Love Scandal

Love Scandal
Part 13 ~ Love Scandal



Tubuh Aurora mulai dipenuhi keringat dingin mendapat pertanyaan yang tidak bisa dia jawab jujur pada ibu mertuanya. Wanita itu menelan salivanya kasar sebelum menjawab.


"Ma-mabuk, Mah," lirih Aurora. Setidaknya dia tidak membuat kebohongan baru.


"Udah mamah duga. Maafin Dito ya karena nodain kamu. Tapi nggak usah khawatir dia anaknya serius kok meski brandal. Dia tau caranya bertanggung jawab." Mamah Dito tersenyum untuk menenangkan menantunya.


Paham betul apa yang dirasakan oleh Aurora, sebab putrinya yang telah tiada pernah mengalami hal yang sama. Menikah muda karena hamil diluar nikah, sayangnya sebelum melahirkan kakak Dito meninggalkan dunia karena berbagai komplikasi muncul. Salah satunya rahim yang belum siap menerima janin.


Inilah salah satu alasan orang tua Dito tidak setuju menikahkan putra mereka di usia muda. Takut kalau saja istri putranya akan mengalami hal yang sama seperti putri mereka.


"Makasih Mamah." Aurora langsung memeluk tubuh wanita paruh baya cantik itu. Ingin menebus rasa bersalahnya tanpa ingin memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Aurora takut akan dikucilkan suatu hari nanti.


Aurora tidak akan siap dimusuhi oleh orang-orang yang dia sayangi. Dia pernah baik dan penurut pada orang tuanya. Namun, semuanya berubah sejak Aron masuk dalam hidupnya. Cinta membuat Aurora buta akan segalanya. Sering kali berbohong keluar belajar kelompok, nyatanya pergi berdua dengan Aron dan melakukan hal-hal terlarang yang sangat hina.


Merasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, akhirnya Aurora masuk ke kamar Dito yang sangat bersih juga luas. Hanya saja auranya menyeramkan sebab warna hitam mendominasi. Entahlah ada apa dengan keluarga suaminya sehingga menyukai hitam gold di seluruh ruangan.



Aurora duduk di sisi ranjang sambil melirik jam weker yang berada di atas nakas. Jam 9 lewat beberapa menit, Dito sebentar lagi akan pulang.


Aurora tahu kalau Dito adalah anggota geng motor, tapi demi apapun wanita itu tidak tahu jika Aron dan Dito adalah musuh yang tidak akan pernah bersatu layaknya air dan minyak.


Mendengar suara motor memasuki garasi membuat Aurora mengintip pada jendela. Entah kenapa senyumnya langsung merekah melihat Dito baru saja turun dari motor.


Dia buru-buru masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya juga mengganti baju dengan piyama tidur, lalu kembali duduk di sisi ranjang.


Tidak beberapa menit Dito membuka pintu kamar dengan rambutnya yang acak-acakan juga luka lebam.


"Habis tawuran?" tanya Aurora yang tidak asing dengan luka sebab dia juga sering melihat Aron seperti itu.


"Hm."


"Nggak usah, nanti juga sembuh sendiri. Ada baiknya lo tidur, besok kuliah pagi!" Berlalu ke kamar mandi. Suasan hati Dito sedang tidak baik karena markas mereka diserang oleh geng Aron. Meski menang, tetap saja amarah mengusai Dito sebab rumah keduanya sedikit hancur.


Mungkin jika ketuanya masih hidup ini tidak mungkin terjadi. Terlebih mereka sisa ber4, Ricky, Rayhan dan Keenan.


Setelah membersihkan diri, Dito menghampiri Aurora yang sedang duduk bersandar pada kepala dipan. Memangku salah satu album k-pop.


"Ternyata suka korea ya?"


"Bukan gue, tapi sahabat gue," jawab Dito. Mengambil bantal dan guling di samping Aurora, lalu membawanya ke sofa panjang tepat di depan ranjang.


"Kayaknya lo sayang banget sama sahabat lo. Apa jangan-jangan friendzone?" tebak Aurora.


Aurora dapat menyimpulkan dengan melihat banyaknya Album Astro, poster, foto card, Cd. Intinya semua tentang K-pop ada dalam kamar pria itu. Belum lagi aktor-aktor tampan.


"Sahabat lo sering ke sini?"


"Dulu sebelum nikah," jawab Dito membaringkan tubuhnya di sofa. Hal itu tentu saja membuat Aurora heran.


"Kenapa tidur di sana? Kita bisa tidur sama-sama toh udah nikah."


"Takut Khilaf."


"Kan nggak papa-papa."


"Gue nggak mau ngulangi kesalahan Ra. Gue nggak mau jamah tubuh cewek tanpa cinta, kasian lo jadi budak naf*su gue nantinya. Tidur gih!" perintah Dito, perhatiannya tertuju pada benda pipihnya ketika mendapat notifikasi postingan dari seseorang.


Dito senyum miris melihat postingan Alana-sahabatnya bersama suaminya yang terlihat sangat bahagia.


"Syukurlah dia bahagia," gumam Dito.