pizza?" tanya balik Aurora di seberang telpon ketika melihat gambar tepat berada di belakang Dito.
"Hooh, lo mau nggak?"
"Boleh, btw lo sama siapa? Ada sahabat lo juga?"
"Alana?"
Aurora mengangguk di seberang telpon, membuat Dito tertawa.
"Nggak mudah bisa ketemu Alana, Ra. Sekarang dia kuliah di Harvard, kalaupun ada suaminya posesif banget. Gue lagi sama teman-teman gue nih." Mengganti menjadi kamera belakang, memperlihatkan satu persatu wajah teman-temannya.
Awalnya senyuman Aurora merekah. Namun, tidak berlangsung lama setelah melihat perempuan yang sedang tertawa.
"Dua cewek itu siapa?"
"Pacar Rayhan sama Salsa yang sering gue ceritain. Awalnya pengen ngajak lo juga, tapi lo malas keluar rumah."
Dito sangat antusias menceritakan kegiataanya pada Aurora, layaknya mereka telah kenal lama. Inti Avegas yang melihatnya merasa senang karena Dito telah berhasil melupakan Alana. Itulah yang ada dipikiran mereka.
Tidak ada yang tahu kalau Dito dan Aurora pisah kamar, sebab Dito tidak pernah menceritakan kisah rumah tangannya pada Keenan, Rayhan dan Ricky.
"Gue jemput setelah pulang dari sini, lo chat aja mau rasa apa. Dah Rora."
Mematikan telponnya dan kembali seru-seruan dengan teman-temannya. Berbeda dengan Aurora di seberang telpon yang tampak cemberut. Ada rasa kesal, sedih juga cemburu melihat kedekatan Dito bersama Salsa.