Love Scandal

Love Scandal
Part 72 ~ Love Scandal



Suara tamparan lantas mengema setelah Rayhan menapaki lantai marmer rumah ayah Giani. Tatapan tajam pria itu dapatkan padahal penuh senyuman Rayhan turun dari motornya untuk memberitahukan kabar bahagia pada gadis yang dia cintai.


"Puas lo ngancurin hidup gue?" bentak Giani dengan mata memerah dan tatapan penuh kekecewaan pada Rayhan.


Sementara Rayhan menyentuh pipinya yang terasa kebas, tapi bukan itu yang dia permasalahkan. Namun, respon Giani lah yang membuat Rayhan bingung.


"Gi, gue lakuin semua ini demi lo. Gue mau lo dapat keadilan ...."


"Dengan cara ngancurin hidup mamah gue? Gitu!" Lagi bentakan Rayhan dapati. "Gue udah bilang sejak awal jangan ikut campur sama urusan gue, Ray. Apalagi menjarain suami mamah! Sekarang liat apa yang terjadi? Mamah masuk rumah sakit karena lo!" Mendorong dada lebar Rayhan.


"Giani sadar! Ayah tiri lo bukan orang baik, dia pria be*jat yang sudah seharusnya mendekam di penjara! Bukan cuma lo! Tapi banyak yang udah jadi korbannya di luar sana!" Rayhan menguncang tubuh Giani.


Berusaha menyandarkan agar gadis yang dia cinta tau bahwa tidak selamanya kebohongan akan membawa bahagia.


"Lalu salahnya di mana Ray? Mamah gue udah menderita sangat lama. Dia diselingkuhi sama ayah dan saat ngerasain bahagia suaminya masuk penjara! Lo nggak pernah bawa bahagi di hidup gue! Lo selalu membawa luka!" pekik Giani semakin menjadi, memukul tubuh Rayhan sepuas mungkin.


Sementara pemilik tubuh pasrah. "Maaf tapi ini udah keputusan gue Giani! Gue nggak rela orang yang udah nyentuh lo hidup bahagia di luar sana," jawab Rayhan tanpa ada emosi yang menyertai.


Tidak ada yang tahu apa yang Rayhan korbankan untuk mendapatkan bukti-bukti kebusukan ayah tiri Giani. Bagaimana Rayhan tidak tidur semalaman menyelidiki ayah tiri Giani agar mendekam di penjara.


Namun, bukannya mendapatkan punjian Rayhan malah mendapatkan bentakan.


"Bodoh!" ucap Rayhan penuh tekanan. Kecewa sebab Giani seakan menganggap pemerkos*aan sebuah hal yang harus dibenarkan hanya karena kebahagiaan satu orang.


"Lupain janji gue yang bakal datang satu bulan lagi buat lamar lo! Detik ini gue nggak bakal ganggu hidup lo lagi! Gue nggak suka kodrat perempuan direndahkan oleh seorang pria!" ucap Rayhan mencegah Giani agar berhenti memukul tubuhnya.


"Lo nggak jauh beda sama ayah tiri gue Ray!"


"Beda, gue ngelakuin tanpa ada paksaan dan sama-sama mau! Tapi ayah tiri lo maksa dan ngelakuin pelec*ehan seksual, Giani!" Rahang Rayhan mengeras.


"Bisa-bisanya lo ngebela pria bej*at kayak dia!"


Rayhan membalik tubuhnya dan meninggalkan Giani yang tubuhnya telah luruh ke lantai. Pria itu melajukan motornya di atas kecepatan rata-rata.


"Sial rasanya belum ngalahin sakit di hati gue!" gumam Rayhan menatap luka di sikunya, terlebih Rayhan sengaja tidak memakai jaket.


Pria itu mengambil ponselnya di saku celana lalu menghubungi Samuel. Hanya satu deringan panggilannya telah dijawab.


"Gue kecelakaan di jalan ... Buruan datang gue pingsan," ucapnya lalu memutuskan telpon.


Memejamkan mata, menikmati rasa sakit di tubuhnya tanpa ada ringisan di wajah. Salah satu cara ampuh untuk menghilangkan rasa kesal dan sakit hatinya hanya dengan melukai diri sendiri. Itulah Rayhan.


***


Dito, pria itu menatap tajam Rayhan yang kini berada di atas brangkar, sementara yang ditatap malah menyengir tanpa dosa.


"Harus banget lo kecelakaan padahal kita bakal jalanin misi?" tanya Dito sinis.


"Tau tuh bocah, pakai nabrak pohon yang nggak salah sama sekali. Untung pohonnya nggak patah!" cetus Ricky.


"Kasian motornya sampai rusak," imbuh Keenan.


Kini harapan Rayhan hanya Samuel, sebab sahabatnya yang lain hanya mengkhawatirkan benda.


"Kenapa nggak sekali mati sih?" tanya Samuel.


Rayhan menghela nafas panjang, sungguh teman-teman tidak ada akhlak.


Dito berjalan mendekat dan menyerahkan buah yang telah dikupas sejak tadi. Menyerahkan pada Rayhan yang tangannya diperban.


"Lain kali kalau ada masalah atau sakit hati, berdiri di tengah rel kereta api aja. Dijamin sakit hatinya hilang." Dito senyum miring.


Sementara Keenan dan Ricky sontak tertawa. Inti Avegas tentu tahu kalau suasana hati Rayhan tidak baik-baik saja. Itulah berusaha menghibur dengan cara masing-masing.