Love Scandal

Love Scandal
Part 55 ~ Love Scandal



Sulit untuk melupakan seseorang yang telah membuat kita merasa nyaman. Menjadikan kita bagaikan ratu sampai lupa rasanya sakit itu seperti apa. Dan itulah yang sedang Aurora rasakan saat ini.


Cinta yang masih bersemi dihatinya membuat dia bodoh. Mendengar Dito tengah terluka membuat hatinya gusar ingin bertemu.


Jam 9 malam, dimana semua orang harusnya istirahat di rumah. Aurora malah bersiap-siap untuk pergi demi memastikan mantan suaminya baik-baik saja.


Namun, langkah Aurora berhenti ketika berada di anak tangga terakhir. Dia terkejut melihat mommy dan daddynya duduk di ruang keluarga sambil menatapnya dengan kening mengkerut.


"M-mommy?"


"Akhirnya keluar kamar juga, ayo duduk sini! Mommy mau bicara," panggil wanita paruh baya itu.


Aurora lantas mendekati mommy dan daddynya, duduk berhadapan dengan jantung yang berdetak tidak karuan. Wanita itu belum siap menceritakan tentang rumah tangganya yang telah berakhir.


"Kata bibi, udah hampir seminggu kamu di rumah ini tanpa Alana dan Dito. Benar?"


Aurora mengangguk keluh.


"Kalian bertengkar?"


Aurora mengelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lalu?"


"Berpisah," lirihnya.


"Berpisah?"


"Maaf Mom, Dad. Rora cerai sama Dito tanpa ngabarin kalian. Rora udah nggak cinta sama Dito, Rora cinta sama orang lain."


"Setelah punya anak?!" Nada bicara mommy Aurora meninggi.


"Maaf."


"Apa kau bodoh? Pria seperti apa lagi yang kamu cari Rora? Dito pria yang baik, penuh tanggung jawab dan sabar ngadepin semua sikap kamu! Mertua? Apa kau yakin bisa dapat mertua sebaik mertuamu saat ini?" Rentetan pertanyaan keluar dari mulut mommy Aurora.


Wanita paruh baya itu bersama suaminya baru pulang dari luar negeri untuk mengurus anak cabang perusahaan. Berharap setelah sampai di rumah akan mendapatkan ketenangan.


Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Kabar buruk mendarat di telingan keduanya ketika memasuki rumah.


"Maafin Rora," imbuh Aurora. Berlutut di depan orang tuanya. Yang beraksi hanya sang mommy, sementara daddynya diam dengan wajah datarnya.


"Putrimu?"


"Sama Dito."


"Rora!"


"Rora masih muda Mom. Rora nggak mau ngasuh bayi! Rora mau hidup bebas!" jawab Aurora dengan keberanian yang entah muncul dari mana.


Aurora memejamkan matanya, darahnya berdesir ketika tamparan mendarat di pipi sangat keras. Air mata mengalir tanpa diminta, seiring bentakan yang terus terlontar dari mommynya.


Tentu, tidak ada orang tua yang mengingingkan rumah tanggan anaknya berakhir menyedihkan. Terlebih selama ini mereka melihat hubungan Aurora dan Dito baik-baik saja.


"Puas kamu buat mommy dan daddy kecewa hah?" Menguncang pundak Aurora yang terisak. "Kau selingkuh setelah melahirkan? Apa yang ada dalam pikiranmu nak?"


"Rora nggak bahagia Mom, sama Dito."


"Ini yang mommy takutkan dari pernikahan anak labil seperti kalian! Terlena oleh cinta tanpa memikirkan resikonya."


"Maaf."


"Bodoh, kau malah menyerahkan hak asuh pada suamimu! Di mana hati nuranimu sebagai seorang ibu, Rora!"


"Mommy?"


"Pergi dari hadapan Mommy!"


"Maafin Rora Mommy."


"Masuklah ke kamar." Akhirnya Daddy Aurora bersuara.


Wanita itu menatap daddynya dengan pancaran mata penuh pengharapan. Namun, pria itu hanya mengangguk dan menyuruh Aurora ke kamar.


Dengan langkah pelan dan ragu, akhirnya Aurora kembali ke kamarnya. Melupakan tujuan utamanya keluar dari kamar tadi. Gadis itu duduk di dekat pintu, menyembunyikan kepalanya pada lipatan tangan.


"Fakta kalau gue selingkuh udah buat mommy marah besar, gimana kalau tahu semuanya? Apa mommy bakal bunuh Rora?" gumamnya tanpa meneteskan air mata lagi.


Aurora menganggap keputusannya sudah tepat saat ini. Untuk pertama kalinya dia tidak menyesal telah berbohong pada orang tuanya.


Hak asuh? Aurora bisa saja menuntutnya, akan tetapi takut pada Dito.


"Rora?"


"Iya Dad?" Aurora mendongak untuk menatap daddynya yang entah sejak kapan ada di hadapannya.


Pria paruh baya itu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Aurora. Mengelus pipi Aurora yang memerah karena tamparan istrinya.


"Hubungan kalian benar-benar berakhir, Nak?"


"Iya Daddy. Dito udah talak tiga Rora. Dia kecewa karena Rora selingkuh. Maaf karena udah ngecewain daddy. Maaf karena ...."


"Daddy nggak tau rumah tangga apa yang kamu jalani selama ini Nak. Kami nggak pernah tinggal sama kalian selama 24 jam. Apalagi kalian masih muda dan labil dalam menggambil keputusan."


"Apa yang kamu lakukan salah, tapi daddy memahaminya. Mau pergi? Mommy untuk sementara waktu nggak mau liat kamu."


"Daddy ngusir Rora? Rora butuh dukungan kalian."