Love Scandal

Love Scandal
Part 79 ~ Love Scandal



Kedatangan inti Avegas di kamar Dito membuat pria itu tidak lagi mengantuk. Terutama setelah diusili oleh Rayhan dan Ricky yang tidak punyak akhlak.


Sebelum menuju markas, ke lima pria tampan itu menyepatkan diri untuk sarapan bersama di rumah Dito.


Keributan selalu terjadi tanpa mengenal tempat. Rumah besar yang biasanya sunyi kini dipenuhi oleh tawa membahana inti Avegas. Terlebih ketika Dito, Ricky dan Rayhan berebutan makanan yang berada di atas meja.


Udang tumis kecap yang terasa sangat lezat, menjadi topik pertengkaran ke tiganya. Namun sialnya tidak ada yang mendapatkan udang itu karena Samuel sigap menuangkan ke piringnya.


"Jangan berisik!" ucap Samuel dan makan dengan tenang tanpa memikirkan penderitaan Dito, Rayhan dan Ricky.


Takut pada Samuel yang akan mengamuk, akhirnya ketiga pria tampan itu memilih ayam rica-rica yang masih banyak di atas meja. Sementara Keenan telah selesai makan sejak tadi dan berbalas pesan bersama Glora yang meminta dijemput setengah jam lagi.


Dito melirik Keenan ketika pria itu beranjak dari duduk. "Cepat banget selesainga, Keen?" tanyanya.


"Glora bentar lagi pulang ngampus, kita ketemu di markas aja."


"Oke, hati-hati pak wakil!" pekik Ricky dengan mulut penuh makanan.


Ke empat pria itu kembali fokus pada makanan masing-masing hingga isi piring tandas tanpa tersisa. Setelahnya baru berangkat ke markas bersama-sama.


Alasan lain kenapa ingin mengungkap semuanya secepat mungkin, karena Samuel mempunyai jadwal penting yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.


Setelah sampai di markas, inti Avegas langsung menuju ruangan rahasia yang hanya mereka berenam yang bisa membukanya dengan sidik jari.


Bukan karena tidak percaya pada anggota Avegas yang sering keluar masuk, melainkan takut ada penyusup yang mengetahui bahwa Avegas adalah anggota bayangan yang di incar oleh beberapa mafia karena selalu berhasil memenjarakan dengan bukti yang tidak bisa dielak begitu saja.


Dito membuang nafas panjang, memandangi layar laptop di hadapannya. Posisinya sebagai pusat informasi di Avegas membuat pria itu harus memutar otaknya agar mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Kasus terakhirnya dari polisi apa, El?" tanya Dito.


"Gadis usia 11 tahun hilang saat pulang sekolah. Sekolahnya di jalan ...," sahut Samuel memeriksa laporan yang dikirimkan oleh polisi.


Avegas bukan tipe yang menyelesaikan misi dengan kekerasan jika soal menyelidiki. Berbeda jika disuruh melindungi sesuatu di jalan, barulah mereka akan bergerak dengan anggota yang banyak dan tertentu saja.


"CCTV di dekat sekolah gimana?" tanya Dito pada Rayhan dan Ricky yang bisa meretas apa saja.


"Beneran dibobol ini? Nggak minta izin sama pemiliknya dulu?" tanya Ricky.


"Nggak usah njir, bobol aja dah biar cepat selesainya!" sahut Rayhan. "Lo bobol CCTV Indoapril di depan sekolah, ntar gue yang bobol CCTV di sekitar jalan menuju rumah tuh anak!"


"Oke."


Ke tiga pria yang biasanya ribut dan sibuk bercanda tersebut mulai sibuk dengan tugas masing-masing, begitupun dengan Samuel yang mencocokkan beberapa kasus dengan kejadian baru-baru di lingkungan mereka.


"Kasus Aron mirip sama kasus yang dikirim Ray," celetuk Samuel, membuat atensi tertuju pada pria itu.


"Cepat juga lo dapatnya njir, padahal gue baru kirim beberapa menit yang lalu," puji Rayhan.


Pria itu menemukan sosok mencurigakan yang dia dapatkan dari CCTV di sekitar lingkungan gadis yang baru-baru saja hilang.


"Apa mereka ada sangkut pautnya ya?" gumam Dito.


"Coba selidiki latar belakang Aron lebih jauh lagi, bukannya udah setengah jalan pas lo mau balas dendam?" tanya Samuel.


"Oke, latar belakang Aron urusan gue. Kalian kerjain yang lain aja," sahut Dito.


Pria itu mulai memfokuskan atensinya pada layar, mencari riwayat pencarian tentang Aron dan Aurora dulu saat dia merasa kesal.


Terus berselancar sampai tidak sadar jarum terus berputar, matahari yang semula berada di tengah-tengah mulai terbenam.


Bahkan Keenan telah datang beberapa jam yang lalu. Pria itu tidak ikut memandangi layar, melainkan memeriksa laporan polisi demi meringankan pekerjaan yang lainnya.


"Susah banget njir nembus latar belakang Aron, kek sengaja disembunyiin dari keramaian padahal pengusaha juga," gerutu Dito.