
Melihat putrinya bahagia bersama Diandra membuat hati Aurora menjadi lega, meski harus dia kehilangan gelar mommy dari mulut gadis kecil yang dia lahirkan ke dunia.
Ini salahnya, Aurora sadar itu. Makanya dia ingin membayar semua kesalannya dengan tidak menuntut apapun pada Dito, termasuk Alana.
Aurora akan fokus pada rumah tangganya bersama Adam, meski sesekali akan memperhatikan Alana dari kejauhan.
Seperti yang Aurora lakukan, begitupun Dito yang mulai berdamai dengan keadaan dan mengikhalaskan apa yang menjadi jalan hidupnya.
Namun, satu hal yang tidak bisa Dito lakukan untuk saat ini. Yaitu menerima sosok perempuan dalam hidupnya. Cukup Alana kecil yang berada dalam dunia Dito tidak untuk orang lain.
Pria itu kini berada di cafe bersama teman-temannya, menikmati kopi hangat di sore hari yang sedang menundung.
Tawa sesekali terdengar di antara mereka dan tentu yang membuat heboh selalu Rayhan dan Ricky.
"Buah-buah apa yang manisnya sampai bikin baper?" tanya Ricky setelah bosan bertengkar dengan Rayhan.
Dito mengerutkan keningnya, begitupun dengan yang lain.
"Buah manggis?" tanya Dito memastikan.
"Buah dada?" tebak Rayhan yang pikirannya selalu di luar nalar.
"Salah!"
"Apatuh?" tanya Keenan yang tidak suka memutar otaknya dengan hal-hal receh.
"Buah hatiku bersamanya. Ahay pintar banget dah gue!" seru Ricky mengembrak meja sehingga mengundang perhatian pengujung lain.
Karena itu Ricky mendapatkan tampolan dari pak pilot.
"Garing!" celetuk Samuel.
Berbeda dengan Dito yang kembali pada ponselnya yang bergetar. Pria itu dengan sigap menjawab panggilan dari mamahnya.
"Daddy kok belum pulang juga? Alana sendirian di rumah, mommy pergi tadi," ucap Alana di seberang telpon.
"Aduh maaf ya Sayang, daddy lagi jalan-jalan sama mommy. Daddy lupa ngajak Alana," bohong Dito usai memberi kode pada teman-temannya agar tidak ribut.
"Ih kok daddy jahat sama Alana? Daddy lebih sayang sama mommy?"
"Ya gimana lagi, daddy harus sayang mommy biar nggak ditinggalin." Dito mengulum senyum.
Pria itu membayangkan betapa mengemaskannya Alana jika sedang marah atau cemberut.
"Daddy jahat!"
Lagi sambungan telpon diputus secara sepihak.
"Siapa? Nyonya kecil lo?" tanya Keenan.
"Siapa lagi coba? Dia ngambek," cengir Dito.
"Berhasil dong rencana lo?" celetuk Ricky.
"Gitu deh, moga aja nggak sampai satu bulan, Alana nangis nggak mau mommy lagi," cengir Dito.
Semua teman-temannya tahu apa rencana yang Dito jalankan sehingga menggunakan Diandra untuk menjadi mommy Alana.
Pria itu ingin memperlihatkan pada putrinya bahwa memiliki mommy tidak seindah itu. Dito ingin Alana mengerti bahwa mempunyai mommy maka Alana siap berbagi kasih sayang dan waktu. Dito tahu betul Alana adalah gadis kecil yang pelit jika menyangkut kasih sayang darinya.
"Moga berhasil biar nggak uring-uringan lagi."
"Aamiin paling kencang dah," sahut Dito. Pria itu berdiri dan menyambar jaketnya di sisi kursi. "Gue duluan ya, takut Alana beneran ngambek sama gue," ucap Dito dan berlari keluar dari cafe.
Pembayaran? Tenang hari ini yang menjadi sponsor mereka adalah bapak wakil yang terhormat.
Sebenarnya ada satu pria lagi yang tidak hadir di antara mereka. Yaitu Azka, pak ketua yang telah kembali dalam keadaan amnesia.