Love Scandal

Love Scandal
Part 102 ~ Love Scandal



Satu minggu telah berlalu, Alana sangat menikmati keberadaan mommy Diandra yang selalu memanjakan dirinya di waktu-waktu tertentu, tapi yang membuat Alana bersedih karena kasih sayang daddynya kini terbagi.


Daddynya tidak lagi seperti dulu yang selalu mempunyai waktu bersama dirinya, terutama jika hari libur.


Alana yang biasanya diajak jalan-jalan kini ditinggal di rumah saja dan hanya menemani mommy Diandra, itulah yang Alana tahu tentang daddynya.


Semakin hari bukannya senang, Alana seakan tidak suka pada mommy Diandra yang mengambil semua perhatian dan kasih sayang sang daddy.


Jam 4 sore, gadis itu masih duduk di ruang keluarga sambil menumpu dagunya pada meja, memperhatikan tayangan upin-upin yang tidak menarik lagi untuk Alana.


Sejak tadi gadis kecil itu menunggu daddynya pulang karena sangat rindu, dia merasa kesepian di rumah sebab Opa dan Oma telah pergi dua hari yang lalu.


Mendengar suara seseorang yang sangat dia kenali mengucapkan salam tidak membuat Alana bergerak di tempatnya.


Gadis itu tidak memperdulikan kedatangan daddynya padahal tadi sangat menanti. Bisa dibilang Alana sedang mengadakan aksi protes.


"Kok mommy sama daddy nggak di sapa?" tanya Dito ikut duduk di samping putrinya.


Pria itu baru saja dari rumah Azka bersama teman-temannya yang lain dan kebetulan saat perjalanan pulang bertemu dengan Diandra. Tapi yang Alana tahu Dito pergi bersama Diandra sejak pagi.


"Alana marah, Daddy!" Mengembungkan pipinya sambil menatap Dito yang mati-matian menahan senyum, begitupun dengan Diandra.


"Marah kenapa tuh? Daddykan udah bilang tadi ada urusan sama mommy. Lagian daddy sama mommy ...."


"Alana marah sama mommy dan daddy! Alana nggak mau punya mommy lagi. Daddy udah nggak sayang sama Alana!" pekik gadis itu, setelahnya berlari ke kamar, berharap daddynya akan menyusul dan membujuknya.


Ya begitulah Alana, selalu ingin dimanja oleh Dito sebab dari kecil sudah mendapatkannya. Sehingga ia merasa kehilangan jika tidak diperhatikan dalam beberapa hari.


Dito yang ditunggu kehadirannya oleh putri tercinta malah manatap Diandra yang menaikan alisnya.


"Gimana dong? Kayaknya Alana marah deh sama gue. Lo sih pakai acara bohong segala. Kita nggak pernah jalan berdua tapi ngomong malah sebaliknya," ucap Diandra cemberut.


Berbeda dengan Dito yang malah mengulum senyum. Mendengar Alana tadi berteriak tidak ingin mommy lagi. Bukankah rencananya telah berhasil jika seperti ini?


"Ngapain mengulum senyum?"


"Rencana gue berhasil. Makasih ya, nanti gue tr. Eh tapi nanti kalau gue panggil datang ya." Mengedipkan matanya tanpa meninggalkan penjelasan pada Diandra yang kebingungan.


Pria itu berlari menuju kamar putrinya. Layaknya gadis remaja yang ngambek pada pacarnya, itulah yang tengah Alana lakukan di atas ranjang.


Tidur tengkurap dan menutup kepalanya dengan bantal.


"Nggak sesak, Sayang?"


"Ih kok daddy nggak bujuk Alana?"


"Mau dibujuk gimana, hm?" Dito menaikkan alisnya. Gemas sendiri dengan tingkah tuan putri kecilnya.


Dengan sigap pria itu mengangkat tubuh Alana lalu memangkunya.


"Kenapa ngambek?"


"Daddy udah lupa sama Alana. Sejak Alana punya mommy, daddy itu udah nggak sayang sama Alana. Daddy lebih sayang sama mommy!" Gadis kecil itu merengut.


"Bukannya daddy udah pernah bilang ya? Punya mommy tuh nggak enak, Sayang. Kasih sayang daddy harus terbagi, waktu daddy juga gitu. Belum lagi kalau udah punya dedek, Alana bakal dilupain."


"No!"


"Tapi kan kalau daddy serumah terus sama mommy Dian, dedeknya bisa jadi."


"No daddy! Daddy cuma milik Alana, nggak boleh dibagi-bagi!" Memeluk leher Dito posesif, di mana membuat pria itu tertawa puas.


"Jadi mommynya gimana?"


"Alana mau daddy!"


"Mommy?"


"Mau daddy!"


"Mommynya disuruh pergi biar nggak dapat dedek?"


Alana mengangguk dalam ceruk leher Dito. Diam-diam pria itu mengepalkan tangannya ke udara.


Rencananya untuk membuat Alana tidak menginginkan mommy berhasil, kini saatnya dia berbahagia bersama putri kecilnya.


...****************...


Jangan lupa mampir di novel teman aku ya🤗