Love Scandal

Love Scandal
Novel Baru ~ Guruku Suami Idaman



Guruku Suami Idaman by Susanti 31


Bel pulang sekolah telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Baik siswa maupun guru telah meninggalkan sekolah satu persatu, begitupun dengan Ricky selaku guru olahraga.


Pria berusia 27 tahun itu tidak langsung pulang kerumahnya setelah selesai mengajar di sekolah, melainkan berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang atas permintaan sang mamah.


Langkah guru olahraga yang mempunyai tinggi 185 cm tersebut, terus menyusuri lorong rumah sakit hingga akhirnya sampai di depan ruangan dan bertemu mamahnya.


"Siapa yang sakit, Mah?" tanya Ricky dengan kening mengkerut.


Pria bernama lengkap Ricky Ardhian Reynaldhi itu sebenarnya tidak suka berkunjung kerumah sakit, tapi karena mamahnya mengatakan sangat penting, alhasil ia mendarat sangat cepat di sana.


"Siapa yang sakit itu nggak penting Nak. Tapi kamu mau nikah atau nggak itulah yang penting!" sahut wanita paruh baya itu. Raut wajahnya terlihat sangat panik seperti baru saja bertemu setan.


Ricky mengerutkan keningnya. "Nikah? Sama siapa dan kenapa?" ucapnya dengan nada tinggi.


"Ma-mamah habis nabrak orang, terus orang itu nyuruh mamah buat nikahin kamu sama anaknya, kalau nggak bakal dilaporin ke polisi, Nak!"


"Ngaco!" Ricky tertawa sumbang. Cerita mamahnya sangat tidak masuk akal.


"Mamah baru aja nabrak pak Wilson, Iky! Dia lawan bisnis mamah, mamah takut." Mata wanita paruh baya itu tampak berkaca-kaca, membuktikan bahwa sedang tidak baik-baik saja.


Ricky menghela nafas panjang, menenangkan sang mamah dan mengajaknya masuk ke ruang rawat pria yang dibicarakan mamahnya.


"Biar Ricky yang ngomong," ucapnya.


Pria berpostur kekar itu lantas membuka pintu sambil mengandeng tangan mamahnya. Bertepatan pintu terbuka lebar, teriakan seorang gadis mengema di dalam ruangan tersebut.


"Keisha nggak mau nikah, titik!" pekik gadis bernama Keisha sambil berdiri dari duduknya.


Hal itu mengambil atensi Ricky. Jangan bilang gadis itulah yang akan dinikahkan olehnya? Tidak-tidak, Ricky rela menjomblo seumur hidup jika harus menikah dengan Keisha.


Gadis bernama lengkap Keisha Angeline Wilson tersebut adalah siswa Ricky yang paling bandel di sekolah. Meski cantik dan mempunyai body yang aduhai, Ricky tidak akan tergoda.


"Dia orangnya?" tunjuk Ricky pada Keisha, memembuat gadis itu menoleh.


"Pak Ricky? Ngapain ada di sini?"


"Kalian saling kenal?" tanya pak Wilson dan Ibu Ratna.


"Nggak!" elak keduanya lalu saling membelakangi.


Berbeda dengan Wilson yang tampak senang mengetahui putrinya mengenal anak Ratna, wanita yang baru saja menabraknya beberapa jam yang lalu.


Meski tidak parah, pria paruh baya itu tetap mengajukan ganti rugi.


"Papah mau Kei nikah sama om-om ini? Ogah!"


"Kamu kira saya mau nikah sama kamu hah?" Ricky yang kesabarannya setipis tisu dibagi dua tentu saja terpancing akan penolakan Keisha.


"Pernikahan ini nggak bakal terjadi ...."


"Aaakkkkkkkh!" Erangan dari pria yang sedang berbaring di brangkar itu terdengar cukup nyaring, membuat atensi ketiga manusia yang tengah berdiri sedikit jauh segera mendekat.


"Pah ... Papah!" panggil Keisha menguncang tubuh papahnya yang mengejang sambil memegang dada di mana jantungnya berada.


"Panggil dokter!" perintah Keisha entah pada siapa.


Namun, dengan sigap Ricky segera memanggil dokter.


"Papah, jangan buat Kei takut," lirih gadis keras kepala tersebut. Air mata mulai berlinangan di pelupuknya, siap meluncur tanpa diminta.


Gadis itu hanya mempunyai papah dalam hidupnya, tidak akan membiarkan papahnya kenapa-napa.


"Ka-kamu mau ngabulin permintaan papah kan?"


Keisha mengeleng, lalu mengangguk ketika kondisi papahnya semakin tidak terkendali.


"Jangan ninggalin Kei, tapi," lirihnya. Mengusap kasar air matanya yang telah jatuh.


Tepat saat itu Ricky pun datang bersama dokter. Memeriksa kondisi pak Wilson yang ternyata tidak baik-baik saja karena jantung yang melemah, terlebih tadi dadanya terbentur cukup keras saat kecelakaan.


"Gimana kondisinya dokter?" tanya Ricky yang mengekori sang dokter.


"Cukup parah karena riwayat serangan jantung, terlebih habis kecelakaan. Untuk saat ini jangan membuatnya shok dulu."


"Saya kurang tau pak, tapi jika pihak keluarga bersihkeras dan ada saksi mungkin iya."


Ricky menghela nafas panjang mendengar penjelasan sang dokter. Ia mengusap wajahnya gusar.


Di sisi lain ia tidak ingin menikah tapi ia juga tidak ingin mamahnya mempunyai catatan hitam. Terlebih Ricky sangat menyayangi mamahnya karena hanya memiliki wanita paruh baya itu dalam hidupnya.


"Ricky, tolong antar anaknya pak Wilson pulang Nak. Dia mau ganti baju dan ngambil beberapa keperluan," ucap Ratna yang tiba-tiba ada di belakang Ricky bersama Keisha.


"Hm."


Hanya itulah jawaban yang Ricky berikan, berjalan di lorong rumah sakit bersama Keisha di belakangnya. Tidak ada permbicaraan selama perjalanan. Terlebih memang keduanya sedikit tidak akur di sekolah.


Keisha sering kali menguji kesabaran Ricky dengan bolos di mata pelajarannya, atau telat datang saat jam pertama. Lebih parahnya lagi jika gadis itu pura-pura sakit saat jam olahraga.


Itupun berlaku sebaliknya. Keisha tidak menyukai Ricky karena otoriter dalam mengajar. Semua hal harus sempurna di mata pria itu dan di mata Keisha sangat menjengkelkan.


"Rumah kamu di mana?" Melirik Keisha dari spion motor setelah berada di lampu merah.


"Ntar belok kanan."


"Lebih jelasnya!"


"Kok bapak nyebelin sih? Nurut aja kenapa?"


"Saya turunin kamu di ...." Belum juga Ricky selesai berucap, Keisha telah turun dan berjalan ke sisi jalan masih dengan helm di kepalanya.


Keisha adalah gadis keras kepala yang tidak bisa diperintah oleh siapapun, bahkan papahnya sekalipun. Tapi tentang menikah pengecualian sebab menyangkut nyawa sang papah.


Meski begitu ia tetap kesal karena harus menerima pernikahan dadakan dengan gurunya sendiri. Guru yang sangat ia benci seumur hidupnya.


Keisha terus berjalan di trotoar, menyetop taksi setelah jauh dari lampu merah.


"Kok panas ya?" gumam Keisha.


"Helmya belum di lepas, makanya panas Neng."


"Huh?"


Keisha meraba kepalanya dan benar saja ada benda besar membungkus kepalanya. Pantas saja saat berjalan kepalanya sangat berat.


Bodoh, Keisha memang bodoh jika sedang kesal.


"Eh iya pak, makasih loh dah diingetin," cengirnya karena malu.


Gadis itu menyandarkan kepalanya pada jok. Memikirkan cara agar pernikahan tidak terjadi nantinya, tapi bagaimana?


Ayolah Keisha tidak ingin serumah dengan pria otoriter seperti Ricky, yang ada dia akan hidup dalam sangkar emas.


"Turun!" Gendoran pada kaca taksi terjadi berulang kali padahal sedang melaju dengan kecepatan rata-rata.


"Neng kenal sama orang itu?" tanya sopir taksi yang merasa aksi pemilik motor cukup berbahaya.


"Nggak, orang gila kali pak. Tancap gas aja!"


"Baik Neng!"


"Gadis gila!" teriak Ricky yang tentu tidak akan didengar oleh Keisha yang berada jauh di depannya.


Baru rencana menikah tapi gadis itu telah memancing emosinya. Jika pernikahan terjadi maka Ricky akan cepat tua.


*


*


*


Masih ingat nggak sama Babang Iky? Kalau iya, jangan lupa baca novel baru otor ya.



Otor tunggu kedatangan kalianšŸ¤—